
Waktu berlanjut begitu cepat,kini kantor pun mulai kosong sehubungan dengan jam pulang. kini hanya tersisa Diara dan Agung termasuk beberapa satpam yang sudah terjaga selepas bergantinya sip malam.
"Cepat bereskan semuanya!!"ujar Agung yang kini mendekat ke arahnya.
"Kenapa? Saya kan harus kerja lembur pak jadi..."ucap Diara pun terhenti seketika saat Agung yang kini berada tepat dihadapannya.
"Sekarang cepat bereskan dan kita pulang untuk ganti baju! dan ya... Sekali lagi saya peringatkan kamu jangan berbicara seenaknya di hadapan mamah saya nanti!"ucapnya yang kini langsung berjalan menjauh dari ruangan itu.
"Issshhh... mentang-mentang bos jadi bisa seenaknya seperti itu,lagian gue juga disuruh lembur sama dia tadi bukan atas kemauan sendiri!"gerutu Diara yang kini membereskan semua barangnya.
__ADS_1
Kini nampaknya ruangan itupun langsung dikunci rapat oleh beberapa scurity yang sudah menunggu nya di depan ruangan. Wajah yang di tekuk pun kini mulai memudar menatap scurity itu.
"Maaf pak saya nggak tau kalau bapak sudah menunggu!"ujar Diara yang dengan hormatnya sambil sedikit membungkukkan badannya.
"Iya Bu tidak masalah,sekalian ini kunci ruangannya... tadi pak direktur bilang kuncinya biar ibu yang pegang saja!"ujar lelaki itu sambil memberikan kunci yang baru saja dikenakannya.
"Ahhh... ya sudah terimakasih pak,kalau begitu saya pergi duluan!"ujar Diara yang kini berjalan menjauh sambil sesekali menatap kunci itu.
"Nyonya muda... tuan muda sudah menunggu anda di mobil!"ujar seseorang yang menghampiri Diara yang sedang terdiam menatap perutnya.
__ADS_1
"Memang dia nungguin? aahhh ya sudah"gumam Diara yang kini menatap ke arah depan yang terdapat sebuah mobil terparkir di sana.
Kini Diara pun akhirnya masuk kedalam mobil itu dengan tenang,nampak lelaki berbadan tegap itu tepat disampingnya. Melihat Agung yang kini sibuk dengan ponselnya,Diara pun akhirnya bisa bernafas lega lalu kembali menyandarkan tubuhnya ke kursi itu. Namun tanpa disadari rupanya agung pun langsung menekan satu tombol yang berfungsi untuk menutup atau memisahkan bagian kursi depan dan belakang hingga akhirnya tidak dapat dilihat oleh supir.
Tanpa banyak bicara dia pun langsung menarik tubuh Diara hingga setengah pelukannya dan dengan sigap dia pun langsung mendaratkan ciumannya itu hingga membuat Diara berteriak namun tak bersuara. Kini gairah sang CEO itu sudah tak terkendali lagi,dia dengan cepat membuka baju Diara dan menarik paksa rok yang dipakai Diara hingga terlihat pakaian dalamnya itu. Diara yang menyadari itu sontak langsung memukuli lelaki itu dan memaksanya untuk melepaskan ciuman dan perilakunya itu.
''Pllaaakkkk...!"suara tamparan yang kini mendarat tepat di wajah Agung dengan keras. mendapat perilaku seperti itu, Agung hanya bisa terdiam sambil menatap tajam ke arah Diara yang kini berusaha menutup kembali baju dan rok yang terbuka itu.
"Heemmm.... "deham Agung dengan sedikit senyuman yang menyeringai.
__ADS_1
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*
#maaf beberapa bulan kebelakang tidak ada update dari cerita ini🙏 Mohon doanya untuk mendiang ayah saya,semoga beliau di tepatkan di tempat terbaik disisi Allah🤲🤲