Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 58


__ADS_3

"Tenang aja pak,saya kan temannya.. bapak juga lihat tadi kan,saya yang nunggu dia didepan panas-panasan.


"Ya sudah,kalau begitu saya titip di mbak aja ya!"ujarnya yang kini justru ditinggalkan oleh Marsya.


\*Bagus ini ide yang pass... Sorry Raa gue harus negelakuin ini demi tugas yang gue simpan selama ini"\*batin Marsya yang kini pergi kembali.


Sementara tentang foto itu,rupanya dia sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki Diara lebih dekat. Hingga akhirnya dia pun menemukan laki-laki itu yang bernama Bayu itu,hingga akhirnya dia pun mencari seseorang yang nampaknya begitu pro dalam mengedit foto.


"Pastikan semuanya seperti murni dan jangan tinggalkan jejak apapun!"ucap Marsya yang kini menelpon seseorang untuk mengedit foto itu.


"Bisa,tapi soal harga..."ujarnya yang langsung di seenggak oleh Marsya.

__ADS_1


"Lima juta untuk satu foto itu dan pastikan jangan bicara pada siapapun!"ucapnya yang tanpa basa-basi itu,sontak orang itu pun langsung menyetujuinya dan akhirnya selang sehari foto itu pun selesai dibuatnya.


**


"Apa belum kuat bukti itu!! Apalagi yang harus gue lakukan agar Diara bisa jauh bahkan jika bisa di lenyap saja di hadapan Agung!"gumam Marsya yang belum juga menyerah membuat Diara pergi dari perusahaan ini.


"Iya,kenapa gue bodoh ya... Harusnya orang itu nyari tau juga siapa ayah kandung dari anak itu dan kalau bisa dia harus datang kesini membawa Diara pergi!! Iya benar,kalau begitu aku harus menyuruh orang lagi!"lanjut Marsya yang kini beranjak pergi untuk menelpon orang suruhannya lagi.


Sementara kali ini di rumah sakit yang ditempati Ridwan pun tengah sibuk-sibuknya menangani pasien yang akan menjalankan operasi besar hari itu. Dengan wajah yang begitu serius semua dokter pun hampir ikut turun tangan melangsungkan operasi itu dengan seksama. Hingga akhirnya butuh tiga jam lebih agar operasi itu berjalan mulus sempurna.


"Semoga saja,anak ini bisa sehat kembali!"ujar Ridwan yang kini mengajak semoga dokter untuk mendoakan kesehatan anak itu.

__ADS_1


"Aminn... Kalau begitu kita bersihkan diri masing-masing dan jangan lupa doakan anak ini agar sehat kembali dengan cepat!"ujar dokter lainnya yang kini langsung mengajak mereka keluar dari ruang itu terkecuali satu dokter yang kini menangani perpindahan ruang anak itu.


"Iya,katanya rumah sakit ini sudah beralih tangan"ujar Adam yang merupakan salah satu dari dokter itu,sontak Ridwan pun mulai bertanya-tanya mengenai itu.


"Memang kenapa? Kalau soal saham itu pasti bukan masalahnya terlebih rumah sakit ini sudah di percaya di berbagai kota bahkan perusahaan pun tidak enggan memberikan uangnya untuk rumah sakit ini?"ujar Ridwan yang kini tengah melepas baju operasi nya itu.


"Nggak tau juga Ridd mungkin terjadi sesuatu,nanti kita juga tau alasannya soalnya dengar-dengar besok pemilik yang baru datang kesini!"ujar Adam yang kini langsung beranjak pergi menuju ruangannya.


"Baguslah kalau gitu,ya sudah saya mau bersih-bersih dulu!"ujar Ridwan yang kini berbelok ke arah ruangannya.


"Ok!"sahut Adam yang kini melanjutkan perjalanan nya.

__ADS_1


*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰 Sebelumnya sekali lagi saya minta maaf atas ketidak nyamanan kalian terhadap tulisan saya, insyaallah next nya akan lebih baik dan rapih kak🙏🙏*


__ADS_2