
Kini Diara pun langsung menuruti perintahnya hingga akhirnya dia pun tertidur dengan pulas ya. Agung yang melihat Diara pun menatapnya sangat dalam karena bagaimana pun dia masih ingat dengan pesan sang ibu.
Singkat cerita keesokan harinya,Diara pun di bangunkan oleh beberapa pelayan wanita disana.
"Maaf nyonya...anda harus bangun Sekarang,acara akan dimulai sebentar lagi!"
"Eemmm.... Kalian siapa? Kenapa ada disini?"ucap Diara yang terkejut melihat mereka semua.
"Maaf nyonya...kami di suruh Tuan muda untuk merias diri Anda"ucap pelayan itu dengan sangat lembut.
"Nggak...saya nggak mau...pokoknya kalaian pergi dari sini cepat!!"teriak Diara dengan sangat kerasnya hingga beberapa pengawal yang berjaga di depan kamarnya pun masuk.
"Dengar...saya tidak akan pernah mau menikah dengan dia!!"ucap Diara.
Hingga akhirnya pesan itu pun sudah terdengar oleh Agung sendiri. Dengan wajah yang mulai merah padam kembali dia pun langsung menghampirinya dengan sangat tergesa-gesa.
__ADS_1
"Kalian semua...Keluar!!"teriak Agung yang begitu lantang dan tegas.
"Lo...gue udah bilang sama Lo..Lo nggak akan bisa bebas dari gue dan juga Lo udah sepakat untuk nikah sama gue?!"ucap Agung dengan marah yang sejadi-jadinya.
"Apa tujuan lo yang sebenarnya??"ucap Diara yang berusaha tidak gentar.
"Heeemmm...Lo nanya apa?? Tujuan!! Yang Lo harus tau Lo itu akan menjadi pemuas hasrat dan nafsu gue nanti...dan Lo nggak akan bisa bebas dari gua!"ucap Agung sambil menarik wajah Diara dekat dengannya.
"Bajingan!! Gue nggak mau nikah sama Lo... Aakkhhh....sampai kapan pun gue nggak mau....aahhh..sakit...."ucap Diara yang tidak lama dari itu pun pingsan kembali.
"Diara!! Dengan Lo kayak gini nggak akan merubah gue...Diara...Diara bangun kalau nggak gue bakalan melakukan sesuatu sama Lo!!"ucap Agung yang tidak percaya dengan itu,hingga akhirnya saat dia menarik tubuh Diara. Dia pun langsung berbalik dengan tubuh yang terkapar lemas.
Namun kali ini dia tidak sanggup merawat Diara disana dan akhirnya dia pun memutuskan untuk membawanya kerumah sakit terdekat untuk dirawat lebih intensif. Hingga tidak lama kemudia Diara pun tersadar dari pingsannya sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Dimana ini??"tanya Diara sambil menatap sekelilingnya.
"Rumah sakit!! Bagus...kali ini gue harus ambil kesempatan ini tapi...ahhh sakit... Dede.. Mamah harap kamu bisa berkerja sama saat ini jadi mohon kerja samanya ya!"ucap Diara sambil menatap perutnya itu.
Dia pun mulai beranjak pergi dari kamar itu,namun baru saja dia mau turun dari kasur itu. Tiba-tiba suara sepatu yang mengarah ke dalam kamar itu pun terdengar sangat jelas di telinganya. Hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk membaringkan kembali tubuhnya sambil berpura-pura tidak sadarkan diri kembali.
"Bagaimana Dokk?"tanya seorang lelaki yang tidak lain adalah Romi.
"Mungkin sebentar lagi dia bangun...."jawab dokter itu yang memeriksanya.
"Apa masih pingsan..bukannya tadi anda bilang sebentar lagi!"ucap Romi sedikit menyentaknya.
"Itu tergantung pak..mungkin kondisi tubuhnya sangat lemah jadi dia ber kecenderungan pingsan lebih lama!"jawab dokter itu dengan hati-hati.
"Baiklah...."jawab Singal Romi yang tidak lama dari itu langsung keluar kembali bersama dokter itu.
__ADS_1
Sementara Diara kini langsung mengambil kesempatannya kembali,dengan sigap dia pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan mulai keluar dengan bersembunyi secara perlahan.
\***Jangan lupa untuk LIKE, COMMENT,RATE AND VOTE ceritanya jika kalian berkenan kak 🌼🌼❤️❤️❤️**\*