
Dengan cepat Diara pun langsung bangkit kembali untuk keluar dari ruangan itu bersamanya. Bahkan kali ini nampaknya Diara pun memegang baju Agung dari arah belakang sambil menatap kanan kirinya.
"Kenapa?Disini tidak ada hantu!"ujar Agung yang kini menarik lengan Diara hingga akhirnya mereka pun berjalan berdampingan keluar.
"Kata siapa, dimana-mana juga banyak yang namanya hantu,jin,setan! Bahkan manusia juga bisa menyerupai setan!!"ucap Diara dengan spontan nya membuat agung tersenyum kecil mendengarnya.
"Kenapa? Emang benar kok,manusia sekarang bahkan bisa menggoda yang lainnya dengan berbagai macam cara seperti halnya setan yang nyari mangsa!"ucap Diara kembali sambil menatapnya dengan sungguh-sungguh,sontak Agung pun hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam.
"Ya sudah lah... Cepat kerja lagi,banyak yang harus dilakukan sekarang!"ujar Agung yang kini langsung beranjak menuju meja kerjanya kembali.
__ADS_1
Hingga akhirnya,kini Diara pun langsung kembali ke meja kerjanya sambil sesekali menatap Agung. Kini di sana pun tidak ada perbincangan apapun yang terlontar dari masing-masing. Namun stelah beberapa menit lamanya, handphone milik Diara pun berbunyi cukup keras sehingga Agung kini menatapnya.
"Eemmm... Izin angkat ya!"ujar Diara yang kini berdiri tepat mengarah ke Agung,belum juga ada persetujuan darinya Diara pun langsung mengangkat telpon itu lalu dia pun beranjak menjauh dari tempatnya.
"Halo... Raa, kamu kemana aja? Belum cek kandungan lagi sampai sekarang?"ujar seseorang yang tidak lain dan tidak bukan Ridwan.
"Baik kok,iya maaf soal itu! Akhir-akhir ini aku sibuk terus,eemm... kamu gimana kabarnya?"jawab Diara yang kini tersenyum kecil menghadap ke luar jendela.
"Kenpa Raa? kamu lagi kerja ya,maaf ganggu kamu kalau gitu?"ujar Ridwan yang kini menyadari jam baru saja menunjukan pukul setengah sebelas siang.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa,kalau gitu kita ngobrolnya nanti lagi ya!"sahut Diara yang tanpa mendengar jawabannya langsung mematikan handphone miliknya itu.
Sontak Diara pun langsung berjalan kembali menuju mejanya dengan cepat. Bahkan dia pun hendak menabrak meja yang tepat untuk berkerjanya itu. Hingga akhirnya kini mereka pun langsung fokus kembali mengerjakan semua tugas ya dengan cepat dan teliti.
Waktu berjalan terus,kini nampaknya waktu pun bergulir dengan cepat. Jam dua belas siang pun menanti,dimana Diara pun memutuskan untuk beristirahat di luar kantor itu tanpa di ketahui Agung.
"Apa gue telpon lagi Ridwan ya? kayaknya harus deh,gue harus minta maaf soal yang tadi!"gumam Diara yang kini berada di salah satu cafe yang letaknya tidak jauh dari kantor ya itu,setelah menunggu beberapa lama telponnya tersambung akhirnya Ridwan pun mengangkat telpon itu sambil meminta maaf duluan.
"Raa... maaf ya soal tadi,dan maaf juga telat jawabnya!"ucap Ridwan yang kini nampaknya tengah beristirahat di dalam ruangannya.
__ADS_1
"Iya nggak apa-apa,harusnya aku yang minta maaf! Soal tadi itu..."ujar Diara dengan suara yang perlahan.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya "My Soldiers Badtrayed Me"like and comment juga ya 🥰🥰*