Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 30


__ADS_3

Kini Diara pun dengan tergesa-gesa langsung pergi ke kantornya kembali. Tak henti-hentinya dia pun menatap ke arah jam tangan miliknya,bahkan kali ini dia mendapat panggilan telepon dari seseorang yang tidak dia kenal. Dengan penasaran dia pun langsung mengangkat telepon itu dan begitu terkejutnya dia mendengar suara laki-laki yang cukup dia kenal saat ini.


"Dengar!! Kalau sampai lima menit ke depan belum juga datang, siap-siap mendapat hukuman!!"ucap agung yang langsung mematikan handphone miliknya,sontak Diara pun langsung menatap ponselnya dengan rasa cemas yang kini dia alami.


"Pak kenapa berhenti??"ucap Diara pada supir angkot itu.


"Ngetem dulu neng,kali aja ada yang mau naik lagi!"ucap supir itu dnegan santainnya lalu turun dari mobil itu.


"Apa....nggak gue nggak bisa diem aja,gue harus secepatnya ke sana!"ucap Diara yang kini memutuskan untuk pergi naik mobil yang lainnya.


"Ini!! saya turun di sini saja!"ucap Diara yang memberikan uang jalan nya tadi.


Kini waktu telah menunjukan pukul Satu kurang Lima menit,dia pun langsung mencari cara agar dia bisa secepatnya tiba di kantor itu.


"sial!! ini udah telat banget..Gue pasti di hukum!!"ucap Diara yang sudah pasrah dengan keadaannya kali ini.


Hingga akhirnya tidak lama kemudian dia pun tiba di kantor itu, dengan sangat terengah-engah lalu masuk ke dalam kantor itu. Di sana Diara tidak melihat satu pun pegawai yang ada di sana,hingga akhirnya dia pun melihat seorang OB yang tengah membersihkan kaca.


"Yang lain dimana kak?"tanya Diara sambil menepuk pundak lelaki itu.


"Eehhh mbak,itu sedang rapat...tapi kenapa mbak ada disini?"tanya OB itu yang kini berbalik arah.


"Ya sudah saya pergi dulu...makasih informasinya kak!"ucap Diara yang kini berlari ke arah ruang rapat itu.


"Permisi...sa-saya minta maaf!!"ucap Diara sambil membungkukan badannya setengah namun tidak ada satu pun dari mereka yang merespon nya. Hingga akhirnya dia pun memberanikan untuk masuk ke dalam ruangan itu dengan sangat perlahan dengan nafas yang masih terengah-engah.

__ADS_1


" Rapat selesai!!"ucap Agung sambil berdiri sementara Diara belum saja duduk di kursi itu.


"Mati gue!!"gumam Diara sambil tertunduk itu,sementara Agung kini langsung pergi dari ruangan itu dengan wajah yang begitu menyeramkan.


"Raa...kamu ini dari mana sih? Gara-gara kamu terlambat kami semua kena imbasnya dan asal kamu tau kami belum tau sifat asli dari direktur utama kita!! soalnya ini kali pertama dia datang langsung untuk memimpin!"ucap Marsya yang kini memegang Diara.


"Maaf kak....Tadi Diara pergi makan siang di cafe sana terus...!"ucap Diara yang belum selesai.


"Maaf mengganggu...Diara anda di panggil pak direktur!"ucap Romi yang menghampiri mereka berdua,sontak Diara pun langsung menatap Marsya dengan wajah yang begitu tegang.


"Bismillah Raa!!"ucap Marsya yang langsung mengangguk padanya.


Kini Diara pun langsung berjalan dengan tegang menuju ke ruangan itu. Wajahnya semakin memucat setelah Romi berbicara sesuatu padanya.


"Kamu harus terima semua hukuman dari tuan muda... dan saya hanya mengingatkan jangan buat dia semakin emosi dengan jawaban kamu atau kamu akan rasakan sendiri akibatnya!"ucap Romi dengan perlahan sebelum membukakan pintu ruangan itu


Sementara Romi yang melihat Agung langsung menundukan kepalanya lantas pergi kembali. Diara yang melihat tatapan nya itu langsung berdegup kencang ketakutan. Apalagi saat Agung langsung menarik tangannya lalu menutup rapat-rapat pintu ruangan itu,dia pun menutup gorden dengan hanya sekali tekan saja.


"Lo dari mana aja Diara!!"ucap Agung sambil berteriak dengan keras sehingga membuat Diara tersentak.


"Sa... Saya...."gugup Diara yang membuat Agung semakin kesal.


"Lo pikir,nyari kerja itu mudah apa? Banyak di luaran sana yang ngemis-ngemis ingin masuk ke kantor ini bahkan tidak jarang dari mereka pake uang untuk masuk!! dan Lo,Lo udah kerja disini tapi Lo seenaknya gitu!!"Ucap Agung dengan emosi yang menguap terus menerus,sehingga membuat Diara kesal.


"Ya gue minta maaf...tadi juga bukan tanpa alasan! tadi..."jawab Diara yang kini langsung terdiam sambil menahan perutnya.

__ADS_1


"Tadi apa?? Lo kemana aja tadi...."sahut Agung yang belum juga puas memarahinya,namun dia pun langsung terhenti menatap Diara yang kini memegang terus menerus perutnya. Hingga tidak lama kemudian Diara yang terus menahan emosi nya itu langsung menitihkan air mata.


"Heemmm.... Sial!! Lo sakit lagi?"tanya Agung yang mulai tidak tega,dia pun langsung memegang tangan Diara dengan perlahan namun di tepis kembali oleh Diara.


"Gue cuma mau bantu,lebih baik Lo duduk dulu!"ucap agung yang langsung memaksa Diara untuk duduk di sofa ya, Agung pun langsung mengambil beberapa alat dokter yang selalu dia bawa di tas kemanapun dia pergi.


"Buka baju Lo!"ucap Agung sambil membawa stetoskop di tangannya.


"Nggak gue nggak apa-apa...."ucap Diara yang langsung memegang bajunya,namun kali ini tanpa banyak bicara Agung pun langsung menarik baju Diara hingga akhirnya terlepas.


"Gila...Lo maksa banget,gue bilang nggak mau ya... Aaawww!"ucap Diara yang langsung kembali memegang perutnya,hingga akhirnya dia pun pasrah di periksa oleh Agung.


"Pake baju Lo sekarang dan hapus juga air mata lo!"ucap Agung sambil memberikan bajunya kembali.


Tidak lama kemudian seseorang pun datang menggunakan jas dokter lengkap dengan tas di tangannya.


"Bagaimana?"ucap seseorang yang datang ke ruangan itu.


"Dia hamil muda...dan untuk ke sekian kalinya dia sakit perutnya,tolong beri beberapa vitamin!"ucap Agung dengan wajah yang sedikit panik.


"Apa gue bisa periksa lagi?"tanya dokter itu yang merupakan teman dekat Agung yang bernama Bima.


"Lo nggak percaya sama gue Bimm?"tanya Agung sambil memicingkan mata nya.


"Iya...gue becanda kali Gung!! Ya sudah bentar... Maaf kak saya izin pegang tangannya boleh!"ucap Bima dengan sopannya sambil membawa suntikan di tangannya.

__ADS_1


"Eemmm.....saya...saya takut suntikan Dokk,bisa nggak jangan disuntik. kasih obat aja kalau bisa!"ucap Diara sambil menarik tangannya, sementara Agung yang mendengar itu langsung berjalan menuju arahnya.


*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ beri saran dan kritik nya juga ya🥰🥰*


__ADS_2