
"Lo bego atau bodoh sih! Lo pikir kalau Lo dikunci dari luar Lo bakalan mati di dalam? Astaga!! "Ucap Agung yang kini menurunkannya disana.
"Ya-Ya... Yakan siapa yang tau juga!"jawab Diara yang begitu gugupnya.
"Trus fungsi ventilasi dan kaca ini apa!! Udahlah... Sekarang aku tunggu di kantor, secepatnya!!"Ucap Agung yang kini membuat Diara keheranan.
"Tumben,dia sakit apa gila ya? Tumben banget pake aku kamu... Dihh najis lah!!"gumam Diara yang melihatnya pergi dari rumah itu.
Tidak lama kemudian Agung pun tiba di sana dengan santainya,namun saat disana dia pun terkejut melihat sang ibu yang rupanya sudah ada dikantor itu.
"Mamah!!"gumam Agung yang kini mendekatinya.
"Mah?? Mamah ngapain kesini?"tanya Agung yang kini merangkul ibunya itu di hadapan semua orang.
__ADS_1
"Sayang?? Kamu dari mana sih,katanya tadi buru-buru mau ke kantor tapi kok sekarang baru datang sih!"ucapnya yang kini tengah duduk di sofa tunggunya.
"Agung,tadi ada masalah kecil di jalan mah... Ya sudah kita ke ruangan Agung ya!"ucapnya yang kini langsung mengajak sang ibu kedalam ruangan pribadinya.
"Astaga Diara!! Kamu telat berapa menit coba,kamu kan masih baru disini nggak disiplin banget sih!!"ujar seseorang yang melihat Diara dengan bersembunyi-sembunyi mengarah ke meja di sana. Sontak,Sri pun langsung membalikan badannya menatap karyawan yang tengah di bicarakan itu.
*Sial!! Ada masalah apa sih gue sama Lo, lemes banget itu mulut!!*ucap Diara yang kini langsung tertunduk,sementara wanita itu hanya tersenyum licik melihat Diara seperti itu.
Sri yang melihat Diara tertunduk pun langsung menghampirinya dengan perlahan, sementara wanita itu begitu puas melihatnya yang kini di hampiri ibu dari direktur itu.
"Kamu!!"ucap Sri yang kini berada tepat dihadapan Diara,sontak semua orang pun langsung menatap mereka. Tak terkecuali dengan Diara yang sepertinya mengenali suara itu,dia pun perlahan mengangkat kepalnya.
"Ta-Tante??"jawab Diara dengan gugup, Agung pun kini mendekat ke arahnya. Pikirannya pun mulai tidak tenang melihat keberadaan ibunya yang rupanya tau dengan Diara.
__ADS_1
"Eeemmmm... Lebih baik kita bicara di dalam ya,kamu ikut ibu ke dalam!"ucap Sri yang kini memegang tangan Diara dengan lembutnya sambil menuntun dia ke arah ruangan Agung.
"Agung!! Kamu juga ikut sayang!"ujarnya yang melihat Agung terdiam menatap Diara,hingga akhirnya dia pun mengangguk dan mengikutinya dari belakang.
"Jangan bicara apapun tentang pernikahan ini!"gumam Agung yang kini mendahului Diara,sementara dia hanya menatap Agung yang kini pergi di depannya.
Beberapa orang disna pun begitu penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya di ruangan itu. Bahkan ada beberapa karyawan yang justru mengendap-endap mendekat ke arah ruangan itu,untuk lebih tau keadaannya.
"Duduk sayang!"ucap Sri pada Diara,yang langsungsung menepuk sofa di sampingnya itu,dengan gugup dia pun mulai menatap Agung yang sedari tadi memperhatikannya.
"Agung!! Kamu apa-apaan sih,kamu juga duduk disini!"ujarnya yang kini melihat wajah Diara yang begitu gugup melihat Agung. Hingga akhirnya Diara dan Agung pun langsung duduk di dekat wanita paruh baya itu.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ dan jika berkenan beri saran dan kritik nya juga 🥰🥰*
__ADS_1