
"Dengar! Sikap kamu itu bisa membuat orang mati sia-sia! Lagian aku memang tunduk sama kamu cuma tadi hanya memberi rasa kasihan pada mereka!"ucap Diara yang kini menatapnya yang masih saja dalam kondisi setengah marahnya.
*Heemmm... Baru kali ini! Sekarang kamu akan jauh lebih sulit untuk pergi di kehidupanku karena kamu sendiri yang sudah memilihnya!!*batin Agung setelah mendengar ucapan Diara barusan. Hingga akhirnya kini dia pun langsung memutuskan untuk pergi duluan tanpa berkata apapun pada Diara.
Sontak Diara yang melihat itu langsung acuh tak acuh,dia pun langsung pergi mengambil tasnya yang kebetulan lupa dia bawa saat turun tadi.
"Kalian tidak apa-apa?"tanya Diara yang kini melihat beberapa orang tengah membersihkan toilet di dalam kamar itu,namun nampaknya ada beberapa orang yang terlihat terisak-isak seperti sudah menangis.
"Tidak nona,terimakasih anda menyelamatkan kami barusan!"ujar salah seorang dari mereka sambil tertunduk lemah.
__ADS_1
"Tidak bagaimana! Kalau memang kalian ingin menangis,ya menangis aja jangan sungkan... Itu wajar kok,siapapun tidak akan ada yang larang juga!"ujar Diara yang nampaknya memahami perasaan mereka.
"Dengar kalian juga manusia jangan mau di tindas Mulu sama yang besar,kalian juga memiliki hak yang sama. Jadi kalau emang mau nangis atau mencurahkan kekesalan kalian it's ok dan saya benar-benar minta maaf karena hal sepele aja kalian bisa dimarahi seperti itu!"lanjut Diara yang membuat semuanya terdiam mendengar ucapannya itu.
"Terimakasih nona... Jujur anda paling pengertian,kami sangat berterimakasih nona!"ujar pelayan itu yang akhirnya menangis di hadapan Diara dengan cukup tersedu-sedu.
Sementara kini Romi pun nampaknya sedang sibuk-sibuknya mendengar perkenalan diri dari masing-masing dokter sekaligus perawat yang datang silih bergantian. Dengan wajah yang serius dia pun sesekali menanyakan ini dan itu tentang rumah sakit yang kini dia pegang. Hingga akhirnya target yang dia tunggu-tunggu sedari tadi pun akhirnya datang di saat yang tepat.
"Permisi pak,saya izin masuk!"ujar Ridwan yang kini mengetuk perlahan pintu masuk ruangan itu,sontak Romi yang kebetulan melihat kedatangannya itu pun langsung duduk dengan tegap untuk menunjukan kewibawaannya.
__ADS_1
"Masuk!!"ujar Romi dengan sangat tenang sambil membuka beberapa dokumen yang memang berada di mejanya itu sedari tadi.
"Duduk!"lanjut Romi yang melihat Ridwan justru menatapnya sambil berdiri,sontak Ridwan pun langsung mengangguk lalu duduk dihadapannya itu.
"Ini pak,informasi tentang saya... Dan langsung saja saya izin berbicara,nama saya Ridwan Putralaksa Wijaya Saya seorang dokter dari lulusan universitas XxXx ,dan saya sudah berkerja selama kurang lebih empat setengah tahun disini pak!"ucap Ridwan yang memperjelas dirinya.
"Lulusan universitas XxXx yang merupakan universitas ternama di bidang kedokteran! Benarkan?"ujar Romi yang langsung menatap berkas yang dibawanya barusan,sementara Ridwan pun langsung mengangguk menyetujui pernyataannya sambil tersenyum kecil.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*
__ADS_1