Diara Sang Simpanan CEO

Diara Sang Simpanan CEO
Episode 44


__ADS_3

Sementara kini Diara pun tengah berbicara dengan Marsya kembali. Dengan wajah yang sedikit memerah dan nafas yang cukup tidak beraturan,Diara pun menjelaskan pada Marsya yang kini bertanya padanya.



"Iya kak,aku kira nggak akan di pindahkan kayak gini!!"ucap Diara sambil menatap Marsya itu.


"Ya mau gimana lagi coba,kan kamu emang sekertaris pribadi nya pak Agung! Jadi ya wajar aja kalau kamu se ruangan dengan pak Agung!"sahut Marsya yang kini tersenyum kecil menatapnya.


"Tapi kak.... Aahhh percuma juga sih,mau gak mau harus gitu juga."ucap Diara sambil mengacak-acak rambutnya perlahan,hingga membuat Marsya pun tertawa melihat kelakuannya itu.


"Ya sudah sana,kerja! Nanti di marahi pak direktur lagi!"ujar Marsya sambil menata kembali rambut Diara perlahan,sementara Diara pun hanya mengangguk dengan wajah yang kurang bersemangat.

__ADS_1



Kini dia pun kembali lagi masuk kedalam ruangan itu,namun kali ini dia pun membuka pintu itu dengan sangat perlahan dan mulai memantau keadaan di ruangan itu.


"Dia kemana?"gumam Diara di balik pintu itu, sementara Marsya yang melihat itu langsung memberi isyarat padanya.


"Raa... Diara!!"bisik Marsya yang kini melihat Diara disana karena memang ruangan Marsya tepat berada di luar ruangan direktur. Namun rupanya Diara pun tidak mendengar ucapan Marsya hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk mendekat ke arah Diara.


"Hemmppp... Do'akan!"sahut Diara yang kini menarik nafas panjangnya sambil menatap Marsya dengan erat.


"Eemm... Fighting!"jawab Marsya yang kini langsung pergi kembali ke tempatnya,dengan mengumpulkan keberaniannya Diara pun langsung mengetuk perlahan pintu itu sambil sesekali menatap Marsya.

__ADS_1


"Saya Diara pak,izin masuk boleh!"ucap Diara dengan gugupnya,namun mendengar itu Marsya pun langsung tertawa dengan cukup keras hingga membuat Diara langsung urut tersenyum juga.


"Kok nggak ada yang jawab yaa? Apa mungkin Agung... P-Pak Agung sudah pergi ya! Aahhh syukurlah!"gumam Diara yang tidak mendengar sedikit pun suara dari dalam,dia pun langsung membalikan badannya sambil memberi isyarat Marsya tentang itu.


Hingga akhirnya Diara pun langsung masuk kedalam ruangan itu dengan bernafas lega sampai dia pun duduk di tempat dimana dia duduk.


"Syukurlah!! Untung dia tidak ada,tapi... kapan dia keluar? Bukanya jalan keluar dari ruangan ini cuma lewat depan,tapi tadi..."ucap Diara sambil menatap dokumen yang sudah tersedia di mejanya.


"Cari siapa?"Gumam seseorang yang rasanya dekat dengan Diara saat itu,sontak Diara pun langsung menelan ludahnya dengan perlahan. Hingga tepat saat dia menoleh ke arah belakangnya, rupanya tidak ada siapa pun disana bahkan dia pun menatap sekeliling ruangan itu tapi tetap tidak melihat Agung disana.


"Raa... Lo fokus,disini nggak ada siapa-siapa! Mungkin tadi salah denger,atau mungkin itu suara tikus kejepit pintu!"ucap Diara yang berpikiran bahwa dia memang sedang berhalusinasi,hingga di ujung ucapannya dia pun tertawa mendengar itu. Hingga akhirnya, tiba-tiba lemari yang tepat berada di belakangnya pun mulai bergerak hingga membuatnya ketakutan.

__ADS_1


\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT, RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️ dan beri saran dan kritik nya juga 🥰🥰**\*


__ADS_2