Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 43


__ADS_3

"Kamu ini,kan ibu sudah bilang ini tanda terimakasih buat kamu dari saya. Jadi jangan dibalikin lagi,kamu cukup kerja dan bantu anak ibu yang dingin ini buat mengurusi semua perkejaan Disni dan itu sudah sangat cukup!"jawab Sri yang kini membalikan tubuh Diara menghadapnya,sontak mendengar namanya di ucap agung pun langsung menatap Sri sambil memasang wajah yang kesal.


"Apa!! Sekarang udah berani sama mamah? Lagian benar kok kamu itu dingin sekali sama orang,jadi jangan tersinggung!"ucap Sri yang kini melihat Agung itu,sementara Diara hanya bisa menahan rasa tawanya itu.


"Baik Bu!! Kalau begitu saya mau kerja lagi,permisi."jawab Diara yang kini langsung beranjak dari duduknya.


"Pindahkan semua meja kamu disini!"ucap Agung yang menghentikan langkah Diara.


"Kenapa pak,kan saya sudah ada meja disna!"ujar Diara yang langsung menatap Agung dengan kesal.


"Ya kan kamu sekertaris saya dan pribadi lagi jadi kamu harus dekat dnegan saya! bener nggak mah?"jawab Agung yang kini langsung menatap ibunya dengan rasa puas.

__ADS_1


"Heemmm... terserah kamu saja,yang penting jangan terlalu menyuruh Diara karena dia sedang hamil!"ujarnya sambil beranjak kembali,sontak mendengar jawaban dari wanita itu membuat Diara kesal namun juga harus ditahannya kembali.


"Itu kan tugasnya mah,ya paling Agung kasih dia waktu buat istirahat saja mah! Mamah mau kemana?"sahut Agung yang kini menatap ibunya itu tengah mengambil tasnya.


"Mamah mau pulang dulu! Diara ibu minta bantuan kamu sekali lagi ya,tolong jaga anak ibu yang dingin itu dan jangan sakit hati dengan sikapnya!"ucap Sri yang kini langsung menegang tangan Diara lalu membelai perutnya itu.


"Baik Tante!"jawab Diara dengan sangat terpaksa,sementara Agung hanya menatap puas ke arahnya.


Hingga akhirnya,kini Agung pun langsung menelpon seseorang untuk membereskan meja Diara dan menggantinya ke dalam ruangannya.


"Dengar ucapan mamah!! Dan ya... Pertahankan yang semalam dan jangan melawan!"ucap Agung yang kini mendekat dan berbisik padanya,sontak Diara pun langsung mengingat kejadian itu yang kini membuat wajah panas kembali.

__ADS_1


"Lo!!.."ucap Diara yang langsung terhenti seiring dengan ciuman yang langsung meluncur dari Agung.


"Heemmm... Jadi kucing penurut!"ucap Agung setelah menciumnya itu sambil tersenyum kecil,kini Diara pun langsung menyadarinya lalu mendorong tubuh Agung dengan cepat.


Melihat reaksi yang sangat lambat itu,Agung pun hanya tersenyum puas melihat nya. Hingga tidak lama kemudian,datanglah beberapa orang yang tengah membawa meja serta beberapa dokumen yang ada di meja Diara saat itu. Sontak,Diara pun berusaha menyembunyikan rasa malunya itu dengan berpura-pura pergi keluar membawa sesuatu yang tertinggal.


"Sudah selesai pak,kami permisi!"ucap orang itu sambil menundukkan kepalanya lalu pergi bersama keluar. Sementara kini di dalam ruangannya itu tinggal Agung seorang,dia pun langsung berjalan menuju meja Diara disimpan.


"Heeemmm.... Siapapun tidak akan menolak bahkan pergi tanpa izin dariku,termasuk kamu Diara!!"gumam Agung sambil terus memegangi semua barang milik Diara.


*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ dan beri saran dan kritik nya juga 🥰🥰*

__ADS_1


__ADS_2