
"Jangan nagis mah... Yang penting mamah sekarang udah nggak sakit lagi,dan ya ....mamah juga pasti sudah memaafkan ayah kan... mamah tenang aja Agung pasti menjaga suami dan anak Agung nanti!"ucap Agung sambil mengusap air matanya.
"Iya mamah sudah ikhlas juga...kamu harus janji sama mamah ya!"ucap Sri yang kemudian mengajaknya ke dalam rumah.
〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️
Pagi pun menjelang,kini Diara tengah bersiap-siap kembali untuk pergi ke suatu tempat menemui seseorang. Hingga akhirnya dia pun tiba di salah satu taman yang rupanya sudah di tunggu oleh orang itu.
"Maaf pak saya terlambat..."ucap Diara sambil membungkukkan badannya perlahan.
"Iya nggak apa-apa neng.... oh iya soal apartemen itu sudah ada yang berani menawar tapi cuma sampai 500 juta!"ucap bapak-bapak itu.
"Apa nggak bisa naik lagi pak...kan apartemen milik saya luas dan juga itu masih tergolong baru juga!"ucap Diara.
__ADS_1
"Ya sudah... nanti bapak bantu lagi cari yang mau ya... emang kamu mau pindah kemana nanti,disini kan katanya sudah nyaman!"ucap bapak-bapak itu dengan ramah.
"Ya gimana lagi pak....sekarang saya juga sudah bosan di sini mungkin saya sekalian mau pindah kota!"ucap Diara sambil termenung sejenak.
" Saya cuma bisa doakan yang terbaik buat Eneng saja... semoga ada rezekinya nanti,kalau begitu bapak nggak bisa lama-lama. nanti jika ada yang lebih bapak kabari Eneng lagi ya..!"ucap bapak itu sambil kembali pergi.
"Makasih pak!"jawab Diara,kini Diara pun sedang terdiam disana sendirian.
\**Mungkin ini jalan terbaik sayang! Kita harus pindah keluar kota saja ya,kamu jangan rewel ya!\*batin Diara sambil mengelus-elus perutnya*.
"Hemmm..... Nyerah juga Lo!"ucap Agung sambil menatap handphone miliknya.
Namun,saat itu tiba-tiba pikirannya kembali pada ucapan sang ibu. Dengan ekspresi yang berubah drasitis,kini dia pun menatap ke arah foto itu kembali.
__ADS_1
"Selanjutnya bagaimana Tuan.."pesan dari Romi.
"eemmm........ temui bapak-bapak itu dan beri harga sesuai dengan keinginannya!"ucap Agung yang langsung menutup telponnya.
"Ba... Untung tuan muda,kalau bukan...gue bunuh ni orang!"ucap Romi yang melihat isi pesannya itu.
Kini Diara pun pulang dengan biasanya,namun kali ini dia tidak tampak sedih atau pun kesal. Kini nampaknya Dia Sudah mulai terbiasa dengan semua ini. Hingga tidak lama kemudian,dia mendengar ada seseorang yang tengah mengetuk pintu kamar itu dengan sangat keras.
"Tunggu sebentar!!"ucap Diara yang beranjak mendekat ke arah pintu.
"Lo...Lo mau apa lagi kesini!"lanjut Diara yang terkejut melihat Agung yang tengah berada di depan pintu itu, sementara Agung dengan cepat dia pun langsung masuk ke dalam ruangan itu.
"Ternyata ini rumah Lo....Ya..lumayan lah..Tapi.." ucap agung sambil memperhatikan barang sekelilingnya.
"To the points...Lo mau apa! bukannya Lo sendiri yang gak mau ketemu gue,tapi sebaliknya justru Lo sendiri yang datang ke sini sekarang!" ucap Diara dnegan kesal.
__ADS_1
\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️**\*