Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 82


__ADS_3

Rupanya percakapan mereka pun terdengar jelas di kuping Romi, namun kali ini pujian itu membuat Romi muak meskipun apa yang mereka ucapkan itu semuanya benar di matanya.


"kalau istirahat lebih baik diam atau mungkin bisa menghabiskan waktu untuk makan dan lain sebagainya!"ucap Romi yang sontak membuat orang-orang itu tertegun namun juga terpesona dengan tingkahnya itu.


"Ba-Baik pak!"jawab seseorang dengan gugup, hingga akhirnya kini Romi pun melanjutkan perjalanannya kembali dengan santai.


"Ruangan Ridwan di sebelah mana ya?"ucap Romi yang kini berbalik menanyakan ke bagian resepsionis yang kebetulan orang-orang yang tengah bergunjing tadi.


"Di sana pak... Di dekat ruang ICU,tepatnya di sebelah kanan!"Ucap orang itu yang sedikit bergetar.


"terima kasih, lanjutkan istirahatnya sebentar lagi!"ucap Romi yang kini membuat orang itu salah tingkah dengan ucapannya itu.

__ADS_1


Kini Romi pun berjalan kembali menuju tempat yang ditunjuk orang itu sambil menatap kearah sekelilingnya. Hingga akhirnya, Kini dia pun tiba tepat di depan ruangan itu dan sesekali dia pun menengok ke arah kaca yang tepat berada di samping pintu itu.


Namun rupanya,kedatangan Romi pun dilihat oleh Ridwan yang sama-sama menengok ke arah kaca itu. Dengan cepat Ridwan pun langsung berlari membukakan pintu ruangannya itu.


"Ada apa pak? apa.. ada yang bisa saya bantu?"ucap Ridwan yang kini menatapnya namun juga memberikan rasa hormat.


"Tidak... Saya cuma mau berkunjung dan melihat ke ruangan ini!"ujar Romi yang kini dipersilahkan masuk dan menatap kearah sekelilingnya dengan anggukan kecil menyertainya.


"Kamu tidak beristirahat?"ucap Romi yang kini menatapnya.


"Sudah pak! bapak sendiri bagaimana?"jawab Ridwan dengan sopan nya sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"Saya tidak lapar, oh ya... menurut kamu bagaimana rumah sakit ini?"ucap Romi kembali sambil menatap fokus ke arah foto yang memang diletakkan di atas mejanya. sebuah foto yang di dalamnya terdapat tiga orang,di antaranya seorang wanita dan seorang pria tua serta anak kecil yang kira-kira masih berusia 1 tahun atau lebih.


"Bagaimana gimana pak? ya Kalau menurut saya sih ini sudah memenuhi syarat untuk penerimaan layanan rumah sakit pada umumnya tapi saya juga punya sedikit kendala pak!"ujar Ridwan yang kini berusaha memaknai ucapannya.


"kendala apa-apa soal ketersediaan alat di rumah sakit ini?"tanya Romi kembali yang akhirnya di angguki oleh Ridwan.


"Iya pak,sebenarnya saya juga sudah memberi saran ini pada direktur yang sebelumnya namun rupanya saran itu kurang disetujui oleh Nya! padahal rumah sakit ini rasanya sudah mampu membeli alat itu pak!"ucap Ridwan yang kini serius dengan ucapannya itu.


"Memang apa yang diperlukan?"jawab Romi dengan santainya sambil menatapnya.


"salah satu contohnya untuk pelayanan radiologi menyangkut CT Scan, MRI dan MSCT 128 Slices Dual Sources pak! Itu alat yang memang canggih dan sebaiknya harus dimiliki rumah sakit ini juga!"ucap Ridwan yang kini merasa sangat bersemangat membicarakan hal itu.

__ADS_1


*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*


__ADS_2