
"Iya nggak apa-apa Raa,kalau gitu kapan mau cek Lagi?"sahut Ridwan yang langsung memotong pembicaraannya.
"Nggak tau juga,sekarang sibuk Mulu!"jawab Diara yang kini sambil memakan pesanannya itu.
"heemmm... Ya udah kalau ada waktu dan sebenarnya sih harus meluangkan waktu buat cek kesehatan bayi nya Raa. Nanti telpon aja aku ya!"ujar Ridwan yang paham dengan kondisinya.
"Siap!! Kamu nggak istirahat? Makan gitu?"ujar Diara yang kini menanyakan di luar topiknya itu.
"Ini lagi istirahat Raa,kalau makan sih belum mau!"sahut Ridwan sambil tersenyum kecil. Namun,baru saja hendak menjawab Diara pun mendengar suara seseorang yang sepertinya masuk ke dalam ruangan Ridwan.
"Sayang.... eehh kok sayang sih,Maaf ya Ridd ni mulut suka nggak kejaga!"ucap seseorang itu yang terdengar sangat jelas,sementara kini Ridwan pun menatapnya dengan tatapan yang sedikit aneh.
__ADS_1
"Raa..."ujar Ridwan yang kini langsung memalingkan perhatiannya.
"Iya... sorry Ridd,aku lagi nginget-nginget suara itu! Kayaknya aku kenal tapi di mana gitu"ujar Diara yang kini tersenyum-senyum sendiri.
"Ihhh... Kok Juli malah di cuekin sih, Ridwan jahat banget sih!"ucap seseorang itu yang kini mengingatkan Diara.
"Bukan gitu Juli,tapi saya sedang menelpon seseorang dan kamu jangan ganggu dong!"sahut Ridwan yang kini menjawabnya,sontak saat itu Diara pun langsung tertawa cukup nyaring sehingga terdengar jelas di sambungan telponnya itu.
"Dogan!! Apaan itu?"gumam Diara yang kini berpikir cukup keras.
"Apaan sih Jull,ini privasi saya kamu nggak perlu tau itu,,, Lagian apa coba Dogan?"sahut Ridwan yang kini langsung menjauhkan dirinya juga.
__ADS_1
"Masa gak tau sih, Dokter Ganteng kuhh!"ucap Juli yang sontak membuat Ridwan dan Diara tersedak secara bersamaan.
"Ridd... eemmm,kalau gitu kamu urus dulu dia ya dan aku juga sekarang mau masuk kerja lagi. See you next time!"ucap Diara yang langsung mematikan handphone miliknya itu,sontak Ridwan pun langsung menatap Juli cukup tajam.
"Juli... Gimana ya,haahhh... Juli jujur Saya udah bilang ini beberapa kali dan saya harap setelah saya bilang ini lagi, kamu bisa berhenti mengejar-ngejar saya!"ucap Ridwan yang kini langsung menyuruhnya untuk duduk di kursi.
"Saya benar-benar tidak tertarik sama kamu dan jujur saja saya juga belum mau pacaran sama siapapun!"ucap Ridwan yang kini merubah raut wajah Juli yang awalnya senang menjadi muram.
"Kenapa nggak nyerah aja sih Ridd,kamu nggak capek apa di kejar-kejar terus Juli! Nanti kamu nyesel Lo nggak mau sama Juli,padahal ya Juli kan sama cantiknya mana pinter dan ya banyak kok yang ngantre buat bisa pacaran sama Juli!"ucap Juli yang kini menundukan kepalanya dengan sangat berat hati.
"Bukan maksud gitu Jull,memang kamu cantik kok karena wanita itu cantik dan nggak ada yang jelek juga.. Cuma ya saya nggak mau pacaran aja sama kamu dan kalau emang banyak yang mau jadi pacar kamu lebih baik dan saran dari saya sih kamu terima saja!"ucap Ridwan dengan memegang pundaknya itu.
__ADS_1
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*