Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 31


__ADS_3

Diara terus memperhatikan suntikan yang ada di tangan dokter itu hingga dia tidak sadar bahwa Agung kini tengah memegang tangannya dengan perlahan.


"Dengar di suntik itu tidak sakit!! Paling seperti di gigit semut kecil saja!"ucap Agung sambil menjabat tangan Diara.


"Tapi gue dari dulu nggak mau di suntik dan gue beneran nggak mau di suntik!"Ucap Diara yang membuat Bima langsung menatap serius Diara dan Agung.


*Gila ni cewek kerja disini apa bukan ya... baru denger gue cewek yang segitu kasarnya sama Agung! Biasanya juga mereka pada lemah lembut malah mereka rela di pegang sama agung!! Menarik sih!!*Batin Bima sambil menatapnya.


"Benar kata Agung itu nggak sakit paling kayak di gigit semut kecil saja... Ini demi kebaikan buah hati kakak nya!"ucap Bima yang langsung tersadar setelah Agung menepuk pundaknya.


"Nggak.. Nggak mau pokoknya!"ucap Diara yang masih kekeh.


"Gini Lo lihat gue...Lo percaya sama gue kalau di suntik itu nggak bakalan sakit!!"ucap agung sambil mengisyaratkan Bima untuk mengambil kesempatan itu.


"Lo nggak tau kalau gue itu beneran takut sama suntikan!"ucap Diara sambil menatap kasar Agung yang kini duduk di sampingnya itu.


"Iya gue paham...gue juga dulu gitu tapi setelah gue tau ya nggak apa-apa kok,emang ada apa yang mati gara-gara di suntik? nggak kan!"ucap Agung sambil berusaha mengalihkan pandangan Diara sementara Bima kini melancarkan aksinya untuk menyuntik Diara.


"Ada kok...banyak yang di suntik trus nggak lama kemudian mati!" sahut Diara yang tidak mau kalah bicara.


"Iya lah orang mereka di suntik mati! lah kalau Lo cuma di suntik vitamin aja Raa!"ucap Agung yang kini merasakan tangan Diar mulai mencekram lebih keras.


"Sudah!!"ucap Bima sambil mengangkat suntiknya sambil tersenyum sementara kini Agung langsung melepaskan tangan Diara


"A-Apa... Udah apa?"ucap Diara dengan gugupnya sambil menatap suntikan itu.


"Nggak sakit kan!! Makanya jangan terlalu overthinking jadi orang!"ucap Agung yang kini berjalan menuju kursinya lagi.


"Isshhh...orang gue takut ya harus gimana lagi coba!"gumam Diara sambil menatap lengannya itu yang kini sudah di balut kapas.

__ADS_1


"Istirahat dulu ya,nanti jangan lupa minum vitaminnya satu hari sekali!"ucap Bima yang langsung memberikan sebotol vitamin,sementara kini Diara hendak bergerak duduk.


"Udah di bilang istirahat malah mau pergi!"ucap Agung yang langsung berjalan ke arah Diara.


"Ya gue...saya mau istirahat pakk!"ucap Diara yang langsung melirik ke arah Bima yang sedang menatap mereka.


"Ikut saya!!"ucap Agung yang kini membawa Diara ke ruangan khusus di belakang perpustakaan di ruangan itu sementara Bima yang ikut membantu nya begitu terpukau dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Gila ini keren banget Gung.... Apa orang disini tau soal ini?"tanya Bima sambil melirik kanan dan kirinya dengan begitu terpesona.


"Nggak! Cuma kita bertiga yang tau saat ini..dan gue harap Lo nggak akan membocorkan hal ini semua Bimm,kalau sampai lu bocor..Lo tau sendiri akibatnya apa!"ucap Agung sambil menatap tajam Bima.


Hingga akhirnya Diara pun langsung di tidurkan di atas kasur yang rupanya begitu rapih dan bersih. Diara yang menatap sekelilingnya pun begitu terpesona sampai-sampai dia tidak sanggup berbicara terlebih kali ini Diara merasa sangat letih hingga tidak lama kemudian di pun tertidur.


"Efeknya sudah mulai terasa!"ucap Bima sambil menatapnya.


"Iya Gung...memang hubungan kalian seperti apa? kenapa kelihatannya Lo begitu khawatir sama dia!"tanya Bima yang kini langsung duduk di ruangan itu.


"Maksud Lo apa? Gue khawatir ya karena dia lagi mengandung,Lo bisa bayangin kalau nyokap Lo dulu kayak gitu gimana? nggak tega juga kan,apalagi dia masih muda!"ucap Agung yang begitu Pasih dalam berbicara.


"Iya juga sih!!... Tapi yang gue lihat beda Gung!!"lanjut Bima yang masih penasaran.


"Sekali lagi Lo nanya soal itu,lebih baik Lo pulang sana!"ucap Agung yang kini mulai merasa tidak nyaman.


"Iya...Iya sorry daahh....Ohh iya,Lo dari kapan pindah ke sini?"tanya Bima kembali.


"Baru-baru ini!"jawab Agung dengan simple nya.


"Parah sih,ini perusahaan udah di bangun sejak sepuluh tahun yang lalu sama almarhum ayah lo...tapi untuk kali pertamanya Lo datang kesini!"ucap Bima sambil menatap sebuah foto yang terdapat di meja Agung.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang membuat gue kesini dan Lo nggak perlu tau soal itu!"ucap agung sambil mengambil foto mendiang ayahnya itu.


"Ya udah.... ohh iya gue mau pulang aja kalau gitu,jangan lupa kasih obat dia dengan teratur sehari sekali ya!!"ucap Bima yang kini langsung pergi dari kantornya itu.


Tidak lama kemudian dia pun langsung menelpon seseorang untuk membelikan dia makanan dan beberapa buah-buahan segar untuk nya. Hingga tidak perlu membutuhkan waktu sepuluh menit,semua makanan pun sudah tersusun rapih di ruangannya.


"Di dalem kenapa sih?"ucap pegawai disana yang kebingungan dengan para pengawal direktur itu.


"Nggak tau,tapi kenapa harus pengawalnya yang bawa ini itu...kenapa nggak si Diara aja,kan dia sekertaris pribadinya pak direktur!"sahut yang lainnya.


"Lo nggak lihat apa tadi ada dokter Bima datang... Mungkin Diara sakit apalagi dia kan lagi hamil!"ucap yang lainnya sambil terus mengawasi ruangan itu.


"Iya gue heran...Kenapa pak direktur Nerima wanita hamil buat kerja padahal selama gue kerja disini nggak boleh tuh Nerima wanita hamil!!"sahut yang lainnya yang begitu penasaran,hingga akhirnya mereka pun langsung di kejutkan oleh Romi yang baru saja tiba di sana.


" Kalian sedang apa!!"ucap Romi dengan tegasnya menatap mereka.


" Kerja! kita mau kerja kan?"jawab salah satu dari mereka sambil berusaha meraih benda apapun didekatnya.


" Yang benar Kerjanya!"Ucap Romi sambil pergi menuju ruangan itu.


Sementara kini di ruangan agung,semuanya sudah tersusun rapi di ruangan itu. Bahkan kali ini semua orang disana di suruh pergi langsung dari ruangan itu dan kini Agung pun langsung masuk kembali ke dalam ruangan rahasia miliknya itu.


"Gue dimana?"ucap Diara yang rupanya sudah bangun itu,dia sedang melihat-lihat sekeliling nya dengan sangat penasaran.


"Kantor!! Lo lapar nggak?"tanya Agung sambil mendekat ke arahnya.


"Eeemmmm....lumayan sih,tapi nggak!gue nggak lapar!"ucap Diara yang justru berjalan mudur.


*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran dan kritik nya juga kak🥰🥰*

__ADS_1


__ADS_2