DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 10 Kampus


__ADS_3

Keesokan paginya. Hellen merasa energinya telah kembali setelah dapat tidur dengan nyenyak. Hellen melihat di sampingnya Chris sudah tidak ada lalu Hellen bangkit menuju ke kamar mandi juga tidak menemukan Chris. Hellen malas membebani pikirannya akhirnya dia masuk ke kamar mandi untuk bersiap siap pergi ke kampus hari ini.


Setelah selesai mandi Hellen memasuki walk in closet, Hellen agak terkejut dan merasa sedikit kesal ketika membuka salah satu lemari yang di penuhi dengan baju wanita.


"Hmm baju siapa, setahu aku kemarin baju ini tidak ada di sini hmmm, aahhh plilih aja salah satunya nanti baru izin dengan Chris lagian masa harus pakai baju Chris ke kampus aduhh. " Gumam Hellen kesal dalam hati.


Hellen bersiap cepat dan keluar dari kamar. Hellen langsung saja menuju ke ruang makan ternyata dugaannya tepat Chris sudah berada di ruangan itu sambil meminum kopinya.


"Selamat pagi suamiku. "


"Rain.... Selamat pagi juga istriku. " Chris agak kaget melihat penampilan Hellen, dia menatap Hellen dengan cermatnya.


"Hmmm Chris kenapa kau menatapku seperti itu, adakah karna baju ini? Aku minta maaf sepatutnya aku minta izin dulu padamu sebelum memakai baju ini. " Hellen tunduk tangannya mengenggam roknya, dia merasa sedikit kecewa melihat Chris menatapnya dengan kaget.


Chris bisa membaca raut wajah Hellen yang sedikit kesal.


"Sayang kemarilah" Chris menarik perlahan tangan Hellen dan mendudukkannya di atas pangkuannya.


"Sayang baju ini cocok sekali denganmu kau kelihatan begitu cantik. Jangan kesal dong baju ini memang untukmu, anak buah ku yang menghantarnya tadi pagi jam 6." Seru Chris sambil mengelus ngelus kedua tangan Hellen.


"Ohh aku kira baju ini kekasihmu yang punya makanya aku sedikit kesal. " Ucap Hellen jujur.


"Haha memang ini punya kekasihku, dan kekasihkukan adalah kamu sayang. " Menatap Hellen dengan menggoda.


"Ishh *memukul dada Chris perlahan karna malu* "


"Baiklah mari sarapan sudah ya. "


Setelah selesai sarapan mereka berdua pun menuju kembali ke pusat Kota NY karna kampus Hellen berada di pusat Kota juga tidak jauh dari Kantor Chris. Perjalanan mengambil waktu 40menit untuk sampai ke Kota NY.


"Sayang nanti pulang aku jemput ya. Oh ia ini " Memberi Hellen ponsel baru" Dalam tu sudah ada nomor aku dan jangan lupa kirim pesan kalau sudah habis kelas ya. " Ucap Chris sambil mengusap ngusap kepala Hellen.


"Baiklah, terima kasih Chris *Cupp~mencium pipi Chris* " Hellen tersenyum dengan polosnya dan mulai mengutak atik ponsel barunya.


Sesampai di depan gang kecil bersebelahan dengan kampusnya Hellen menyuruh Chris menghantarnya cukup sampai di sini karna tidak mau menarik perhatian siswa yang lain.


Chris menuruti kemauan Hellen tapi dia merasa tidak tega karna Hellen berjalan kaki lebih kurang 100meter ke depan gerbang kampus. Chris melihat punggung Hellen dari dalam mobilnya setelah Hellen benar benar masuk ke gerbang baru Chris melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor yang hanya memakan masa 10menit dari kampus Hellen.


***


Di kampus Hellen.


Tiba tiba 3 orang siswa mendekati Hellen dari belakang lalu mengejutkan Hellen.


"Ihhh kamu bisa mati aku kena serangan jantung! " Seru Hellen.


"Siapa suruh lo jalan tu jangan terlalu tunduk ya. " Ucap Eva. Eva merupakan salah satu teman dekat Hellen.


"Mungkin dia mau cium aspal kali karna sudah seminggu tidak ketemu aspal kampus *hahahaha* " Timpal Reza yang membuat mereka ketawa kecuali Hellen. Reza merupakan pacar dari Eva.


"Ihhh nggak kali. " Seru Hellen nada tinggi.


"Sudah sudah ayo cepat kita masuk kelas, Hellen kau sudah banyak yang tertinggal jangan ladeni mereka lagi ayo cepat. " Ucap Arga sambil menarik tangan Hellen. Arga adalah teman Hellen dan dia punya perasaan khusus terhadap Hellen tapi sampai sekarang dia belum pernah mengungkapkan perasaannya kepada Hellen.


Mereka berempat pun berjalan bersama menulusuri koridor menuju ke kelas mereka. Dalam perjalanan mereka, Reza sering membuat lelucon yang bisa membuat mereka berempat tertawa.


Sewaktu mereka berempat asyik bercanda dan hendak memasuki kelas tiba tiba Aulie mendekati Hellen lalu menarik pergelangan Hellen dan membawanya ke tempat yang agak sepi.


"Apa apaan ini lepas tidak! * sungut Hellen karna kesakitan tangannya di tarik oleh Aulie.

__ADS_1


" Cihh, heii ****** kenapa kau baru muncul ? Apa kau sudah di buang oleh Tuan Chris? Oh ya kemarin kau pulang untuk apa hahh sekarang kau sudah taukan kebenarannya! " Seru Aulie dengan nada sombong.


"Bukan urusanku. " Hendak pergi tetapi di cegat oleh Aulie lalu Aulie mendorongnya hingga terjatuh ke lantai.


"Hei ****** mulai sekarang kau bukan keluarga Gramor dan aku adalah perwaris Gramor! " Seru Aulie dengan sinis lalu meninggalkan Hellen.


"Ckk"


Hellen masuk ke kelas dengan raut wajah datar seolah olah tidak ada apa apa yang terjadi dengannya. Arga memperhatikan wajah Hellen dan merasa sedikit aneh karna selama ini Hellen tidak pernah membuat wajahnya dengan begitu datar.


"Dia kenapa kah, apa ada yang dia sembunyikan sehingga mukanya datar begitu. " Gumam Arga dalam hati.


Hellen merasa ponselnya bergetar dan dia melihat ada notif pesanan yang masuk. Hellen membuka pesanan itu lalu wajahnya yang tadi datar tiba tiba mengulas senyuman. Arga yang duduk tidak jauh darinya itu mulai rasa aneh.


"Apa tadi aku berhalusinasi saja kenapa wajah datarnya cepat sekali berubah, Hellen kini kau tersenyum melihat ponselmu, hmm aku yakin dia sembunyikan sesuatu. " Gumam Arga di dalam hati sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


Mereka memulai kelas setelah dosennya masuk. Untuk hari ini ada 3 mata pelajaran yang di pelajari Hellen. Setelah selesai 2 mata pelajaran akhirnya waktu istirehat kelas mereka pun tiba.


Hellen yang sibuk dengan bukunya sampai menolak Eva untuk ke kantin bersama. Eva akhirnya pergi bersama Reza. Arga masih berada dalam kelas bersama Hellen, Arga memberi pinjam semua catatannya selama seminggu lalu.


"Huhhh Arga kalau kau lapar kau ke kantin saja." Ucap Hellen kepada Arga.


"Aku ada bawa roti, lagian aku belum lapar lagi." Jawab Arga sambil mengulurkan rotinya kepada Hellen.


"Aaahh terima kasih Ar"


"Hmm"


Tiba tiba seorang lelaki dari jurusan sebelah masuk dan mendekati Hellen. Tanpa basa basi dia mengungkapkan perasaannya kepada Hellen. Hellen di kampusnya di juluki dengan Ratu kampus karna bagi semua orang di kampusnya dia adalah perempuan yang sempurna dari wajah fisik dan otaknya.


"Umm Hellen, Aku Egi aku suka padamu, mau kah kau jadi satu satunya pacar ku. "


"Ehemmm apa kau tidak lihat pacar Hellen ada di sini *Sambil menunjuk dirinya* " Ucap Arga dengan dingin.


"Aaaa maaf maaf aku pergi dulu. " Egi langsung berlari keluar dari kelas Hellen karna tatapan Arga sungguh menakutkan.


"Hehe terima kasih untuk kesekian kalinya lagi Arga, kau memang temanku yang terbaik *mengacu jempolnya* " Ucap Hellen.


"Hmm." Arga agak sedikit kesal dengan ucapan Hellen yang selama ini menganggapnya teman dan tidak pernah peka dengan perasaannya.


"Oh ya Ar, kau tidak mau tau kenapa aku tidak datang selama seminggu? "


"Aku mau tanya tapi melihat kau sibuk dengan catatan jadi ku bungkam saja mulutku. "


"Hahaha hmm aku dan Henry sudah putus, dan Henry akan menikah dengan Aulie akhir pekan ini. "


"Jadi cerita kau tidak datang karna kecewa putus cinta hehh pantas saja ponselmu tidak bisa di hubungi. "


"Cihh bukan lah ponselku hilang dan ini ponsel baru, hmmm aku ada masalah pribadi makanya aku tidak datang huhu"


"Hmmm kalau begitu mari beri aku nomor baru mu supaya aku tidak khawatirkanmu lagi. "


"Ia ia ini *membaca nomornya* " Hellen dengan polos memberi nomornya ke Arga.


"Jadi apa masalah pribadimu? " Tanya Arga penasaran.


"Hhhmmm ada cuma aku belum bisa kasih tau kamu deh. " Jawab Hellen.


"Baiklah ratu"

__ADS_1


"Berarti sekarang aku banyak peluang untuk mendekati Hellen karna dia sudah tidak terikat dengan perjodohan lagi. " Gumam Arga dalam hati sambil menatap Hellen sambil tersenyum.


Kini mata pelajaran yang terakhir pun tamat. Hellen sengaja memberi alasan ingin ke perpustakaan sebelum pulang. Sehingga semua teman temannya sudah pulang, Hellen langsung saja mengirim pesan kepada Chris untuk menjemputnya pulang. Hellen keluar dari gerbang kampusnya dengan menelisik sekelilingnya untuk memastikan bahwa teman dekatnya sudah pergi.


Kini berada dalam mobil Chris.


"Apa kita akan ke apartment baru ? " Tanya Hellen sambil melihat Chris yang serius menyetir.


"Ia sayang, semua barang barangmu juga sudah di pindahkan ke situ, sayang hanya oerlu tinggal saja. " Seru Chris membuat Hellen hanya mengangguk


Selang 10menit mereka sudah berada di depan apartment Hellen. Hellen melonggo melihat isi apartment yang sudah di penuhi dengan berbagai kelengkapan dapur, ruang keluarga, kamarnya dan foto foto pemandangan tergantung di dinding.


"Wooaahhh ini, apa ini tidak berlebihan Chris? " Hellen yang masih memutar bola matanya melihay semuanya sempurna sekali.


"Malah ini kurang sayang, aku ingin membuatnya tampak seperti istana tapi aku takut kamu akan menolaknya. " Jawab Chris santai lalu berjalan menuju ke tempat Hellen berdiri.


"Ini aja aku jadi takut dan pikir pikir mau menerimanya tapi.. " Belum sempat Hellen menghabiskan ucapannya, Chris langsung mencium bibirnya.


Chris sudah menahan selama dalam perjalanan pulang untuk tidak mencium Hellen di tempat umum karna takut Hellen akan marah padanya. Tapi kini dalam apartment Hellen cuma mereka berdua, Chris tidak bisa lagi menahan hasratnya dan langsung mencium bibir Hellen dan **********.


Chris memperdalam ciumanya dan memeluk erat pinggang Hellen agar Hellen tidak mudah jatuh. Mendengar nafas Hellen sudah terengah engah, Chris melepas bibirnya supaya Hellen bisa menarik nafasnya.


"Tung...tunggu Chris...sebaiknya kita mandi dulu ya sebentar malam baru kita lanjutkan. "


"Hmm tapi mandi bersama ya sayang? "


"Ehhh tidak nanti yang ada peraduan berlaku dalam kamar mandi. "


"Hehe tidak apa sayang. "


"Chris dengarlah ya, lagian aku agak cape sekali ni. " Membuat muka imut agar di kasihani.


Menatap Hellen yang menurutnya semakin pandai membujuk, malah semakin mengemaskan.


"Baiklah sayang, kalau begitu sayang mandi dan untuk malam ni aku pesan makanan ya." Ucap Chris lalu mencium dahi Hellen lembut.


"Ok." Langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah Hellen selesai mandj, Chris mengajaknha untuk makan bersama. Mereka memakan pesanan yang di pesan oleh Chris. Tibatiba Hellen teringat sesuatu.


"Oh ya. Chris kita kan tidak boleh tinggal sama sama karna takut ketahuan dengan teman temanku. Apa kamu pulang mansion sebentar? " Tanya Hellen kepada Chris sambil mengunyah makanannya.


"Hemm aku akan tinggal di lantai 4 di atas apartment mu, lagian aku sudah beli 2 apartment untukmu dan untukku. " Seru Chris dengan polos.


Hellen melonggo, mendengar ucapan Chris.


"Jangan bercandalah Chris? " Masih tidak percaya.


"Hmm tapi malam ni aku di sini, dan Jerry ada di apartment aku. " Senyum ingin menggoda Hellen.


"Hahhh?? "


Selesai makan Chris langsung saja mandi membersihkan dirinya. Setelah habis mandi Chris melihat Hellen sudah tertidur di ranjangnya.


"Sayang kau cape ya, tidurlah dengan nyenyak malam ni aku simpan dulu hasratku, jangan lupa mimpikan suami mu ini ya" Bisik Chris di telinga Hellen lalu mengucup pipi Hellen. Chris membawa Hellen masuk ke dalam pelukkannya. Tidak sampai berapa menit Chris juga ikut terlelap dengan lenanya.


Bersambung...


Mari tetap semangat yahh!!

__ADS_1


__ADS_2