Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 48


__ADS_3

Agung pun menatapnya dnegan wajah yang sangat kesal,terlebih ketika Diara sedang memegang kertas yang sudah basah kuyup.



"Eeemmm.... Ini,ini tidak sengaja!"ujar Diara dengan gugup sambil berusaha menyembunyikan berkas itu,namun rupanya kini Agung pun langsung pergi kembali ke meja kerjanya.


"Diara!!"ucapnya kembali sambil menunjuk Diara untuk kehadapan nya sekarang,kini Diara pun akhirnya menghampiri nya dengan sangat pasrah.


"Saya.. Saya bisa jelaskan!!"ucap Diara yang langsung mendahului pembicaraannya.


"Bukan soal itu!! Tunggu sebentar!"ujar Agung yang kini langsung menghubungi seseorang,hingga tidak lama kemudian datang lah beberapa karyawan disana yang tampaknya panik.


"Selamat siang pak,ada yang bisa kami bantu??"ucapnya dengan berusaha tenang.

__ADS_1


"Kalian lihat itu!! Bereskan kembali semuanya dan pastikan tidak ada yang terlewat!"ucap Agung sambil menunjuk berkas-berkas yang ada di meja Diara,sontak mereka pun akhirnya bisa bernafas lega mendengar itu. Karena pada awalnya mereka berpikir akan ada masalah yang bisa membuat mereka di pecat kala itu.


"Baik pak,kalau begitu kami sekalian permisi!"ucapnya sambil menunduk lalu mengambil berkas-berkas itu dan dengan sangat cepat mereka pun pergi kembali. Namun tepat di setelah mereka membuka pintu itu, Agung pun kembali memanggil mereka dengan nada dingin.


"Tunggu!! Kalian itu buta atau bagaimana?? Ditangan Diara masih ada berkas yang harus diperbaiki,jadi ambil kemari dengan cepat!!"sentak Agung yang membuat karyawan itu sedikit ketakutan,hingga akhirnya mereka pun langsung mengambil berkas yang ada di tangan Diara saat itu.



Tak lama setelah mereka pergi, Agung pun mulai kembali menatap Diara dengan sangat tajam. Sementara Diara hanya bisa terdiam menunduk agar tidak salah bertingkah. Namun selang beberapa waktu, handphone miliknya pun berdering kembali namun kali ini dia pun langsung mengangkat telepon itu tanpa menjauh dari Diara.


"Kali ini kamu bisa istirahat dulu di luar!"ucap Agung setelah menutup telepon itu dan memerintahkan Diara untuk pergi beristirahat. Hingga akhirnya dengan sangat lega dia pun pergi keluar dnegan terburu-buru.


"Syukurlah ... Selamat juga!!"gumam Diara yang kini berada tepat di dekat meja Marsya.

__ADS_1


"Raa... Gimana,pak Agung marah besarkan sama kamu... Maaf ya aku beneran nggak sengaja!"ujarnya sambil berdiri dengan wajah yang begitu menyesal.


"Nggak apa-apa kok kak,justru kali ini Diara selamat. Mungkin kakak juga lihat yang tadi kan,mereka semua udah bawa berkasnya lagi dan akan di perbaiki lagi!"sahut Diara dengan nafas yang lega ditambah senyuman yang kini tersirat di wajahnya.


"Apa,kok bisa sih!!!"ucap Marsya yang begitu terkejut mendengar itu,sontak Diara pun langsung menatapnya aneh.


"Maksudnya kak??"ucap Daira yang keheranan dengan ucapannya tadi.


"Aaahhh... Maksudnya,kok bisa sih Raa padahal itu semua berkas penting"ujarnya dengan gugup sambil menatap Diara.


\*Sial!! Kenapa gini,harusnya Diara tadi dimarahi dan kalau bisa dia dipecat saat ini juga!! Kalau gini kan sia-sia gue tadi numpahin minuman itu!!!\*batin Marsya yang kini bergejolak kesal.


"Nggak tau kak,tapi aku lega sih!"ucap Diara sambil tersenyum puas,namun saat tengah berbincang kini handphone milik Diara lah yang berbunyi. Hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk menjauh dari Marsya menuju keluar sana.

__ADS_1



\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️Beri saran atau kritik juga dan pastinya cek karya ku yang sebelah ya"My Soldiers Badtrayed Me**"\*


__ADS_2