
"Bagus,berarti kamu memang pintar dan berkompeten! Disini saya akan mengecek data-data yang sebelumnya saya dapatkan tentang kamu,kamu tenang saja semuanya juga sudah melaksanakan hal ini!"ujar Romi yang berusaha menggali lebih dalam tentangnya.
Nampak terlihat jelas,bahwa Ridwan kali ini tengah kebingungan terlebih saat mendengar ucapannya itu. Hingga akhirnya dia pun menyetujui hal itu lalu mengangguk dengan perlahan sambil menatap Romi tanpa rasa takut.
"Tapi sebelumnya disini saya cuma melihat ada perbedaan tentang dokumen yang kamu beri dan informasi yang saya dapatkan tentang kamu. Jadi disini kamu bisa menjelaskannya dengan jujur,kita mulai!"ucap Romi yang kini menatap berkasnya itu dengan sangat meyakinkan
"disini terdapat perbedaan tempat kelahiran,disini di jelaskan kalau kamu itu lahir di kota F lalu pindah ke kota ini sedangkan disini kamu hanya menjelaskan bahwa kamu tinggal di kota ini secara langsung!"ucap Romi yang kini membuat Ridwan merasa teraneh-aneh mendengar nya.
__ADS_1
*Bukanya itu tidak penting? kenapa dia menanyakan hal tidak berguna itu? atau mungkin.... Ahhh mungkin saja dia ingin tahu jangan berpikir yang aneh-aneh Ridwan!!*batin Ridwan sambil terus berpikir.
"Iya pak,sebelumnya saya lahir dan besar disana namun karena satu dan lain hal saya harus pindah!"jawab Ridwan yang membuat Romi mengangguk perlahan.
"Pernyataan kedua,disini ditulis bahwa nama orang tua kamu berbeda dengan berkas yang kamu bawa. disini nama ayah kamu bernama Budi Prasetyo tapi di dalam berkas yang kamu berikan itu bernama Budi Prasetyo Adiwijaya jadi mana yang benar?"ucap Romi yang begitu penasaran dengan hal ini,bahkan sebenarnya ini merupakan salah satu hal yang pokok untuknya.
"kata siapa,ini sangat penting!! jangan anggap sepele dengan hal ini,kamu bisa saya pecat Dandi pastikan tidak bisa masuk ke rumah sakit manapun jika kamu membedakan nama ayah kamu!"ucap Romi yang memberikan penjelasan yang tidak masuk akal baginya.
__ADS_1
"maksud saya,ini juga penting untuk penilaian sekaligus data pribadi bagi pekerja-pekerja di perusahaan saya. Jadi ini bukan main-main!"ucap Romi kembali yang kini menatapnya dengan berusaha tenang.
"Aahhh... saya mengerti pak,cuma Aya belum siap menjelaskannya sekarang jika bisa dan di perkenankan mohon beri saya waktu untuk menjelaskannya!"ucap Ridwan yang kini menatapnya sambil menggenggam erat jarinya dengan perlahan.
"Baik kalau gitu,nanti saya panggil kamu lagi lain waktu dan kamu harus menjelaskannya pada saya! "ucap Romi yang akhirnya mengalah,dia pun langsung menyuruh Ridwan untuk keluar terlebih dahulu dan meminta yang lainnya untuk bergantian mengenalkan dirinya.
*Tenang Romi,perlahan tapi pasti! Sikap kamu barusan terlalu berlebihan jangan buat dia curiga!!*batin Romi yang kini menatap kepergian Romi.
__ADS_1
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya"My Soldiers Badtrayed Me"And "This is Not puppy love"jangan lupa tinggalkan jejak juga dengan like and comment nya🥰🥰*