Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 27


__ADS_3

Kini acara itu pun berlangsung,ada beberapa orang disna yang menjadi saksi pernikahan Agung dan Diara. Hingga akhirnya,mereka pun dinyatakan sah secara agama dan negara.


"Selamat pak,semoga kalian bisa awet sampai tua!"ucap seseorang yang tidak lain adalah Romi.


"Hemm...kalian bisa pergi dan ya...Diara!!"ucap Agung yang kini berjalan pergi menuju tempat yang sudah terhias dengan bunga.


Diara yang melihat itu langsung berpikiran yang aneh-aneh,terlebih saat Agung membuka bajunya di depan Diara.


"Lo mau apa?"tanya dia dengan gugup.


"Dengar ini baik-baik! Selama Lo jadi istri gue Lo harus panggil Sayang dan selama di kantor Lo harus panggil gue dengan sopan yaitu tuan muda atau pak direktur!"ucap Agung sambil menarik tubuh Diara di pelukannya.


"Apa... Nggak,gue nggak mau ngelakuin itu semua!"ucap Diara sambil melepaskan dirinya.


"Mau tidak mau harus dilakukan!!"ucap Agung sambil mengarahkan Diara ke kasur yang kini tepat di belakang Diara.


"Iya...iya gue mau!"ucap Diara yang mulai ketakutan.


"Bagus!! sekarang Lo bisa tidur di sofa itu!"ucap Agung yang menujuk sofa di samping kasurnya itu.


*Apa!! gue tidur disana,ya kali aja cewek tidurnya disana sementara dia...dia enak-enakan tidur di kasur empuk ini!!*batin Diara sambil menatap sofa yang cukup sempit itu.


Namun apalah dayanya,dia pun langsung pergi ke sofa itu dengan kesalnya sementara Agung kali ini langsung beranjak tidur di kasur itu. Hingga akhirnya di jam dua belas malam Diara pun terbangun,kini dia menatap perutnya yang mulai bersuara dan bergetar itu.


"Kamu lapar ya??...kita cari dapur ya sayang!!"bisik Diara sambil mengelus perutnya itu,hingga akhirnya dengan perlahan dia pun keluar dari kamar itu yang rupanya tidak dikunci.

__ADS_1


"Eemmm...kita makan apa ya??"gumam Diara sambil membuka pintu kulkas itu,banyak sekali jenis makanan dan buah-buahan yang nampaknya masih segara dan bersih.


"Yang ini saja ya!!"ucap Diara sambil mengambil sebuah Apple dan dua buah mie instan,sambil menunggu mie itu matang dia pun memakan buah apel itu dengan sangat lahap di barengi dengan segelas air mineral di depannya.


"Aahhhh...akhirnya jadi juga mie-nya...selamat makan!"ucap Diara yang begitu kesenangan melihat mie yang sudah jadi itu.


Namun baru saja suapan pertama, tiba-tiba dia dikejutkan dengan seseorang yang kini berdiri tegak di pintu masuk menuju dapurnya itu.


"Sedang apa??"ucap lelaki itu yang tidak lain adalah Agung.


"Lapar!! Gue dari tadi belum makan jadinya Sekarang gak bisa tidur nyenyak!"Ucap Diara yang langsung melanjutkan kembali makannya itu.


"Makan apa itu?? Lo gila ya,Lo itu lagi hamil!! nggak baik makan mie instan kayak gini,kalau terjadi apa-apa sama kandungan Lo gimana!!"ucap Agung yang langsung mengambil makanannya itu lalu membuangnya ketempat sampah.


"Apaan sih,nggak akan terjadi apa-apa juga kok...orang gue udah biasa makan mie instan juga,lagian itu mubasir makanan tau...mana masih lapar juga!!"Ucap Diara dengan sangat kesalnya sambil menatap tajam Agung.


"Nggak,gue nggak suka makan roti...kalau buah udah tadi juga cuma ini mau makan yang berat-berat tau!"jawab Diara yang membuat Agung tertahan di posisi nya saat ini, sementara kini Diara kembali meraih mie instan di dalam kulkasnya itu.


"Sial!! ya sudah biar gue masakin telur!"ucap Agung yang kini langsung menarik Diara lalu menyuruhnya untuk duduk di kursi dapur itu.


"Pake nasi sekalian!"ujar Diara sambil menatapnya.


*Gila ini cewek rakus bener jadi orang!! Tapi mau bagaimana lagi,dari pada anak itu kenapa-kenapa!*batin Agung yang kini hendak mengambil nasinya.


"Whaatt...Nasinya nggak ada!!jadi Lo makan telurnya aja ya!"ucap Agung sambil menunjukan tempat nasinya yang masih bersih tanpa ada satu pun nasi yang menempel.

__ADS_1


"Apa!! katanya orang kaya tapi nasi aja nggak ada!! apes banget sih gue!"gumam Diara.


"Ya sudah kita masak dulu aja nasinya,Lo memangnya mau nunggu apa?"tanya Agung sementara Diara hanya mengangguk saja.


Hingga akhirnya beberapa menit pun berlalu,kini nasi itu pun sudah selesai dimasak. Namun baru saja disajikan, Agung pun melihat Diara yang kini tertidur pulas di meja makannya itu.


"Apa!! gue capek-capek buatin nasi goreng tapi Lo malah tidur seenaknya gini!!"ucap Agung yang kini mendekat kearahnya,awalnya dia berpikir untuk membangunkan Diara untuk memakan apa yang dia masak. Namun baru saja dia memegang pundaknya,Diara justru langsung berbalik ke arahnya dnegan wajah yang sangat tenang.


"Heemppp.... Bisa-bisanya dia tidur sementara gue nyiapin semua makanannya! Nggak bisalah Lo harus bangun sekarang!!"gumam Agung yang merasa kesal.


"Tapi.... Sialan,gue jadi kasihan sih!"Lanjut Agung yang ini menatap wajah Diara itu,hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk membawa Diara ke kamarnya lagi.


Perjalanan nya menuju kamar cukuplah jauh,namun berkat rumah yang canggih. Dia pun tinggal masuk ke dalam lift yang tampak samar seperti tembok pilar yang besar disana.


Tepat di dalam kamarnya,dia langsung meletakan Diara di tempat yang seharusnya dia tempati yaitu di sofa samping kasurnya. Dia pun tidak lupa menutup tubuh Diara dengan selimut yang tebal sambil membenahi rambut Diara yang menghalangi wajahnya.


"Kalau sifat Lo se polos saat Lo tidur...gue mungkin lebih tertarik sama Lo!!"Ucap Agung yang kini kembali ke ranjangnya hingga akhirnya dia pun terlelap sambil menatap Diara dari arah jauh.


Kini matahari mulai naik,Diara pun telah terbangun sebelumnya sambil menatap kaca yang menghadap keluar itu. Sementara Agung dia mulai membukakan mata ya dengan perlahan sambil melihat bayangan siluet di hadapannya itu. Dia berdiri tepat di depan sinar matahari yang masuk kedalam ruangan itu.


\*Heemm....kenapa dia beda saat ini!\*batin Agung yang kini begitu terpana melihat geraian rambut Diara yang begitu indah dan bergelombang.


"Ini jam berapa!!! Whatt...Lo kenapa nggak bangunin gue Diara!!"Ucap Agung yang begitu terkejut melihat jam yang ada di sampingnya menunjukan pukul setengah sembilan siang itu.


"Ya gue nggak tau..Lo mau di bangunin jam berapa,orang gue aja baru bangun!"Ucap Diara yang begitu santai menghadapinya,sementara kini Agung langsung beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


"Handuk!! cepat Diara!!"Ucap Agung yang berteriak dari dalam kamar mandi itu.


*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️*


__ADS_2