
"Eemmm... Bi-Bisa nanti saja gimana?"ucap Diara yang berusaha terus menerus mengatur nafasnya itu,sontak Agung pun kini langsung terhenti dan menatapnya dengan tajam.
"Ma-maksudnya... Kita... Kita lanjutkan di rumah saja! Lagian sekarang banyak berkas yang harus di tangani!"lanjut Diara yang kini berusaha menatapnya dengan tenang meskipun nampaknya dia gagal dalam urusan berakting kali ini.
"Kenapa? Aahhh,ok!! Tapi kamu harus menjamin semuanya!!"ucap Agung yang kini menatapnya sambil tersenyum kecil.
*Aduhh,apa gue salah ambil keputusan ya?? Gimana dong?*batin Diara yang kini nampaknya langsung melamun.
"Ok... Kembali kerja sekarang dan pastikan nanti malam kamu memuaskan ku!"ucap Agung kembali sambil beranjak dari tubuh Diara saat itu,hingga akhirnya kini Diara pun bisa bernafas lega untuk saat ini.
Kini pintu lemari itu pun mulai terbuka, Agung yang langsung berjalan duluan pun kini sudah ada di meja kerjanya. Sementara kini Diara pun harus merapihkan kembali pakaiannya sebelum akhirnya dia pun keluar mengikuti Agung.
__ADS_1
sementara di waktu yang bersamaan nampaknya Romi tengah terduduk diam sambil membaca beberapa berkas tambahan di rumah sakit itu. namun kali ini pikirannya pun kembali tertuju pada nama asli dari Budi Prasetyo.
"sebenarnya apa yang terjadi? mengapa namanya berbeda dengan berkas yang diberikan Ridwan tadi?"ucapnya sambil membolak-balikkan berkas itu sambil melamun.
"apa mungkin... apa mungkin orang itu berbeda?aahh... tapi tidak mungkin,karena wajahnya Sama persis dengan Budi Prasetyo yang telah membunuh Tuan besar"lanjut Romi yang kini benar-benar kebingungan.
"sepertinya kali ini harus aku ulas kembali kejadian itu! yah benar mau tidak mau aku akan melakukannya lagi.!!"gumamnya kembali yang kini langsung membereskan semua berkas-berkas yang dibuka saat itu.
Hingga akhirnya Kini dia pun menelpon seseorang dengan wajah yang begitu serius, namun sesaat orang itu menjawab kini pikiran Romi pun kembali terusik.
"halo tuan... apa ada yang bisa saya bantu!"ucap seseorang yang kini menyapanya di seberang telepon itu.
__ADS_1
"yahhh... sepertinya saya tidak jadi,lanjutkan saja misi kalian sendiri dan pastikan tidak ada masalah sedikitpun!"jawab Romi yang membuat orang itu sedikit kebingungan.
"Ba-Baik Tuan!"ucap orang itu namun kini teleponnya keluar langsung diputus oleh Romi.
"kalau gitu... mari mulai permainannya!"gumam Romi yang kini beranjak dari duduknya menuju ke luar ruangan pribadinya itu.
Nampaknya saat Romi tengah keluar para suster dan dokter sekaligus OB pun tengah beristirahat meskipun diselingi beberapa orang yang berjaga. Kini dia menjadi pusat perhatian semua orang di mana beberapa telepon memujinya dengan begitu terpukau.
"direktur baru kita rupanya tampan sekali..."gumam seseorang yang sesekali mencuri pandang nya.
"Iya bener banget lihat deh... masih muda, tampan, jadi direktur lagi! dan dengar-dengar tuh dia masih single!! gimana gak menggoda coba.."sahut yang lainnya dengan begitu antusias.
__ADS_1
"Iya bener... malahan dia juga ramah dan penyayang sama anak kecil loh... tapi katanya sih!!"jawab yang lainnya sambil tertawa kecil.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*