Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 29


__ADS_3

"Raa,kemarin Lo kemana aja sama pak direktur?"ucap seseorang yang memberanikan diri bertanya.


"Eemmm... memang nya kenapa?"jawab Diara yang awalnya merasa gugup namun akhirnya dia pun bisa membalikan pertanyaan itu.


"Wahh parah... kalau ditanya itu di jawab bukan malah nanya balik!!"ucap wanita yang berada di sebelahnya itu.


"Emang salah ya! Gue juga nanya jadi Lo harus jawab juga!"ucap Diara dengan nada yang mulai kesal.


" Dasar!! Baru juga kerja disini tapi ngomongnya udah selangit!!"Ucap yang lain begitu julitnya.


"Heemmm... kalian sedang apa,cepat kerja bukan ngobrol terus!"ucap Romi yang baru saja menghampiri mereka semua,hingga akhirnya mereka pun membubarkan diri masing-masing tak terkecuali Diara yang hendak pergi.


"Diara!! Anda di panggil ke ruangan pak direktur secepatnya!"ucap Romi yang menahan langkah Diara,dia pun berbalik menatap Romi yang begitu berbeda.


"Baik!!"ucap Diara dengan lemas nya dan langsung menuju ruangan itu.


Hingga tak lama kemudian dia pun tiba di ruangan itu dengan ekspresi yang kurang sedap di pandang. Sementara Agung kini tengah menatap layar laptop nya itu.


"Ada apa pakk?"ucap Diara dengan nada kesalnya,sementara Agung langsung menatap Diara yang begitu murung.


" Kamu itu sekertaris pribadi saya! jadi stay terus di dekat saya,jangan kemana-mana tanpa disuruh!"ucap Agung yang kini menatap dirinya dengan sangat tajam.


"Iya pakk,maaf.."ucap Diara yang langsung mendekat ke arahnya.


"Mau apa disini!"ucap Agung yang menatap Diara di sampingnya.


"Katanya suruh berada di dekat bapak...ya saya langsung kesini lah!"ucap Diara yang kini menatap dirinya yang begitu dekat dengan Agung.


"Haaahhhh.... kamu bisa berada di manapun asalkan tidak jauh-jauh dari saya!"ucap Agung yang langsung menundukan kepalanya.


"Ohh!!"desis Diara sambil beranjak ke sofa di depannya.


Hingga akhirnya beberapa menit pun berlalu begitu saja,Diara pun mulai kebosanan berada di ruangan itu.

__ADS_1


"Emang gue nggak punya kerjaan apa disini?" gumam Diara sambil membolak-balikkan kertas dihadapannya.


"Tugas Lo itu mudah,cukup diam selama gue suruh!"jawab Agung yang rupanya mendengar dia bergumam.


"Tapi kan disini saya kerja,tapi kok nggak disuruh apa-apa ya?"ucap Diara yang kini mendekat ke arahnya lagi.


"Udah Baik Lo diem biar nggak kecapean...ya sudah kali ini semua jadwal lo yang atur!"ucap Agung yang kini langsung menelpon seseorang. Hingga tidak lama kemudian Romi pun datang menghampirinya sambil membawa catatan kecil di tangannya.


"Diara!! ini semua jadwal pak direktur selama disini mohon di ingat baik-baik dan jangan sampai ada kesalahan sedikit pun disini!"ucap Romi sambil memberikan catatannya itu sementara Diara langsung mengambil buku itu dengan senangnya.


"Akhirnya gue bisa kerja yang sebenarnya!"ucap Diara sambil menatap buku itu,sementara Agung yang menyaksikan itu hanya menahan senyuman di wajahnya.


Hingga akhirnya,tiba saat nya untuk jam makan siang kali ini. Diara pun melihat jadwal yang ada di buku itu dengan teliti namun untungnya tidak ada hal yang istimewa saat jam makan siang itu.


"Saatnya makan siang!!"ucap Diara sambil membawa tasnya menuju arah luar,namun langkahnya pun terhenti kembali setelah mendengar dehaman dari arah belakang.


"Kenapa?"ucap Diara yang kini membalikkan arahnya.


"Kamu mau kemana?"tanya Agung yang menatapnya itu.


"Temani saya makan!"ucap Agung yang langsung bangkit menghampirinya.


"Nggak!! ini salah satu cara buat saya bebas dari anda pak... jadi mohon pengertiannya!!"ucap Diara yang berterus terang padanya.


"Apa kamu bilang! Bebas!! de..."ucap Agung yang mulai tersulut emosi lagi.


"Ya kan gue udah bilang,gue mau bebas juga termasuk saat jam makan di kantor ini!"sahut Diara yang memotong pembicaraan nya Lulu pergi tanpa pamit darinya.


"Hemm... Lumayan juga ni cewek!"gumam Agung yang menatap Diara pergi.


Sementara kini Diara langsung pergi menuju sebuah rumah sakit tempat Ridwan berkerja. Di sana nampaknya Ridwan tengah menantikan Diara di depan lobi rumah sakit itu.


"Raa...saya kira kamu nggak jadi,soalnya tadi saya chat kamu tapi nggak di jawab!"ucap Ridwan yang langsung menghampiri ya dengan sangat ramah yang sontak membuat beberapa perawat disana langsung terfokus padanya.

__ADS_1


"Itu siapa,kok dekat banget sama pak Ridwan?"ucap perawat lainnya yang sedang bergunjing.


"Nggak tau..tapi cantik sih kalau misalnya dia pacar beneran ya pak Ridwan ya lumayan lah daripada cewek itu tuh yang slalu ngejar pak Ridwan tapi gagal terus!hahaha"sahut yang lainnya sambil menatap Juli yang merupakan salah satu dokter disana juga.


"Iya sih...tapi nggak ikhlas banget gue,lebih baik sama gue ya kan?"jawab yang lainnya yang di akhiri dengan tawaan juga.


"Ya sudah,mari masuk ke dalam Raa!"ucap Ridwan yang sambil menuntun Diara menuju ruang pribadinya.



Tiba disana mereka pun langsung mengawali pemeriksaannya terlebih dahulu,hingga tidak lama kemudian mereka pun langsung keluar kembali dari ruangan itu.


"Alhamdulillah kalau baik-baik aja,ohh iya Raa..kamu belum makan ya,gimana kalau kita makan dulu?"usul Ridwan sambil memberikan kertas hasil pemeriksaannya.


"Alhamdulillah... ya sudah ayoo!"ucap Diara yang langsung setuju,mereka berdua pun langsung berjalan menuju cafe yang kebetulan tidak jauh dari rumah sakit itu.


"Iya Raa... gimana kerjanya,enak nggak?"tanya Ridwan yang kini membuka pembicaraan saat mereka makan.


"Enak kok Ridd... Itu pedes nggak?"tanya Diara yang menatap makanan Ridwan.


"Ahhh....nggak kok,kamu mau? ambil aja nihh.."u ap Ridwan yang menyodorkan makanan nya itu,dengan sangat cepat Diara pun langsung menggambil sedikit makanannya itu dan langsung memakannya dengan lahap.


"Gimana...enak??"tanya Ridwan yang menatapnya dengan sangat ramah.


"Enak...enak banget malah,maaf ya Ridd aku jadi yang makan duluan!"ucap Diara sambil menatap nya dengan senyuman yang tersirat itu.


"Nggak apa-apa Raa..santai aja!"jawab Ridwan yang kini mengelap ujung bibir Diara.


"Thank you....ohh iya aku nggak bisa lama-lama, soalnya hari ini ada meeting di kantor!"ucap Diara yang kini rupanya sudah selesai makan.


"Mau aku antar Raa?"ucap Ridwan sambil membereskan makanannya.


"Nggak usah,aku bisa sendiri... ya sudah ya Ridd,makasih sekali lagi..baybay..."ucap Diara sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1



\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE, AND, VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️❤️ dan jangan lupa beri saran atau keritikan juga🥰🥰**\*


__ADS_2