
Diara yang melihat tingkah lelaki itu hanya bisa menatapnya dengan penuh kesal sekaligus ketakutan.
"Kenapa... Kenapa kamu menampar saya!!"bentak Agung yang membuat Diara kini begitu ketakutan,bahkan supir yang berada di depan pun nampak begitu terkejut mendengar suara yang menggelegar itu.
"Sa--saya... Maaf!!"sahut Diara yang kini menundukkan kepalanya dengan perlahan, sementara Agung justru menatapnya sambil tersenyum kembali.
"Kemari!!"ucap agung sambil menepakkan pahanya dengan perlahan,dengan rasa ragu Diara yang awalnya terdiam kini perlahan menuruti perintah lelaki itu dan kemudian dia pun duduk tepat di pangkuan agung.
"Dengar jangan lakukan hal konyol lagi,kamu itu istri saya! Istri sah dan tugas seorang istri itu patuh pada suaminya!"ujar Agung yang kini bersuara lebih lembut padanya,kini ucapannya itu membuat jantung Diara berdegup dengan kencang tak seperti biasanya.
"Maaf!! Tapi ngomong-ngomong ibu kamu.."ujar Diara yang langsung terhenti seiring dengan berhentinya mobil itu.
"Maaf tuan muda,kita sudah tiba"ujarnya di arah depan mobil itu, Agung pun langsung membuka kan pintu sebelahnya lalu berjalan memutar membukakan pintu untuk Diara.
__ADS_1
"Kenapa kesini? Katanya mau bertemu ibu,tapi kenapa ke butik?"ujar Diara yang kini menatap ke sekeliling nya namun Agung sama sekali tak menghiraukan nya bahkan kali ini dia berjalan ke arah butik itu.
"Urus wanita itu!! Pastikan tidak ada yang berlebihan!"ujar Agung yang memerintah pada seorang lelaki di sana,Diara yang mendengar itu hanya bisa menatapnya dan tentunya dia tidak bisa menolaknya.
Sementara di sisi lain tampaknya Romi tengah berada di rumahnya sambil menatap ke arah layar komputer dan beberapa dokumen yang menampilkan biodata Ridwan.
"Sepertinya ini bukan hal mudah,apa aku beritahu tuan muda?... Tapi..."ucapnya yang terhenti seketika saat handphone miliknya berdering.
"Halo tuan... Saya baru saja mau menelpon anda"ujar Romi yang kini menutup perlahan dokumen nya itu.
"Ada apa?"jawab nya simple
*Apa aku beritahu saja? Tapi... jangan dulu,lebih baik aku usahakan dulu sendiri!*hatinya bertanya-tanya sendiri.
__ADS_1
"Ini soal rumah sakit tuan, saya mendapat saran dari para dokter disana. Mereka bilang ada peralatan yang memang sedari dulu ingin di beli dan harganya pun bukan main tuan!"jelasnya.
"Saya sudah bilang,rumah sakit itu jadi hak milik kamu dari saat itu. Lakukan apapun yang sekiranya akan membesarkan nama baik rumah sakit itu!"jawab Agung yang kini terlihat duduk sambil memperhatikan sekitarnya.
"Tapi tuan... saya masih belum berani bertindak sejauh ini apalagi dengan biaya yang sebesar itu, bagaimana kalau..."ucapnya yang terhenti.
"Dimana Romi yang saya kenal! kamu tidak perlu takut dengan kata rugi! lakukan yang mereka minta soal itu saya akan bantu kamu!"sahut Agung yang memotong pembicaraan nya.
"Terus bagaimana dengan anak itu? kamu sudah melakukan apa saja,ingat saya kasih kamu rumah sakit itu untuk menghancurkan dan jika bisa musnahkan dia juga tidak masalah bagi saya!"lanjut Agung yang kini kembali membahas anak penipu itu.
**Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran dan kritik jika ada yang kurang berkenan❤️❤️**
# I'm Comeback!! Maaf selama ini tidak ada kabar dari cerita ini,semoga kalian tetap betah dan yang pastinya sehat serta berbahagia selalu💐🙏🙏
__ADS_1