
"Maaf...kami di suruh Tuan muda untuk membawa anda!"jawab Romi dengan tegas.
"Tuan muda?? Siapa dia,maaf kalian salah orang!"ucap Diara smabil hendak menutup pintu kamarnya namun berhasil ditahan beberapa pengawalnya
"Lebih baik anda ikut kami dengan suka hati nyonya!"ucapnya sambil berusaha tetap tenang.
"Saya bilang kalian salah orang,jadi silahkan pergi?"jawab Diara dengan tegas.
"Kalau begitu tidak ada pilihan lain!"ucap Romi yang langsung memberi syarat pada pengawalnya itu.
"Kalian mau apa?? Tolong...tolong..."teriak Diara yang melihat orang itu langsung menarik paksa tangannya. Tidak ada yang menggubris teriakan Diara sama sekali,bahkan ada beberapa orang saja yang melihatnya sama sekali tidak memperdulikan nya.
Hingga akhirnya,mereka pun berhasil membawa Diara dengan paksa lalu memasukannya ke dalam mobil itu. Wajahnya mulai ketakutan kembali,semua tubuhnya tiba-tiba menjadi dingin.
__ADS_1
"Kalian siapa....jangan macam-macam!"ucap Diara dnegan suara yang sedikit terdengar gemetaran.
"Dengar nyonya....kami Tidaka kan melakukan. Apapun asalkan nyonya diam dan patuh!"ucap Romi sambil menatap tajam wanita itu.
"Siapa yang menyuruh kalian....lebih baik kalaian turunkan saya disini!!"lanjut Diara sambil berusaha membuka pintu mobil disampingnya.
"Diam!! Kalau anda tidak diam saya terpaksa melakukan sesuatu pada anda!"ancam Romi yang tidak tahan dengan tingkahnya,sontak ucapan itu membuat Diara mati kutu.
Hingga akhirnya tidak lama kemudian mereka tiba di sebuah rumah di tengah hutan. Nampaknya itu sebuah vila putih yang berdiri tegak dan sangat elegan disana. Meskipun di dalam hutan namun vila tersebut bapak terawat dan sangat mewah.
"Cepat!"ucap Romi yang berada di depannya,Diara pun langsung mempercepat sedikit langkahnya karena terkejut.
Pintu itu pun terbuka,semua barang itu nampak sangat elegan dan mewah. Terdapat beberapa guci dan vas bunga yang begitu menarik untuk dipandang. Hingga akhirnya Diara pun di masukan ke dalam sebuah kamar yang gelap sendirian.
__ADS_1
"Heyy... Maksudnya apa ini?? Buka...buka..."teriak Diara sambil berusaha membuka pintu itu dengan keras. Hingga tidak lama dari itu,lampu pun menyala dengan sendirinya. Dia menatap ke arah belakang yang rupanya terdapat seseorang yang tengah duduk menghadapnya.
"Lo!!....jadi semua ini ulah...."ucap Diara langsung terhenti saat Agung mendekat ke arahnya.
"Lo mau apa??"gugup Diara yang berusaha menjauh darinya. Hingga akhirnya dia pun tidak bisa mengelak lagi,dia langsung terpojok di salah satu ujung ruangan itu.
"Besok kita menikah!"ucap agung dengan sangat lembut sambil tersenyum licik.
"AA..apa? menikah!! Hahah Lo gila ya!"ucap Diara dengan snagat ketakutan namun disembunyikannya.
"Gue udah bilang,Lo nggak akan bisa bebas dari gue!"ucap Agung sambil memainkan rambut Diara
"Nggak!! Gue nggak mau,lagi pula gue udah bilang sama Lo...gue nggak akan pernah bertemu Lo lagi,dan gue juga nggak akan sudi menikah sama Lo!!"sentak Diara yang langsung menghindar melewati celah di bawah tangan Agung. namun belum juga lama menghindar Agung pun berhasil menarik tangan Diara kembali dengan sangat cepat.
__ADS_1
\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️❤️**\*