
"Eemmm.... Kak Marsya..."ucap Diara dnegan gugupnya sambil menatap perlahan ke arah Marsya.
"Sejak kapan kamu punya kakak?!"ucap Agung yang menyela pembicaraannya,sontak Diara yang mendengar itu pun langsung menoleh ke arah ya.
"Ma-maksudnya?? Aahhhh... Maaf pak tapi itu cuma panggilan saja,mungkin bentuk sopan saya sama kak..."jawab Diara yang kini menjelaskannya, sementara Marsya yang mendengar itu hanya bisa mengerutkan keningnya.
"Kalau begitu berhenti panggil kakak di hadapan saya! Kamu bisa panggil ibu karena usia dia jauh lebih tua dari kamu!"ucap Agung yang membuat Marsya merasa kesal mendengar nya.
"Dia juga bukan ibuku!"gumam Diara yang nampaknya terdengar di kuping Agung.
"Apa! Jika di beri tahu jangan melawan,sebagai hukumannya kamu kerja lembur hari ini!"ucap agung yangmembuat Diara terkejut sambil menatapnya dengan terkejut.
"Ta--tapi.... Hheeemmm... Ya sudah pak maaf,saya sedia untuk kerja lembur! Bu Marsya mari ikut ke meja kerja saya!"ucap Diara yang akhirnya pasrah lalu berjalan menuju ke mejanya tanpa permisi.
__ADS_1
"Maaf kak Marsya,habis aku bingung mau gimana lagi!"gumam Diara yang lebih mengecilkan kembali suaranya agar tak terdengar Agung.
"Hemmm ya nggak apapa Bu... Kalau begitu ini berkasnya,jika ada masalah mohon dikoreksi!"ucap Marsya yang memberikan berkas nya itu sambil berusaha menunjukkan senyumannya meski terpaksa.
Hingga akhirnya kini setelah beberapa menit,Diara pun selesai mengecek berkas itu lalu memberikannya kembali kepada Marsya.
"Ada beberapa yang saya garis bawahi kak... ma-maksudnya Bu,tolong diperbaiki secepatnya!"ucap Diara yang kini menatapnya dengan gugup,sontak Marsya yang mendengar itu pun hanya bisa mengangguk lalu pergi dengan cepat dari ruangan itu.
"Kemari!"lanjutnya yang kini menoleh menatap Diara yang terdiam,dengan langkah berat Diara pun berusaha agar tetap tenang.
"A-ada apa? apa ada yang salah lagi?"ujar Diara
"Mamah saya ingin bertemu dengan kamu nanti malam.."ucap Agung yang rupanya sedang memberi kabar pada ibunya.
__ADS_1
"Ta--tapi..."sahut Diara yang kini membuat Agung menatapnya.
"Tidak ada tapi! Dengar jangan berbicara yang tidak-tidak nanti malam,dan jangan berikan perilaku buruk apapun yang sekiranya membuat ibu saya kesal!"lanjut Agung dengan tangan yang kini mengepal di mejanya,sontak Diara pun mengangguk setuju lalu beranjak pergi kembali ke mejanya.
*Sebenarnya apa yang akan terjadi nanti! kenapa ibunya menyuruhku bertemu?*batin Diara yang kini menjadi tidak fokus berkerja.
Sementara di balik itu,rupanya Marsya pun langsung menatap ponselnya dan dengan cepat dia pun mengetik satu persatu keyboard handphone nya. Nampaknya kekesalannya itu kini sulit di kendalikan,bahkan saat salah satu karyawan menegurnya dia dengan spontan menatapnya dengan kasar.
*Sudah cukup Marsya... kali ini kesabaran Lo sudah dalam batasan! kita lihat kedepannya Agung! Lo gak akan selamat dari maut ini!*batin Marsya yang kini semakin geram sambil terus menatap ke arah depannya.
Waktu berlanjut begitu cepat,kini kantor pun mulai kosong sehubungan dengan jam pulang. kini hanya tersisa Diara dan Agung termasuk beberapa satpam yang sudah terjaga selepas bergantinya sip malam.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*
__ADS_1