
"Nggak mau Juli maunya sama Ridwan,pokoknya Juli nggak akan nyerah kok! ini makanan buat Ridwan!" ucap Juli yang kini langsung bersemangat kembali dan langsung pergi dari ruangannya itu meninggalkan makanan yang sengaja di buat untuk Ridwan.
"Haahhh... Terserahlah,lagian kalau emang banyak yang suka kenapa harus mengejar yang susah sih! Juli,Juli!"gumam Ridwan yang kini menatap bekal yang sudah di siapkan Juli tadi.
Sementara kini Diara pun langsung beranjak kembali ke kantornya dengan santai,terlebih kini masih ada waktu untuk beristirahat. Namun,baru juga tiba nampaknya Marsya pun langsung menarik Diara dengan cepat menuju ruangan Agung.
"Kenapa sih kak?"ucap Diara yang kini benar-benar tidak tahu maksud darinya.
"Dari tadi kamu nggak ngecek handphone apa? pak Agung terus-menerus nelpon kamu loh!"ucap Marsya yang kini nampaknya tengah panik sendiri.
"Apa iya?? Memang kenapa sih kak??"ucap Diara yang masih saja belum mengerti apapun hingga akhirnya saat tepat berada di dalam ruangan Agung, nampaknya dia pun tengah menatap layar laptop miliknya itu dengan sangat serius,hingga saat Diara masuk kini dia pun langsung menatapnya dengan kesal.
__ADS_1
"Marsya kamu keluar!"ucap Agung yang kini membuat Marsya langsung keluar.
"Eemmm.... Ini ada apa?"ucap Diara yang berusaha untuk tidak panik.
Namun kali ini nampaknya dia pun langsung mendekat ke arahnya dengan cepat sehingga membuat Diara kehilangan rasa tenangnya.
"Cepat masuk ke dalam!"ucap Agung yang langsung berjalan ke arah lemari itu yang sudah perlahan terbuka,sontak Diara pun langsung masuk ke dalam sama bersamaan dan seperti biasanya
"Sebenarnya ada apa?"ucap Diara yang nampaknya begitu ketakutan setengah mati,namun saat itu Agung pun langsung berjalan menjauh darinya sehingga membuatnya kebingungan sendiri. Hingga tidak lama kemudian,rupanya Agung sudah ada di belakangnya.
"Apa? Siapa apa? Aku nggak negrti!!"ucap Diara yang kini tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya.
__ADS_1
"Jangan pura-pura tidak tahu!! Siapa yang kamu telpon tadi,ingat kamu cuma milikku dan selamanya kamu tidak bisa bebas dariku!"ucap Agung yang membuat Diara gelagapan.
"I-Itu kan privasi... Bukan berarti kamu bisa tau semuanya!"ucap Diara yang kini berusaha untuk tidak menjawabnya sama sekali.
"Heemmm... Ok kamu boleh merahasiakan itu semua tapi kamu harus memuaskan ku kali ini!"ucap Agung yang kini membuat tubuh Diara bergetar ketakutan.
*Sial kenapa di mulai lagi!! Apa lebih baik jujur saja,aahhh tidak Diara jangan gegabah!! *batin Diara.
Hingga akhirnya kini tubuhnya pun mulai di rebahkan di atas kasur yang jaraknya tidak jauh dari posisinya sekarang. Dengan perlahan Agung pun menggerayangi tubuh kecil Diara itu dan sesekali dia pun menciumi perut Diara dengan sangat lembut. Bahkan sempat beberapakali dia pun menempelkan kupingnya dengan perlahan di area perut Diara.
"Eemmm... Bagaimana ada yang datang?"ucap Diara yang berusaha mengatur nafasnya itu dengan perlahan.
__ADS_1
"Tenang saja!"gumam Agung yang kini membuat Diara menggeliat kembali setelah kupingnya itu di cium dengan sangat lembut.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*