
"Di pecat?? Kata siapa kak,orang aku dari tadi ada di dalam sini!"ujar Diara sambil menatapnya dengan penasaran.
"Kamu tadi dimarahin kan sama pak direktur?"sahutnya kembali yang tiba-tiba langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
"Kaka tau darimana?"ucap Diara yang kini mulai merasa ada yang tidak beres.
"Aahhh... Itu,tadi suaranya kedengar sampai luar Raa makanya aku nanya gini sama kamu!"ujar Marsya yang kini mulai mencari-cari alasan.
"Bukannya ini ruangan kedap suara ya kak!!"jawab Diara yang kini semakin percaya bahwa Marsya sedang berbohong.
"Eemmm... Tadi pintunya terbuka sedikit,jadi kedengaran gitu. ya sudahlah ya,aku bersyukur kamu nggak di pecat Raa... Ya udah aku mau keluar dulu!"ucap Marsya yang kini gelagapan dan langsung pergi dari sana.
"Bukannya Kaka tadi masuk kesini ya?kakak mau ngapain tadi?"sahut Diara yang masih penasaran dengannya.
"Oohhh itu, tadi aku mau ngambil sesuatu dari sini... Maksudnya mau ngecek berkas yang tertinggal tadi!"ucap Marsya sambil menatap sebuah buku ditangan Diara.
__ADS_1
"Kenapa nggak diambil kalau ketinggalan kak?"sahut Diara dengan pikiran yang mulai merambah.
"Nggak jadi,soalnya aku inget ada di mejaku!"ucapnya yang tanpa basa-basi dia pun langsung luar dari ruangan itu.
Saat itu Diara pun hanya bisa menatapnya dari arah jauh seiring kepergiannya,Bahkan kali ini dia pun mulai menaruh rasa curiga padanya.
Namun setelah sekian lama dia terdiam diri,akhirnya dia pun kembali mengerjakan tugasnya dengan benar meskipun hati dan pikirannya masih bertanya-tanya. Sementara kini Marsya pun kembali ke tempat dia bekerja,nampaknya dia pun tidak kalah penasaran dengan Diara.
"Kenapa dia masih disini!! Apa foto dan buku itu belum cukup membuat dia dipecat! Sialll... Apa yang harus dilakukan lagi agar Diara di pecat dari kantor ini!"gumam Marsya yang kini kesal karena usahanya gagal lagi.
__ADS_1
**Flashback**
Setelah di suruh untuk keluar dari ruangan Agung saat Diara hendak dihukum,rupanya tidak lama dari itu Marsya pun kembali keluar dari perusahaan itu untuk membeli sebuah minuman favorit nya. Namun tepat saat dia baru saja keluar,dia pun bertemu supir taksi yang tadi di tumpangi Diara itu. Dia melihat sebuah buku tengah di pegang ya dengan erat,hingga akhir ya dia pun bertanya pada Marsya.
"Permisi mbakk... Bukannya mbak yang tadi bersama wanita yang naik taksi saya ya?"tanyanya yang kini berhadapan dengan Marsya.
"Iya pak,memang kenapa?"ujarnya sambil menatap orang tua itu.
"Boleh saya bertemu dengan orang itu lagi,soalnya bukunya tertinggal di mobil saya!"jawab supir itu.
"Ohhh,sebentar ya pak..."ujarnya yang kini hendak berbalik arah kembali.
"Eemmm... Pakk,sepertinya mbak yang tadi masih sibuk kalau boleh biar saya saja yang simpan! Nanti saya kembalikan sama orangnya!"ujar Marsya yang kini kembali berbalik arah.
"Tapi mbak,saya..."sahutnya namun dnegancepat di tangkis oleh Marsya.
__ADS_1
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*