Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 24


__ADS_3

Hingga akhirnya mereka pun tiba di ruang Diara,dengan hati-hati Ridwan pun membantunya turun.


"Silahkan Masuk dok....maksudnya Ridwan!"ucapd Diara yang sontak membuatnya tersenyum.


"Iya makasih Ara...Iya dapurnya disebelah mana?"tanya Ridwan yang baru saja mendudukkan Diara.


"Ada di pojok kiri Wann...kamu mau minum,biar aku ambilkan saja!"jawab Diara yang mau beranjak itu namun kemudian di tahannya.


"Nggak perlu biar aku aja kamu diam disini!!"ucap Ridwan yang langsung pergi,tidak lama dari itu dia pun datang kembali dengan gelas di tangannya.


"Minum dulu...Setelah itu kita mulai!"ucap Riswan sambil menyodorkan minuman itu,Diara pun menurut dan langsung meminumnya.


"Sebelumnya...suami kamu mana,saya harus izin dulu baru bisa cek!"ucap Ridwan yang sontak membuat Diara terdiam kembali.


"Suamiku..... Anak ini tidak diterima..jadi..."jawab Diara dengan gugupnya.


"Ya sudah...Aku izin sama kamu saja ya Raa!"ucapnya yang langsung diangguki Diara.


Sementara Diara yang tengah di periksa itu,disisi lain kini Agung tengah tersenyum puas mendengar berita tentangnya itu. Bahkan dia pun langsung menugaskan beberapa pengawal yang kebetulan berada di kota tersebut. Hingga akhirnya tidak butuh waktu yang lama,informasi mengenai Diara pun sudah biasa di lihat di email nya.


"Jadi dia melamar di perusahaan kita...Baguslah...terima saja dan besok saya sendiri yang akan meng interview nya!"ucap Agung yang langsung menyiapkan dirinya untuk pergi ke kota B itu


"Baik tuan muda...kalau begitu saya siapkan semuanya!"ucap Romi yang kini sedang berbangga hati.


Hingga akhirnya di jam sebelas malam tibalah sebuah helikopter yang terparkir di bukit yang kebetulan sudah di siapkan sebelumnya. Tidak terasa waktu pun berlanjut,kini helikopter itu pun sudah tiba dengan cepat di kota B.


Sementara,kini Diara yang baru saja selesai di periksa pun sudah berangsur membaik. Bahkan kali ini,Ridwan pun langsung pulang mengingat dirinya di rumah sendirian. Dia pun tidak lupa meminta nomor Diara untuk menambah silahturahmi yang lebih baik lagi.

__ADS_1


"Diara....ini nomor saya,tolong save balik!"pesan dari Ridwan yang langsung dibaca Diara.


"Siap Ridwan...oh iya makasih soal tadi"ucap Diara yang tidak lupa menambahkan hati di akhirnya.


"Tenang saja,kalau perlu kamu bisa mengecek kandungan kamu sama saya...nanti saya kasih diskon khusus buat kamu..hahah"jawab Ridwan yang sambil tertawa.


"Siap...tapi diskonnya harus seratus persen ya...xixixi"ujar Diara yang ikut tersenyum membacanya.


"Ya sudah..lebih baik kamu tidur sana,jaga kesehatan untuk anak kamu disana! Selamat malam Diara..."pesan yang dikirim oleh Ridwan pun tidak lama langsung di jawab


" Baik dokter.... kamu juga tidur biar sehat juga...malam!"jawab Nayla


Entah mengapa,baru saja sehari mereka bertemu namun rasanya Diara kini tengah nyaman berbicara dengannya begitupun sebaliknya. Kini Ridwan pun tersenyum menatap isi pesan dari Diara dengan sangat gembira,bahkan sesekali dia pun melihat photo profil miliknya itu.


Siang pun berlangsung,kini di pagi hari Diara mendapat beberapa pesan di handphone nya.


"kamu juga!"jawab Diara yang kini bersikap biasanya.


Saat itu dia pun menatap pesan dari salah satu perusahaan yang dia kirimkan lamarannya. Bahkan rupanya kali ini semua lamarannya di terima dan akan di interview hari ini juga di waktu yang berseling satu jam.


"Alhamdulillah....ini rezeki mu sedang menanti di depan sayang!"ucap Diara yang tidak kalah senang. namun saat itu, tiba-tiba ponselnya berdering kembali. Kini ada sebuah panggilan tak di kenal yang masuk ke handphonenya.


"Apa benar ini dengan Mbak Diara Puspita Anggraeni?"ucap seseorang di sebrangnya.


"Betul mbak..ini dengan siapa?"tanya nya dengan sangat penasaran.


"Saya dari perusahaan XICING,saya mau mengkonfirmasi kan bahwa anda di terima di perusahaan kami ,dan di jam delapan nanti mohon datang ke kantor untuk mendapat bingbingan sekaligus interview langsung tentang biodata anda!"ucapnya dengan sangat ramah,sontak mendengar itu Diara pun langsung kesenangan. tanpa banyak basa-basi dia pun langsung menutup teleponnya dan langsung sesegera mungkin untuk bersiap-siap.

__ADS_1


Kini waktu telah menunjukan pukul setengah delapan siang,Diara yang sangat kesenangan itu pun sudah tiba disana lebih cepat dari waktu yang ditentukan nya. Hingga akhirnya dia pun menunggu cukup lama disana,namun tidak lama dari kedatangannya dia pun langsung disambut beberapa pegawainya untuk menandatangani kontraknya terlebih dahulu.


"Bukanya tandatangan kontrak itu setelah di interview ya mbakk?"tanya Diara sambil menatap berkas itu.


"Eemmm...kalau disini tandatangan dulu kontrak ya mbakk,soalnya mbak sudah langsung di terima saat itu juga jadi mbak datang kesini sekalian langsung tandatangan!"jawab wanita itu yang terlihat kebingungan juga.


"Ohhh...tapi kalau begitu,kenapa nggak langsung telepon saya kemari aja mbakk...kan jadi merepotkan juga mbaknya!"jawab Diara yang rupanya membuat salah satu pegawai disana kesal.


"Maaf mbak...mbak mau tandatangani apa tidak,jika mau silahkan sekarang soalnya sebentar lagi interview nya akan berlangsung!"ucap yang lainnya sambil memasang wajah yang kesal.


"Iya maaf..saya tandatangani sekarang!"ucap Diara yang langsung menandatangani kontrak itu tanpa tahu isi dari itu.


Hingga akhirnya,kini dia pun di suruh memasuki ruangan yang tampaknya sepi dan kedap suara. Namun beberapa saat disana,tidak ada satu pun yang datang untuk meng interview dirinya. Sementara di ruangan depan,semua pegawai tengah berkumpul untuk melihat kepala perusahaan yang baru saja menginjakan kakinya di perusahaan nya itu.


Kali ini untuk pertama kalinya,seorang direktur perusahaan XICING menginjakan kakinya di sana. Bukan tanpa sebab,melainkan dari dulu sejak bangunan ini dibangun,semua di urus oleh beberapa orang kepercayaannya.


"Selamat pagi pak direktur..."ucap seseorang yang kini tengah menjabat sebagai CEO perusahaan itu.


"Yaa.... Dimana tempatnya?"ucap Agung sambil melangkah lebih awal.


"Mari saya tunjukkan...dan kalian semua boleh bekerja seperti biasanya!"ucap CEO itu sambil pergi mengikutinya di belakang.


"Biar saya yang meng interview nya langsung....sendirian!!"tagas Agung yang langsung menatap tajam CEO itu yang hendak mengikutinya.


"Ba-Baik pak!"jawabnya sambil berbalik arah.


__ADS_1


\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️**\*


__ADS_2