Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 15


__ADS_3

Diara pun berusaha mengambil kesempatan itu meskipun dalam keadaan yang lemas. Dia mencoba berlari ke arah kamar mandi dan menyiram dirinya menggunakan shower di atasnya. Semakin lama dia pun akhirnya terduduk di kamar mandi itu sambil menangis terisak-isak.


"Mamah....ayah....aku kotor sekali saat ini! Aku nggak kuat Mahh.."teriak Diara dengan air mata yang tertutupi air dari shower itu.


Hingga akhirnya,dia pun berusaha lebih tenang dan memutuskan untuk keluar kamar mandi itu dengan pakaian yang baru ia kenakan lagi. Dia menatap Agung yang masih tertidur di atas kasurnya yang terbalut selimutnya.


"Dasar bajingan!! Gue harap nggak akan bertemu sama Lo lagi!! Semoga Lo dapat karma dari Tuhan!!"gumam Diara sambil menitikkan air matanya.


Malam semakin larut,Diara pun kini mulai mengantuk kembali. Dia pun kini tengah duduk di sofa itu,sambil menekuk tubuhnya,hingga tidak lama dari itu dia pun mulai tertidur meskipun dengan hati yang masih was-was.


Pagi pun menjelang, Agung kali ini terbangun lebih awal dan betapa mengejutkan dirinya melihat tubuhnya kini tanpa berbalut busana.


"Ahhh..sakit! Ini dimana??.....sial,wanita itu..."ucap agung sambil beranjak dan mengenakan pakaiannya lagi..

__ADS_1


Saat hendak pergi,agung pun melihat Diara tengah tertidur dengan posisi menekuk di sofa itu. Tampak dari raut wajah Diara yang masih ketakutan dan taruma.


"Sial....kenapa harus terjadi lagi!"ucap agung sambil menatap wajah Diara yang terdapat tanda memar itu. Nampaknya suara Agung pun membangunkan Diara yang baru saja terlelap kembali setelah terjaga semalaman.


"Lo...."ucap diar sambil berusaha mudur kebelakang dan menarik satu buah bantal disampingnya.


"Dengar!! Lo nggak akan bebas dari gue!!"ucap agung yang berusaha mendekatinya lagi, sementara Diara hanya berusaha memalingkan pandangannya itu.


Kini Agung pun memutuskan untuk pergi dari rumah itu sambil membenarkan dasi miliknya.


"Tapi tuan...bagaimana soal apartemen itu?"tanyanya yang tidak lain adalah Romi


"Batalkan semua! Urus saja surat itu!"tegas Agung membentaknya.

__ADS_1


"Ba-Baik tuan muda"jawabnya yang langsung dimatikan oleh Agung.


Sementara Diara pun langsung terdiam mendengar ucapan itu meskipun kini otaknya tengah memikirkan itu. Dia pun tidak luput dari ingatannya semalam dan waktu pertama mereka bertemu. Wajahnya pun mulai berubah kesal dan marah kembali,namun apalah dayanya saat ini. Tidak lama dari itu,bunyi handphone miliknya pun berdering.


"Apa benar pak? Baik..saya kesana segera!"ucap Diara yang antusias mendengar omongan itu. Dengan cepat Diara pun langsung mengganti pakaiannya dan langsung meluncur ke tempat yang sudah di rencanakan sebelumnya.


" Loh pak...katanya ada yang mau membeli apartemen saya...tapi bapak kok sendirian?"tanya Diara yang baru tiba di tempat itu.


"Eemm... duduk dulu neng!...sebenarnya bapak mau minta maaf sebelumnya..."ucap bapak itu sambil ber gelagat tidak nyaman dan bersalah.


"Ada apa pak?? "Tanya nya kebingungan.


"Aduhh...saya beneran minta maaf neng,semalam ada yang berminat membeli rumah Eneng..tapi...aduh neng,tapi tadi dia bilang di batalkan!.."ucap bapak itu sambil merasa bersalah.

__ADS_1


*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️*


__ADS_2