
"Maksudnya?? Jangan bilang Lo jual rumah itu!!"ujar Diara yang kini berusaha melepaskan diri namun gagal kembali.
"Ya sudahlah,uangnya tetap kamu yang punya dan sekarang kamu cukup tinggal disini berasama ku!"sahut Agung yang kini memeluknya semakin kencang.
\**Gila apa ini orang!! Seenaknya aja jadi orang,emang dia pikir gue nggak susah payah apa nyari duit buat beli rumah!!Tapi kayaknya gue harus memanfaatkan ini juga,karena bagaimana pun anak ini harus dibiayai!\*batin Diara yang kini semakin kesal namun dia pun tidak bisa bertindak apa-apa*.
"Ok... Aku mau tinggal disini tapi tentu ada syaratnya!"ucap Diara yang kini berusaha mengarahkan pandangan Agung padanya.
"Apa!"sahut Agung dengan mimik muka yang tenang.
__ADS_1
"Satu,aku mau kebebasan dalam hal apapun! Dua,jangan paksa apapun kalau aku tidak mau!ketiga,eemmmm.... Vila ini harus atas namaku!"ujar Diara yang menahan rasa takutnya saat membicarakan syarat yang ketiganya itu,sontak tanpa di duga-duga Agung pun langsung bangkit dan menarik tangan Diara sampai berhadapan dengannya.
Dengan tatapannya yang begitu kasar dan tajam,membuat Diara pun menelan ludahnya sendiri namun dia berusaha untuk melawan rasa takutnya itu. Hingga akhirnya, Agung pun langsung mendekat ke arahnya dengan sangat perlahan.
" Rupanya wanita memang serakah!! Tapi it's ok,dalam sehari rumah ini akan diganti atas nama kamu dan soal kebebasan aku tidak akan melarangnya asalkan kamu jadi kucing baik untuk ku! But,untuk Nomor dua itu mustahil!!"ujarnya yang kini sangat dekat dengan wajah Diara,sementara kini badan Diara pun mulai panas dingin menatapnya seperti itu.
\**S-sial... Kenapa jadi gini!! Kenapa... Wajah dan tatapannya itu... Aahhh lupakan Diara,yang terpenting dua syarat Lo udah terpenuhi!\*batin Diara yang kini tidak karuan menatap wajah Agung*.
"Kalau begitu,sekarang kita tidur!"ujarnya yang kini langsung menarik Diara ke dalam pelukannya kembali.
__ADS_1
"Kan kamar gue..."ujar Diara yang langsung terhenti setelah Agung menatapnya.
"Ok!!"sahut fiar kembali yang kini langsung menundukan kepalanya tepat di dada Agung,hingga akhirnya kini dia pun mulai terlelap di pukannya itu.
Meskipun masih sore hari,nampaknya Diara pun cukup tertidur pulas bahkan dia pun tidak terusik dengan suara handphone milik Agung yang berbunyi cukup keras. Sementara Agung kini nampaknya tersadar dengan suara handphone miliknya itu dan dengan sigap dia pun langsung beranjak dari kasurnya menjauh dari Diara.
"Ada apa?"tanya Agung yang kini sedang berad di balkon kamar itu.
"Maaf mengganggu tuan,ini tentang Marsya!"ujarnya yang kini membuat Agung langsung penasaran.
"Bagaimana?"tanyanya yang kini berjalan menuju ke arah ruangan lain di dalam kamar itu.
"Dia tadi menyuruh Cimeng kembali untuk menyelidiki nona Diara,bahkan kini dia pun menyuruhnya untuk mengikuti gerak gerik nona tuan!"ucap Bimo yang kini nampak nya tengah serius.
__ADS_1
"Ada percakapan yang di rekamnya tuan,lebih baik anda mendengarkannya dulu. Saya sedari tadi sudah mengirimkannya untuk anda!"ujarnya yang kini membuat Agung langsung membuka pesan WhatsApp di handphone miliknya itu dan kemudian mendengarkan percakapan antara Marsya dan Cimeng tadi.
*Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ Beri saran atau kritik dan pastikan untuk mengikuti ceritaku yang lainnya 🥰🥰*