
"Bagus... Suruh dia datang kesini!"ujar Romi yang kini langsung menutup teleponnya itu. Hingga akhirnya,beberapa menit kemudian seseorang pun mengetuk pintu itu dengan perlahan.
"Masuk!"ucap Romi yang kini berada didalam itu,dan benar saja dugaannya, orang-orang itu pun langsung masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa berkas yang ia bawa.
"Jadi bagaimana??"ujar Romi yang kini menatap ke layar di depannya
"Saya benar-benar tidak tau apa yang anda lakukan sebelumnya, sampai-sampai semua yang bekerja sama dengan saya langsung pergi begitu saja! Kali ini saya akan menjual rumah sakit itu tapi saya harap janji Yang anda berikan tadi akan di lakukan dan pastikan rumah sakit itu tetap berjalan!"ujar orang itu yang kemudian memberikan berkasnya di depan Romi.
"Anda tenang saja,saya masih punya hati tentang itu... Uang itu sudah saya siapkan di dalam,jika masih ragu silahkan di hitung terlebih dahulu!"ucap Romi yang kini menyodorkan koper besar di hadapan orang itu. Meskipun dengan berat hati namun dia berusaha menerimanya dengan tenang dan ikhlas.
"Saya percaya dengan anda... Kalau begitu saya pamit sekarang?"sahutnya yang kini mengajak Romi berjabat tangan lalu beranjak pergi.
__ADS_1
Hingga tidak lama dari itu dia pun langsung pergi dari tempat itu. Rupanya tempat yang dia duduki saat itu adalah tempat yang dia sewa sehari itu dengan harga yang tentunya bukan main dengan alasan yang memang dia atur lebih baik dan teliti. Hingga akhirnya dia pun tiba di tempat dimana Agung tengah duduk di sana.
"Tuan muda!!"ujar Romi yang kini berada di sampingnya.
"Duduk!"ujar Agung yang kini langsung memberikan segelas air yang memang dia pesan.
"Terimakasih tuan... Ini berkas dari rumah sakit itu dan semuanya telah selesai diatasi!"ujar Romi yang kini menyodorkan berkas itu pada Agung,dengan senyuman yang tersirat di wajahnya dia pun mengangguk bangga padanya.
"Dengar Romi!! Saya mau kamu yang mengurusi rumah sakit ini dan pastikan anak itu ada di bawah kamu!"ucap Agung yang kini memberikan berkas itu lagi padanya,sontak Romi pun menatapnya dengan keheranan.
"Saya kasih semua saham itu untuk kamu, Ya mungkin itu bisa dibilang sebagai hadiah untuk kamu... Tapi saya ingin kamu buat anak itu tersiksa!"ucap Agung yang dengan santainya menjawab.
__ADS_1
"Ta-Tapi tuan... Ini terlalu mahal,dan saya tidak bisa menggantinya!"ucap Romi yang kini menatapnya perlahan.
"Sudahlah,saya bilang buat kamu ya buat kamu dan ini perintah!"ujar Agung dengan keras kepalanya,hingga akhirnya Romi hanya terdiam saja.
"Diara sedang apa tadi?"tanya Agung kembali.
"Diam di dekat meja anda tuan!"jawabnya dengan jujur.
Sementara di waktu yang sama setelah Romi pergi, Kini Diara pun hendak duduk di mejanya namun saat itu tiba-tiba pintu ruangan itu pun terbuka dengan perlahan. Dengan penasaran dia pun mulai mendekat ke arah sana dan tiba-tiba dia pun terkejut karena mendapati Marsya yang juga mengendap-endap berjalan menuju ruangan itu.
"Kak Marsya!! astaga aku kaget banget kak!"ujar Diara yang kini memegang dadanya.
__ADS_1
"Diara!! Bukannya kamu udah di pecat ya sama pak agung!"ucap Marsya yang spontan membuat Diara hanya menyerinyit.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik nya juga dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*