
Sementara disisi lain nampaknya Agung pun tengah berada di kantor yang kebetulan sudah masuk jam kerjanya,disana dia terus memperhatikan sikap Marsya yang kebetulan searah dengan ruangannya. Meskipun dia menatapnya terus-menerus itu tidak akan disadari olehnya,kerena rupanya kaca dan ruangan itu di beri sentuhan yang cukup memukau siapapun yang mendengarnya. pertama ruangan itu pastinya kedap suara,bahkan teriakan sekeras apapun tidak akan terdengar dari arah luar,kedua semua sistem di ruangan itu sangat canggih namun itu hanya di ketahui oleh pemimpin asli dari perusahaan bahkan beberapa CEO atau direktur yang dia percayai sebelumnya untuk memimpin saja tidak mengetahui kelebihan dari ruangannya itu dan ketiga kaca di ruangan itu di disain sedemikian rupa agar biasa melihat ke arah luar dengan jelas namun dari arah sebaliknya itu akan buram menatap ke arah dalam.
Bahkan di ruangan itu pun tidak ada yang tahu bahwa lemari disana menyimpan sebuah dokumen dan beberapa pelengkapan penting disana,terkecuali Diara dan beberapa bodyguard khusus yang tau akan hal itu.
Di balik itu nampaknya kali ini Agung pun mulai terusik dengan pikirannya tentang Marsya. Hingga akhirnya kini dia pun menelpon Bimo yang merupakan kepercayaannya untuk mengatasi masalah Marsya yang kini mulai mengusik kehidupannya.
"Halo,bagaimana? apa sudah ada perkembangan tentang Marsya!"ucap Agung yang kini menyimpan handphone miliknya di atas meja.
"Sedikit demi sedikit sudah mulai terkuat tuan, bahkan kali ini saya tengah berbicara dengan Cimeng tuan!"ucap Bimo yang kini nampaknya tengah berada di sebuah tempat yang tidak terlalu ramai dikunjungi,sontak mendengar itu Agung pun langsung berpikir sejenak lalu menyuruhnya untuk memberikan handphone miliknya pada Cimeng.
"Saya ingin bicara dengan dia!"ucapnya yang kini membuat Bimo memberikan handphone miliknya itu.
__ADS_1
"saya takut boss!"gumam kecil Cimeng yang nampaknya terdengar di telinga Agung,namun kali ini dia pun berhasil di bujuk hingga akhirnya dia pun mau mengangkatnya.
"Halo Tu-Tuan... Saya Cimeng!"ucapnya sambil menahan rasa gugupnya.
"Ya... Kamu mau uang? Saya bisa kasih kamu uang sebanyak dua puluh juta sehari asalkan kamu bisa diandalkan!"ucap Agung yang tidak tanggung-tanggung membuat Cimeng kehausan mendengarnya.
"Du-Dua Puluh juta sehari!! Saya mau tuan,saya siap melakukan semua tugas dari tuan dengan benar,saya mau tuan!"ucapnya yang membuat Bimo langsung tersenyum pekik mendengarnya berbicara.
"Mati?? Tapi saya janji tuan,anda bisa percaya dengan saya... Saya akan menuruti semua perintah boss Bimo tuan,saya janji!"ujarnya yang membuat Bimo langsung menatapnya dengan pelik.
"Bagus,berikan kembali handphone nya!"ucap Agung yang kini membuatnya lebih tenang.
__ADS_1
"Siap boss!"ujar Bimo yang kini mdnagngkat kembali handuk nya.
"Kamu sudah dengar kan!! Jalankan tugas dengan benar,saya beri waktu seminggu ini dan pastikan semua itu terbongkar dengan spektakuler!"ucap Agung yang kini di angguki Bimo.
"Kamu tenang saja,jika kalian berhasil membongkarnya selama smeinggu saya kasih Hadian untuk kalian!"lanjut Agung yang membuat Bimo kehabisan kata-kata.
"Baik tuan!!"sahutnya yang kini lansgung di akhiri oleh agung.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*
#Untuk jadwal peng-update an cerita,sesuai janji tiga episode perhari yaitu di jam 6-10 untuk episode pertama dan kedua serta di jam 3-5 untuk episode ketiga. jadi jangan lupa jam ya kak🙏🙏berlaku mulai besok
__ADS_1