Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 35


__ADS_3

Kini dia pun tinggal sendirian disana,tanpa pikir panjang dia pun langsung menyegarkan diri nya lalu membaringkan tubuhnya sejenak di kasur dengan handuk kimono ya itu.


"Aahhhh... Capek juga ya,kamu nggak apa-apa kan Dee?"ucap Diara yang sambil memegang perutnya hingga tak terasa dia pun langsung tertidur pulas sambil memegang perutnya itu.


Namun beberapa saat kemudian,dia mendengar suara pintu rumahnya itu seperti ada yang membukanya. Dia pun berusaha meraih benda apapun yang sekiranya akan kuat jika nanti dipukulkan hingga akhirnya dia pun berjalan mengendap-endap menuju ke arah ruang tamu. Namun hasilnya dia sama sekali tidak melihat seorang pun masuk di dalam rumah nya itu.


"Syukurlah... Eehh tapi kok pintunya terbuka!"ucap Diara yang sekilas melihat pintu rumahnya dalam kondisi terbuka setengah.


"Lo mau kemana!"ucap seseorang yang kini tengah dudu di Sofa pojok rumah itu,sontak itu membuat Diara terkejut setengah mati terlebih cahaya di pojok sana terlihat redup.


"Lo siapa? Jangan macam-macam!"ucap Diara sambil mengarahkan sapu yang kini dia pegang,namun orang itu pun langsung beranjak mendekatinya dengan perlahan. Wajahnya begitu tersamarkan dengan cahaya yang redup dari arah itu,namun semakin dia mendapat Diara pun justru menjauh satu langkah darinya sesuai irama langkah nya.


"Lo... Tolong!!!"teriak Diara dengan spontan lalu beranjak mudur dengan cepat,sontak laki-laki itu pun langsung berlari ke arahnya untuk menahan tubuh Diara yang hendak terpentok meja di belakangnya.

__ADS_1


"Aaaaa.... Tolong!!"teriak Diara kembali sambil memukul tubuh lelaki itu,namun lelaki itu pun langsung menangkis dan menahan tangan Diara hingga akhirnya dia pun menjatuhkan sapunya itu.


"Lo bisa diem nggak sih!!"ucap lelaki itu yang rupanya Agung Putra Dimasta.


"L-Lo...Lo ngapain kesini sih!!"ucap Diara sambil berusaha melepaskan dirinya.


"Emang kenapa? Salah siapa Lo kembali ke sini!"jawab Agung yang kini berbalik menanya.


"Ya ini rumah gue! Jadi gue berhak kesini.. tapi Lo,Lo nggak berhak kesini tanpa izin dari gue!"ucap Diara yang kini menatapnya.


"Apa Lo bilang... Yang ada gue yang harus ngomong itu bukan Lo!"ucap Diara dengan kesalnya.


"Heemmm... Ok silahkan,Lo mau apa dari gue... Rumah? Mobil atau bahkan perusahaan? Semuanya Lo boleh miliki,tapi Lo nggak akan mampu ngurus semuanya... Jadi jangan berpikir hal yang mustahil seperti itu!"ucapnya yang kini menarik wajah Diara hingga akhirnya dia pun melontarkan ciuman di bibirnya.

__ADS_1


"Isshhh... Lepas!Lo nggak bisa seenaknya dirumah orang,lagian gue juga tau diri! Ucap Diara yang berusaha menyeka bekas ciumannya itu,namun kali ini Agung pun langsung kembali menarik tubuh Diara dan menghujani wajahnya dengan ciuman itu.


Namun bukan agung namanya jika dia tidak langsung terbawa suasana,dengan sigap dia pun langsung mengangkat tubuh Diara menuju kamarnya itu. Meskipun Diara memberontak namun dia sama sekali tidak bisa mengelak ya. Kini Diara pun langsung di baringkan disana yang masih menggunakan handuk kimono nya itu. Sontak pikirannya pun kembali tentang hal itu,dia pun berusaha untuk menutupi dirinya dengan menarik selimut yang tertindih olehnya.


"Lo mau apa? Jangan macam-macam,gue lagi hamil!"ucap Diara yang kini menatap Agung yang setengah telanjang itu.


"Memang kenapa? Justru ibu hamil itu harus di beri nutrisi agar anaknya kuat dan cepat besar!"ucapnya yang kini menatap ke seluruh tubuh Diara,dia pun tidak lupa menarik selimut itu hingga akhirnya Diara pun mulai di perlakukan ya.


"Heemmm... Lo tenang aja,gue bisa perlahan juga!"lanjut Agung yang kini membuka handuk Diara itu,dia menatap tubuh Diara yang kini hanya terbalut dengan \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* dan juga bra-nya.


"Kita mulai!"ucap Agung yang kini sudah telanjang bulat,dia pun mulai kembali mencium wajah Diara dengan sangat agresif.


__ADS_1


\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ dan jika berkenan beri saran dan kritik nya juga 🥰🥰**\*


__ADS_2