
Namun,tidak lama kemudian seseorang pun mengetuk pintu ruangan itu dengan perlahan. Nampak terlihat sebuah bayangan seseorang yang sedang memegang sesuatu di balik tangannya itu.
"Siapa?"tanya Agung yang kini melepaskan tubuh Diara,sontak Diara pun langsung pergi menuju meja kerjanya disana sambil merapihkan rambutnya.
"Saya Marsya pak!!"ucapnya dengan perlahan.
"Masuk!"sahut Agung yang kini sudah duduk di mejanya itu,tepat setelah Marsya masuk Diara pun langsung menatapnya dengan senyuman yang sedikit terpaksa.
"Ini pak,saya mau minta tandatangan anda tentang kontrak bersama group Kenan!"ujar Marsya sambil memberikan berkasnya itu pada Agung namun bukannya di terima, Agung pun justru menatap tajam ke arah Marsya dengan dalam.
*Gue salah apa nih!! Apa jangan-jangan...*batin Marsya yang kini mulai cemas dengan kebenarannya.
__ADS_1
" Kamu disini sebagai apa?"tanya Agung dengan nada ketusnya sambil terus menatapnya.
"Sekertaris pak!"jawab Marsya yang mulai gugup mendengarnya.
"Sekertaris siapa!!"sahut Agung dengan nada yang mulai tinggi,sontak mendengar itu Diara pun langsung mengerti lalu menghampirinya dengan perlahan.
"Kak!! Berkasnya berikan pada Diara saja soalnya Diara kan sekertaris pribadinya pak Agung!"ucap Diara yang kini tepat berada di sampul Marsya yang masih tersentak itu,sementara Agung pun kini menatap Diara dengan perlahan sambil menganggukkan kepalanya.
"Kaka nggak apa-apa?? Sudahlah,lebih baik kakak minum dulu!"ujar Diara yang kini langsung menarik lengan Marsya menuju tempatnya,sambil terduduk disana. Dia pun menatap Diara dari arah jauh yang sedang mengambil air untuk ya itu dengan sangat pelik.
*Sial!! Ini semua salah Diara, moment ini sudah di rencanakan dari dulu tapi rupanya dia malah menjadi penghalang bagi ku!*batin Marsya yang kini mulai kesal pada Diara,namun seiring dengan datangnya Diara ke arahnya dia pun langsung bersikap seolah masih terkejut dengan perilaku Agung tadi.
__ADS_1
"Minum dulu kak!"ucap Diara sambil menyodorkan air minum untuknya,dia pun langsung mengambilnya dan meminum air itu dengan perlahan.
"Iya makasih Raa... Mungkin ini teguran buat aku nantinya tapi baru kali ini aku dimarahi sama boss,ya emang sih klaau salah pasti ditegur tapi ini beda tegurannya Raa!"jawab Marsya yang kini menyimpan air itu di meja Diara,namun rupanya dia pun dengan tidak sengaja menjatuhkan gelas itu hingga menimpa berkas-berkas yang ada di meja Diara.
"Kak Marsya!!"ucap Diara sambil berusaha menyelamatkan isi berkas itu,namun rupanya beberapa berkas itu pun langsung lusuh dan tulisan itu pun langsung memudar tak beraturan.
"Raa... Gimana dong,aku-aku beneran nggak sengaja Raa!!"ucapnya yang ikut panik menatap semua itu,hingga akhirnya Agung pun sudah kembali ke ruangan itu dengan cepat. Sontak Marsya dan Diara pun langsung terkejut melihat itu,hingga akhirnya dengan berbagai alasan Marsya pun langsung keluar meninggalkan Diara sendirian menghadapi masalahnya
Agung pun menatapnya dnegan wajah yang sangat kesal,terlebih ketika Diara sedang memegang kertas yang sudah basah kuyup itu.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ ikuti juga akun ku kak dan iya mohon di lihat juga ceritaku "My Soldiers Badtrayed Me" dan beri like and vote juga bila berkenan😁😁❤️❤️*
__ADS_1