
"Jangan main-main!! Cepat bangun dan makan!!"lanjut Agung yang kini menepuk lengan Diara,namun sekali lagi dia sama sekali tidak meresponnya.
"Jangan bilang Lo beneran tidur!! Aahhh.... Sial gue capek-capek buat makanan di jam segini dan Lo.... Kamu lihat saja nanti!!"ujar Agung dengan senyuman yang terlihat kesal hingga akhirnya dia pun mengangkat tubuh Diara kembali ke dalam kamar di lantai atas.
Sementara kini di waktu yang bersamaan, nampaknya Romi masih terduduk sambil menatap layar komputer di depannya itu.
"Ridwan Putralaksa Wijaya!! Nama yang bagus,namun sayang terlahir dari darah daging penipu!!"ucap Romi yang kini tengah melihat identitas Ridwan disana.
"Kita lihat nanti,apakah kamu bisa bertahan di bawah intruksi ku!!"lanjuut Romi yang akhirnya langsung menutup layar laptop nya itu lalau beranjak untuk istirahat sejenak.
Pagi pun berlanjut,matahari kini telah terbit dengan sangat indah terlihat dari vila yang kini Diara tempati. Saat dia terbangun,dia menatap seorang lelaki yang memang sudah terbiasa dia lihat. Wajahnya yang begitu tampan saat tidur,membuat Diara terhenti sejenak menatap lelaki itu dengan teliti. Melihat lekukan wajahnya yang begitu membuatnya ingin sekali mengambil itu darinya.
"Sudah puas!!"ujar Agung dengan perlahan membuat Diara terkejut.
"A-Apa... Eeemmm,kalau gitu gu-- A-Aku mandi dulu!!"uajar Diara yang begitu gugup namun dia pun langsung pergi menuju kamar mandinya.
__ADS_1
"Heemmm... Memang ketampananku tiada tandingannya!"ujar Agung yang kini tersenyum sambil memegang wajahnya sendiri,hingga tidak lama kemudian Diara pun langsung berteriak sehingga membangunkan Agung kembali.
"Kenapa??"ujar Agung yang hendak membuka pintu kamar mandi itu,namun rupanya itu dikunci dari dalam.
"Diara kenapa? Buka pintunya!"ujar Agung yang kini mengetuk keras pintu kamar mandi.
"Tidak bisa!!!"jawab Diara yang dalam keadaan setengah panik.
"Jangan bertingkah yang tidak-tidak! Cepat buka saja!!"ujar Agung yang kini ikut panik.
"Ya sudah,sekarang buka... Aku sudah bawa handuknya!!"seru Agung yang kini membuat Diara sedikit takut namun juga memang butuh bantuannya.
"Diara!!! Cepat buka,kalau tidak..."lanjut Agung sambil hendak mendorong pintu kamar mandinya itu,namun Diara pun langsung membuka sedikit pintu itu dan meraih kain yang di sodorkan Agung.
"Ini kan kemeja,bukan handuk!!"ucap Diara yang kini menatap kain itu yang ternyata kemeja putih milik Agung.
"Pakai yang ada,sebentar lagi aku masuk kedalam!!"seru Agung yang akhirnya membuat Diara langsung memakainya dengan cepat dan benar saja saat dia baru mengancingkan kemejanya itu, Agung pun langsung menerobos masuk kedalam.
__ADS_1
"Ada apa??"tanya Agung yang kini menatap Diara dengan begitu perhatian nya,sementara Diara kini berusaha menutupi begian yang sekiranya akan tembus pandang.
"Eemmm... Itu... Tunggu Dianna itu??"ujar Diara yang kini tersadar bahwa yang dia takutkan itu justru menghilang.
"Apa?? Jangan-jangan ini trik kamu,agar aku datang ke sini dan melihat milikmu?? Kalau emang benar begitu,kamu cukup minta baik-baik karena aku akan memberikannya tanpa banyak bicara..."ujar Agung yang kini menatapnya dengan sangat menggoda,bahkan kali ini dia pun membuka bajunya itu dengan perlahan.
"Apa!Tunggu bu-bukan maksud... Diam.... I-Itu!!!"ujar Diara yang kini langsung gugup takaruan melihat kecoa yang kini berjalan di atas kepala Agung. Sontak melihat wajah yang ketakutan sekaligus geli Diara membuat agung pun terpaku sambil terusa menatap Diara.
"Gi-gimana dong... Eemmm.. pake apa ya,aahh ini..."ucap Diara yang kini menatap sekelilingnya dan mendapatkan sebuah penyikat WC dan mengambilnya dengan cepat.
"Ma-mau apa??hhheehhhh..."ujar Agung yang kini berusaha untuk menghindar dari nya namun itu gagal.
"Plaakkkkk...."bunyi gagang sikat WC itu yang tepat mengenai kepala Agung,sontak agung pun berteriak dengan amat kencangnya.
\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰**\*
__ADS_1