
"Ya kalau emang Lo bisa diandalkan dan gesit,itu bisa aja kok!emang pada dasarnya Lo bego aja jadi nggak bisa!"ujar Marsya yang kini bersikeras.
"Lo bilang apa,gue bego!! Dengar gue bisa membongkar ini semua dan Lo tau pasti apa akibatnya!"ujar Cimeng yang kini mulai membalikan ucapannya.
*Siall!! Kalau bukan dari awal gue minta bantuan Lo,gue pasti stop dan nyari orang yang lebih bagus dari budak ini!*batin Marsya yang kini menatap ponselnya dengan kesal.
"Ya udah gue transfer uang nya lima juta tapi dengan catatan Lo harus dapat informasi nya sekarang!"ujar Marsya yang kini menyerah,sontak Cimeng pun hanya bisa tersenyum mendengarnya.
"Deall!"ujar Cimeng seraya menutup telponnya itu,namun rupanya dia pun sudah merekam semua percakapannya itu dan langsung dikirimkannya pada Bimo
"Lapor boss,itu bukti suara dengan wanita itu.. Lanjut apa yang harus saya lakukan!"ujar Cimeng yang kini langsung memberi pesan pada Bimo.
__ADS_1
"Bagus,kamu cukup jalan-jalan saja kemanapun kamu mau... Soal itu,nanti saya kabari lagi!"jawab Bimo yang kini langsung memberi screenshot dari transaksi uang yang dia berikan pada Cimeng.
"Siap boss!"jawabnya dengan singkat dan pangsgung pergi menuju tempat yang dia inginkan.
Sementara kini Diara pun telah tiba di vila Back yang sudah di share lock se elumnya oleh Agung. Meskipun vila itu menjadi saksi pernikahannya dengan Agung,namun Diara nampaknya tidak tau tentang lokasi vila itu berada. Terlebih saat itu dia datang dengan kondisi yang tidak dia inginkan sebelumnya,berbeda dengan sekarang. Kali ini dia nampaknya begitu mempelajari setiap sudut yang dia lalui untuk ke arah vila tersebut dengan sangat senang.
"Mbak,kita sudah sampai tapi sepertinya kita tidak bisa sampai depan vila nya karena dijaga ketat dari luar!"ujar supir itu yang kini menatap ke arah depan yang rupanyabeberapa orang tengah memperhatikannya.
"Halo... Orang-orang ini siapa?"tanya Diara yang kini berhasil menghubungi Agung.
"Ikut saja!"ujarnya yang kini langsung mematikan teleponnya,hingga akhirnya kini Diara pun turun dari mobil itu dengan perasaan yang sedikit takut.
__ADS_1
"Mari nona saya antar!!"ujar seseorang yang langsung menghampirinya dengan perlahan seraya menundukan kepalanya perlahan.
"Kalian suruhan Agung?"tanya Diara yang kini berjalan meskipun dengan keadaan gugup,sementara orang-orang itu pun langsung terkejut dengan ucapannya itu.
"Maaf nona muda,lebih baik anda bersikap lebih sopan pada tuan muda!"ujar pengawal itu yang kini berusaha menjawabnya,hingga akhirnya dia pun kini naik kembali ke mobil yang rupanya sudah di siapkan sebelumnya.
"Heemmm... Ngomong-ngomong kalian jangan kaku seperti ini,saya jadi takut!"ujar Diara yang kini menatap ke arah samping jendela itu,namun rupanya dia pun semakin terkejut sekaligus ketakutan setelah melihat beberapa orang yang berpenampilan sama tengah mengikutinya dari belakang mobil itu dnegan berlari perlahan.
"I-Itu... Kenapa mereka berlari!"ujar Diara yang kini menatapnya dengan perlahan mulai tenang.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*
__ADS_1