Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 23


__ADS_3

Tidak lama dari itu Diara pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya dengan tangan hampa. Setelah membersihkan dirinya,dia pun kini beranjak kembali ke kasur nya itu sambil merebahkan diri.


"Besok kita coba lagi ya! Kamu tenang aja nanti mamah pasti usahakan semuanya untuk kamu" ucap diara sambil memegang perutnya.



sementara di waktu yang bersamaan, Agung tengah menghukum berapa pengawal nya termasuk Romi.


"Maaf tuan muda...beri kami waktu satu hari ini..kami janji...."Ucap Romi yang sedang menahan rasa sakitnya karena di pukul mentah-mentah oleh Agung.


"Ok...kalau sampai besok jam dua belas malam belum juga ketemu...jangan harap kalian bisa mencium udara!"ucap Agung yang tengah emosi itu,dia pun akhirnya meninggalkan mereka dengan amarah yang masih menguasai nya.



Kini semua orang pun disebar,termasuk Romi yang langsung turun tangan mencari nya langsung. Bahkan kali ini semua orang yang bertemu dengannya pada hari itu pun tidak lepas dari ancaman dan desakan nya. Hingga akhirnya,dia pun langsung menghubungi orang yang sudah membeli apartemen nya itu.


"Maaf tuan..tapi saya juga tidak tau,bahkan saya man transfer uangnya saja kemarin!"ucap lelaki yang tengah berlutut itu.


"Jangan bohong!! bilang sekarang atau saya tidak akan segan-segan pada anda!"desak Romi sekali lagi.


"Tunggu...kemungkinan dia pergi dari kota ini,kalau mau tau lebihnya...lebih baik kalian coba cek satu persatu stasiun kereta yang ada di dekat daerah sini!"ucap seorang wanita yang rupanya tengah menguping di salah satu ruangan disana.

__ADS_1


"Siapa anda? Dan darimana anda bisa menyimpulkan hal seperti itu!"ucap Romi yang berjalan ke arahnya.


"Tuan saya mohon lepaskan dulu suami saya...nanti saya jelaskan lebihnya!"ucap wanita itu dengan sangat ketakutan,namun akhirnya dia pun dilepaskan hingga dia pun langsung mendekat ke arahnya.


" Maaf tuan sebelumnya...percaya atau tidak,saya punya mata batin juga..dan yang saya lihat,dia memang pergi ke salah satu stasiun kereta yang jaraknya tidak jauh dari sini"ucap wanita itu yang kebetulan bisa melihat hal yang lain.


"Anda jangan bercanda dengan saya!! apa jaminannya kalau semua itu salah besar!"ucap Romi yang mulai tertawa licik.


"Saya sendiri!!"ujarnya dengan spontan,Romi pun hanya tersenyum sinis padanya dan memutuskan untuk pergi bersama beberapa pengawalnya sementara yang lainnya mengawasi mereka juga.


Rupanya tidak sulit bagi mereka untuk mengecek nama salah satu penumpang itu. Saat bertanya pada pihak tersebut,dia langsung mendapatkan informasi lebih detailnya lagi.


"Memang beda ya boss,klau punya duit dan jabatan yang tinggi...bodoh sekali wanita itu!"ujar pengawalnya yang lain,namun Romi justru langsung memasang wajah yang sangat marah dan dingin. Dia menatap pengawal itu yang sedang duduk di belakangnya.


"Bodoh!!.....ya emang dia bodoh...pasalnya banyak wanita yang mau tidur dengan tuan muda tapi dia....hahahaha...sudahlah orang bodoh ya Bodoh lah..."ucap Romi yang langsung merubah suasana disana,sontak yang lainnya pun ikut tersenyum kembali mendengarnya.


Sementara kali ini,Diara tengah bersiap untuk mencari pekerjaan baru untuknya kembali. Dengan wajah dan perasaan yang lebih fresh dan tenang dia pun mulai menyimpan beberapa lamaran di kota B itu.


"Ok selesai...kita tinggal tunggu pesan penerimaannya sayang,lebih baik kita pulang lagi aja ya!"ucap Diara yang langsung berjalan dari satu sisi ke sisi lainnya. Namun kejadian naas pun terjadi padanya,saat tengah menyebrang jalan tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang kearahnya.


"Awass!!"ucap seseorang yang langsung menarik tubuh Diara hingga akhirnya dia pun terselamatkan.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa?"tanya nya yang melihat Diara seperti menahan sakit diperutnya.


"Eemm...tidak,cuma saya...perut saya!"ucap Diara langsung terhenti sejenak ketika lelaki itu langsung menggendongnya lalu membawanya ke salah satu Bangku.


"Kamu sedang hamil?"tanya nya yang membuat Diara langsung terkejut


"Eemmm.... I-Iya..saya hamil"Jawab Diara yang gugup itu.


"Maaf sebelumnya saya kurang memperhatikan soal itu...tapi kalau di perbolehkan saya bisa bantu kamu untuk mengeceknya,kebetulan saya dokter di bidang kandungan!"ucap lelaki itu dengan sangat ramah,Diara yang mendengar itu langsung terdiam sejenak lagi.


"Tapi saya belum kenal kamu dengan baik..saya cuma takut..."ucap Diara


"Ohhh iya kamu tenang saja,saya memang beneran dokter kandungan...ini kartu identitas saya,nama saya Ridwan Fajrin..."ucap nya sambil menjulurkan tangannya.


"Ohhh iya maaf...saya kurang sopan tadi,dokter bisa panggil saya Ara atau Diara juga boleh kok"ucap Diara yang langsung menjabat tangannya.


"Panggil saya Ridwan saja dan saya panggil kamu Ara ya...oh iya bagaimana apa saya bisa memeriksa kandungannya?"tanya nya kembali,Diara pun mengangguk dan akhirnya dia pun membantu Diara untuk pulang kerumahnya sekalian memeriksanya.



\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️**\*

__ADS_1


__ADS_2