Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 41


__ADS_3

Kini mereka pun duduk secara berdampingan, Bahkan agar Diara tidak terus merasa canggung. Sri pun menggeser tubuhnya perlahan menghalangin Agung disana. Dengan perasaan yang gugup,Diara pun hanya menunduk tanpa melirik sedikitpun ke arah Sri dan Agung.



"Iya sayang,nama kamu siapa?"tanya Sri yang kini memegang tangan Diara.


"Sa-Saya??... Saya Diara Tante..."jawab Diara dengan gugup sambil terus menenangkan dirinya. Sementara Agung kini menatap Diara dengan sangat tajam bahkan sesekali dia pun mengisyaratkan agar dia bungkam.


"Agung!!"ujar Sri yang menyadari sesuatu itu.


"Apa mah?? Agung nggak ngapa-ngapain kok!"jawab Agung yang berusaha mengelak ya.


"Kamu kenapa sih sayang!! Asal kamu tau,dia ini yang mamah ceritakan waktu kejadian mamah mau dirampok itu! Makanya kamu harus berterimakasih sama nak Diara ini!!"ucaps Sri yang kini membalikan badanya menatap Agung yang kini mulai terkejut.


__ADS_1


\**Mamah!! Apa jangan-jangan Tante ini... Sial!! kenapa harus Tante ini yang jadi ibunya,gimana dong!! Kok gue jadi gugup gini sih!!\*batin Diara yang kini menyadarinya*.



"Apa mah!! Jadi wanita itu... wanita itu dia?"tanya nya dengan gugup,sementara Sri pun hanya mengangguk sambil tersenyum menatap Diara.


"Iya kamu disini jadi apa sayang?"tanya Sri yang kini langsung bertanya kembali pada Diara.


"Sa..."ucap Diara pun langsung di potong Agung yang berusaha untuk menutup rapat ucapan Diara.


"Sekertaris Agung mah,dia baru kerja disini!"ucap Agung sambil menatapnya.


"Besar kok mah,Lima juta sebulan itu pun sesuai dengan anggaran gajih di perusahaan ini!"ucap Agung yang kini masih saja ikut campur.


"Kalau gitu kamu lipatkan gajih Diara untuk bulan ini!"ujar Sri yang menatapnya

__ADS_1


"Apa Mahh?? yang bener aja dong,masa gitu nanti bisa jadi ada demo di perusahaan ini. Apalagi Diara baru aja kerja disini,nanti pada cemburu lagi!"ucap Agung.


"Nggak akan,kalau kamu dan Diara bungkam! Lagian itu sebagai tanda terimakasih mamah buat Diara,dan itu harusnya dilakukan sama kamu bukan mamah!!"ucap Sri sambil menatapnya tajam,sementara Diara hanya menjadi pendengar dia antara mereka.


"Ya sudah,gajih kamu saya dua kali lipat untuk bulan ini! Saya harap jangan sampai ada orang lain yang tau,kalau tidak saya tidak akan turunkan gajih kamu bulan ini!"ucap Agung yang sontak membuat Diara tertunduk mengerti.


"Baik pak!!"Jawab Diara yang akhirnya bisa berbicara.


"Kalau begitu,sekarang kalian bisa kerja lagi! Dan Diara, hati-hati soal kandungan kamu soalnya di usia muda itu pasti sensitif banget!"ucap Sri yang kini bangkit lalu memegang perut Diara dengan lembut.


"Baik Tante!!"sahut Diara sambil tersenyum menatapnya.


Kini Diara pun langsung keluar menuju tempat kerjanya,rupanya setelah dia tiba disana. Dia melihat sudah banyak tumpukan berkas yang harus ia kerjakan sekarang,bahkan dia pun melihat Marsya yang kini duduk di sebelah mejanya.


"Kak Marsya??"ucap Diara sambil mendekat ke arahnya.

__ADS_1



\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ dan beri saran dan kritik nya juga 🥰🥰**\*


__ADS_2