
Rupanya telepon itu dari Ridwan,dia begitu panik karena sudah lama tidak mengabarinya. Bahkan kali ini dia pun mengingatkan Diara untuk mengecek kandungannya kembali saat ini.
"Iya Ridd... Kalau sekarang gimana?aku lagi istirahat juga disini!"ucap Diara sambil berjalan menuju taman di kantor nya itu.
"Ini kan baru jam sebelas siang? Tapi ya sudah,aku tunggu sekarang Raa!!"ujarnya dengan senang hati,hingga akhirnya kini Diara pun langsung pergi dari kantor itu menuju rumah sakit yang kini di tempati Ridwan. Butuh beberapa me or untuk tiba disana,berhubung kali ini masih jam kantor maka jalanan pun masih sedikit lenggang.
"Raa!!"ucap seseorang yang kini melihat Diara baru saja turun dari taksinya,sontak Diara pun langsung menoleh kearahnya dengan senang,bahkan dia pun melambaikan tangannya dnegan sangat ringan.
"Apa kabar Raa?? Aku dari kemarin terus kepikiran sama kamu,soalnya aku chat kamu kemarin tapi nggak di read-read juga!"ucap Ridwan yang kini berbincang sedikit di luar rumah sakit itu.
__ADS_1
"Baik Ridd,apa iya? Tapi di handphone aku nggak ada motif dari kamu loh! "Sahut Diara yang kini langsung menatap ke arah handphone miliknya itu dan menunjukan ke pada Ridwan agar tidak ada salah paham.
"Kok bisa ya? Ya sudahlah,lebih baik kita ke ruangan saya sekarang!"ucapnya yang kini langsung mengarahkan Diara ke dalam sana,rupanya lagi-lagi semua orang pun menatap langkah Diara dan Ridwan yang terlihat dekat sekali. Bahkan beberapa suster yang ada disana pun nampaknya tengah iri dengan kedekatan mereka.
"Raa,kita cek sekarang aja ya biar kita bisa lebih lama bicaranya"ucap Ridwan yang kini membawanya ketempat pemerikasaan,setelah beberapa menit di periksa rupanya keadaan kandungannya cukup membaik bahkan bisa dibilang tidak ada kesalahan sedikit pun dalam kandungannya itu.
Sementara di waktu yang sama kini Agung pun tengah memeriksa semua data mengenai orang yang dikabarkan anak dari penipu itu. Disana dia melihat sebuah foto yang kini membuatnya lebih kesal terlebih rupanya anak itu sudah berhasil menjadi seorang dokter di rumah sakit A itu.
"Beli semua saham rumah sakit itu,dan pastikan hari ini selesai semua!"ujar Agung dengan nada liciknya sambil menatap ke arah foto itu dengan seksama lalu menutup telponnya itu.
__ADS_1
"Baik tuan"ujar Romi yang kini langsung menutup telpon nya yang sudah di tutup sebelumnya oleh Agung.
"Siapkan semua yang di perlukan,kita berangkat sekarang!"ujar Romi yang kini menelpon seseorang disana.
Sementara kini Diara pun tengah berbincang dengan Ridwan di salah satu kantin rumah sakit itu berhubung kali ini sudah tepat untuk makan siang.
"Kamu harus makan sayuran Raa supaya janin yang ada di kandungan kamu sehat selalu!"ujar Ridwan sambil memberikan sayuran yang ada di makanannya ke piring Diara.
"Tapi Ridd,aku beneran nggak mau makan itu... Lebih baik kamu saja yang makan!"ujar Diara sambil meletakan kembali sayuran itu pada piring Ridwan. Sontak semua orang yang tengah ada disana pun saling memandanginya dengan tatapan iri.
__ADS_1
"Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️Beri saran atau kritik nya juga dan yang pasti baca ceritaku yang lain🥰🥰*