
Kini detak jantung Diara pun berpacu setelah mendengar suara pintu yang terbuka di belakangnya. Rasa nervous pun mulai melanda dirinya lagi,bahkan detak jantung yang ada di perutnya pun mulai terdengar jelas olehnya.
*Diara tenang.... Lo udah keterima juga kok,jadi buat apa Lo nervous....lagian ini juga kesempatan emas buat Lo dan anak ini!*Batin Diara pun mulai berusaha tenang.
"Selamat pagi paa....."Ucap Diara yang langsung berbalik menatapnya,namun kali ini dia pun kembali terdiam melihat seseorang yang kini dia sapa itu.
"Loo....."lanjut Diara yang terkejut melihatnya itu.
"Silahkan duduk!"ucap Agung dengan sangat dinginnya.
"Nggak....Gue mau pulang aja, soal kontrak kita batalkan saja!"ucap Diara dengan sangat emosinya.
"Nggak bisa semudah itu Diara!! Lo udah baca semuanya kan? kalau Lo lupa biar gue bacakan satu persatu...dan dengar baik-baik!!"ucap agung yang kini menghampirinya sambil membacakan isi kontrak itu.
Hingga di salah satu kontrak itu tertulis bahwa pihaknya itu tidak bisa memutuskan kontrak terkecuali pihak utama yaitu direktur utama perusahaan yang memutusnya dan jika melanggar dia akan dikenakan sanksi sebesar lima triliun rupiah dalam waktu lima bulan.
"Gila.... Perusahaan macam apaan ini... Pokonya gue nggak mau...gue mau batalkan semua kontraknya!"ucap Diara yang amarahnya semakin memuncak.
"Kalau begitu Lo harus ikut gue ke kantor polisi sekarang! Dan ya satu lagi..Lo juga harus ganti rugi semua acara yang batal karena Lo waktu itu!"ucap Agung sambil menarik lengan Diara dengan sangat kasar.
"Nggak...Lepasin nggak..dasar kurang ajar,nggak tau malu,kenapa harus gue yang ganti rugi! itu semua kan lo yang mau juga!"teriak Diara dengan sangat kencang.
"Lo yang gak tau malu...Lo pikir gue mau nikahin Lo karena apa?... cinta...cantik?? nggak semuanya,gue cuma mau anak itu aja udah!"ucap Agung yang kini menarik tubuh Diara semakin dekat dengannya
"Ya kalau gitu kenapa harus nikah juga...lagian gue nggak akan pernah Sudi ngasih anak ini sama Lo!"ucap Diara yang berusaha memberontak.
__ADS_1
"Lo nggak kasihan apa sama anaknya nanti...dia bisa dibilang anak haram kalau Lo nggak nikah sama gue...dan itu pasti bikin dia malu sekaligus di bully sama yang lainnya!"jawab Agung yang tidak kalah emosinya.
Diara pun langsung terdiam kembali mencerna ucapannya itu. Sesekali dia menatap perutnya dengan sangat dalam.
"Ya udah ayok...kita ke kantor polisi sekarang!!"ucap Agung yang kini tengah melihat raut wajah yang berbeda dari Diara.
"Emmm...gue...gue mau!"ucap Diara dengan snagat gugup setelah berpikir sejenak.
"Mau apa? Nikah + kerja atau Lo mau ke kantor polisi?"tanya Agung yang mulai menggodanya perlahan.
"Gue...Gue mau kerja!"ucap Nayla dengan perlahan sambil menahan tangan yang di pegang olehnya.
"Gimana...Kantor..."belum selesai dia berbicara Diara pun langsung berbicara kembali.
"Nikah juga....tapi dengan syarat....gue mau kebebasan tentang apapun itu...dan setelah melahirkan gue mau cerai!!"ucap Diara
"ok...kalau begitu,besok kita menikah dan jangan sampai semua kejadian kemarin terulang lagi!"ucap Agung yang langsung melepaskan tangannya.
Dengan hati yang puas,agung pun langsung beranjak pergi ke ruang pribadinya. Namun saat hendak membuka pintu dia pun langsung berbalik arah menatap Diara yang kini sedang terdiam sambil memegang tangannya.
"Mulai hari ini Lo kerja sama gue,jadi asisten pribadi selama dua puluh empat jam non stop!"ucap Agung dengan santainya.
"Lo gila ya....emang gue robot apa,lagian juga nggak ada dalam perjanjian!"ucap Diara yang mulai terpancing kembali amarahnya.
"Itung-itung Lo Nebus semua kerugian gue...dan Lo nggak bisa nolak semua itu!"ucap Agung yang kemudain pergi.
__ADS_1
*Gila apa dia... Dan kenapa gue mau aja barusan coba!! heemmm...tapi kalau demi kebaikan anak ini,ya sudahlah mau bagaimana lagi sekarang...semoga kita dilindungi dari kekejamannya ya nakk!!*Batin Diara sambil mengelus-elus perutnya dengan sangat lembut.
Kini Diara pun langsung pergi mencari meja kerjanya di kantor itu,namun saat tengah berjalan tiba-tiba salah satu pegawai disana terus menerus memperhatikannya di setiap langkah kaki Diara.
\**Ini apaan lagi sih...perasaan baju gue nggak norak - norak banget deh... tapi kenapa wanita itu terus menatap gue!!\*Batin Diara yang sesekali menatap ke arahnya sambil tersenyum*.
"Diara!!"ucap seseorang yang begitu kerasnya,sontak Diara pun langsung terkejut seraya mencari-cari sumber suara itu.
"Maaf mbak...silahkan ke ruangan utama pak direktur!!"Ucap seseorang yang menegurnya sambil menunjukan arah.
"Gila...pak direktur ganteng banget ya...kok kita baru pertama lihatnya,memang dia kemana ya selama ini??"Tanya seseorang yang sedang asik mengobrol dengan rekan yang lainnya itu.
"Nggak tau juga aku...tapi sumpah dia ganteng banget apalagi badannya sangat proporsional...xixixi"seru yang lainnya sambil tertawa kecil.
"Kalian sedang apa!! kerja yang benar nanti ada saatnya untuk mengobrol!!"ucap orang yang kini mengajak Diara pergi.
"Ohh iya Diara...perkenalkan nama saya Marsya Nada,kamu boleh panggil saya apa saja!!"ucap wanita itu yang langsung menyodorkan tangannya.
"Iya kak..aku Diara Putri Anggraeni,kakak juga bisa panggil aku apa saja"sahut Diara yang langsung menjabat tangannya,sementara Marsya pun hanya tersenyum padanya.
"Ya sudah kamu masuk sana dan jangan bertindak yang kurang sopan sama pak direktur!!"ucap Marsya yang langsung mempersilahkan Diara masuk sementara dirinya pergi kembali.
__ADS_1
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️*