
Hellen meminta maaf kepada Ellson dan dia coba mencari jalan agar bisa melepaskan Ellson, mata hati Hellen bagai tertutup dan dia telah melupakan rencana jahat yang Ellson lakukan sebelumnya. Hellen hanya merasa tidak adil jika Ellson di tuduh dengan tuduhan yang tidak bisa di terima olehnya itu karna seingatnya mendiang Ibunya tidak pernah mengatakan bahwa Ellson ini mempunyai niat atau kelainan jiwanya.
Oleh itu Hellen lebih memilih menutup mata hatinya, biarlah kali ini dia membiarkan masalah itu berlalu, itu menurut pikirannya.
Hellen keluar dari ruangan tempat Ellson di kurung lalu berjalan menuju ke ruangan Chris. Hellen hanya menebak saja bahwa Chris berada di ruangannya karna baginya tidak mungkin Chris akan meninggalkannya di markas ini.
Hellen mengetuk pintu lalu memasuki ruangan itu. Hellen melihat Nyonya Lee duduk bersebelahan dengan Chris yang lagi menutup matanya menggunakan tangannya.
"Mah." Panggil Hellen kepada Nyonya Lee lalu menuju ke arah mereka.
Nyonya Lee tidak menjawab tetapi hanya mengulas senyumannya kepada Hellen. Sebenarnya Nyonya Lee juga tidak tau bagaimana pikiran Hellen yang bisa tiba-tiba berubah tapi dia memilih mengikuti saran suaminya Tuan Lee agar tidak masuk campur dengan urusan anak-anak mereka itu.
Chris mendengar suara Hellen tapi tidak menggerakkan sedikit pun lengan yang menutup matanya untuk melihat ke arah Hellen.
"Hellen bagaimana nak? " Tanya Nyonya Lee kepada Hellen setelah Hellen mendaratkan punggungnya di sofa yang berdepan dengan Chris.
"Tidak apa-apa Mah. " Jawab Hellen tapi manik matanya terus menatap Chris.
"Apa kamu sudah lapar, kita pulang ya, sebelum pulang kitq singgah di resto dulu untuk makan ya. " Ucap Nyonya Lee untuk memecah suasana yang canggung itu.
"Baiklah Mah, Hellen ikut saja. " Jawab Hellen yang masih menatap Chris.
"Chris ayo bangunlah, Mama sudah lapar ni, dan anak kamu pun pasti sudah lapar tu. " Ujar Nyonya Lee sambil menggoyangkan perlahan lengan Chris.
Chris mendengar perkataan Nyonya Lee langsung saja membuka matanya dan berdiri. Manik mata Chris sedikit memerah mungkin karna tadi dia menangis. Chris sama sekali tidak membalas tatapan Hellen.
"Kalian pergi saja karna aku harus ke kantor. " Ucap Chris datar lalu mengambil jasnya yang berada di kursi mejanya.
"Ehh, kau tidak ikut? " Tanya Nyonya Lee saling menatap Chris dan Hellen bergantian.
"Tidak, aku langsung ke kantor saja. " Ucapnya lalu hendak keluar dari ruangan itu tapi langkahnya terhenti apabila Hellen memanggilnya.
"By! " Panggil Hellen nada sedikit tinggi.
"Tidak bisakah kita makan bersama dulu setelah makan baru ke kantor. " Ucap Hellen yang menatap punggung Chris.
Chris tidak membalikkan badannya, dia masih merasa kesal karna dia tau betul bahwa pasti Hellen berencana untuk melepaskan Ellson.
"Tidak." Jawab Chris datar singkat lalu meneruskan langkahnya ke arah pintu.
__ADS_1
Hellen di buat kaget dengan jawaban Chris. Dia tidak menyangka bahwa Chris akan menolak ucapannya kali ini. Hellen menatap punggung Chris hingga dia keluar dari ruangan itu.
"Hellen, yang sabar ya nak pasti Chris sedang dalam mode yang tidak baik. " Ujar Nyonya Lee setelah melihat wajah Hellen yang tampak kaget dan di tambah lagi dengan sedih.
"Baiklah Mah. " Jawab Hellen.
Mereka pun ikut keluar dari ruangan itu dan menuju ke mobil yang sudah menunggu mereka dari tadi. Hellen melihat ke sekitarnya benar saja mobil yang di kenderai oleh Jerry sudah tidak ada di kawasan itu.
"Cih kenapa dia yang keliatan kesal, padahal sepatutnya aku yang kesal ck. " Gerutu Hellen dalam hatinya.
Kini Hellen memasuki mobil yang sama dengan kedua mertuanya. Mereka menuju ke sebuah resto untuk memenuhi keinginan perut mereka dan setelah itu mereka akhirnya langsung saja pulang ke kediaman Lee.
Sepanjang perjalanan hingga sampai ke kediaman suasana dalan mobil sangat hening. Tidak ada dari mereka yang membuka cerita untuk memecahkan suasana hening itu.
Di tempat kantor Chris.
Sejak sampai di ruangannya Chris tidak duduk di kursi kebesarannya dia malah memasuki kamar istirehatnya untuk menenangkan pikirannya. Chris sendiri tidak mengerti dengan jalan pemikiran Hellen, mau di katakan polos juga tidak bisa karna Hellen bisa membedakan keadaan buruk dan baiknya.
Entah kenapa dia merasa Hellen sebenarnya sungguh terikat dengan Ellson walaupun pada mulanya tadi Hellen sempat bertindak kasar terhadap Ellson. Chris menghembuskan nafas kasar. Chria benar-benar tidak mengerti.
Chris bangun dari ranjangnya dan menuju ke tempat penyimpanan minumannya. Chris mengambil dua botol minuman keras merek vodka.
Kepala Chris mulai terasa berat. Sehingga samar-samar dia melihat seseorang memasuki ruang istirehatnya dan membantunya berdiri dan menuju ke arah ranjangnya.
"Heii!! Kau ! Hantar aku pulang!! " Ucap Chris yang sedang mabuk kepada orang yang membantunya.
"Tapi Tuan, Tuan sedang mabuk. Kalau Tuan pulang sekarang Nyonya Lee dan Nyonya Muda akan khawatir. " Ucapnya.
"Jerry!!! Siapa yang mengajarmu untuk membantahku! " Ucap Chris membentak.
Ya benar orang itu ialah Jerry. Sebenarnya Jerry dari tadi sudah mengetuk pintu kamar ruang istirehat Chris tapi tidak ada jawaban dan hal itu membuatnya khawatir dengan Chris. Jerry memilih untuk memasuki ruang kamar itu, dia agak terkejut karna melihat Chris yang sudah terduduk di lantai dengan beberapa botol minuman keras yang sudah tergeletak di lantai.
Jerry mendekati Chris dan membantunya menuju ke ranjangnya tetapi Chris sempat memberontak.
"Maaf Tuan. " Ucap Jerry.
"Cepat bawa aku pulang, aku harus bicara dengan dia! " Ucap Chris yang sedang mabuk dengan nada tinggi.
Jerry tidak berani lagi untuk membantah karna dia tau sifat Chris biarpun dalam keadaan mabuk dia tetap akan menghukum siapa saja yang membantahnya.
__ADS_1
Jerry membantu Chris dengan membawanya memasuki lift khususnya. Mujur saja hari ini hari sabtu jadi semua karyawan pada awal pulangnya.
Sampai di kediaman Chris meminta Jerry membawanya langsung ke kamarnya.
Jerry baru saja hendak mengetuk pintu kamar tapi Hellen telah membuka pintu kamarnya duluan.
"By... Jerry kenapa dengannya? " Tanya Hellen dengan nada kaget tambah cemas.
"Tuan hanya meminum berapa botol minuman keras tadi Nona. Maaf izinkan saya menghantar Tuan sampai ke ranjangnya. " Ucap Jerry sekalian meminta izin.
Hellen membuka pintu dengan lebar lalu mengizinkan Jerry mengantar Chris sampai ke ranjang mereka. Setelah itu Jerry pamit meninggalkan Hellen dan Chris berada dalam kamar itu.
Hellen berdiri kaku dekat pintu sambil matanya menatap Chris yang sedang berbaring dan memegang kepalanya. Hellen berjalan perlahan dengan tujuan ingin mendekat ke arah Chris tetapi langkahnya terhenti apabila Chris sudah mengambil posisi duduk di tepi ranjang mereka sambil menatap Hellen dengan manik mata yang memerah.
Tiba-tiba Hellen merasa tatapan Chris sungguh mengintimidasi. Sehingga susah untuk menelan salivanya karna tengkorokannya juga tiba-tiba mengering.
"Kau! Apa kau mau minta aku melepaskan Ellson? " Ucap Chris dengan dingin. Kali ini tidak ada panggilan sayang lagi.
"Maksudnya? " Tanya Hellen dahinya mulai berkerut mendengar perkataan Chris.
"Jangan berpura-pura Rain! Kau mau aku lepaskan Ellson? " Tanya Chris lagi kali ini nadanya membentak dan membuat Hellen kaget.
"IYA!! Aku mau kau lepaskan Pamanku! Kau sudah memfitnahnya dan tidak adil baginya jika kau terus mengurungnya! " Ucap Hellen dengan tidak kalah tinggi suaranya.
"Jadi benar. Kau lebih percaya Ellson. " Nada Chris tiba-tiba berubah menjadi sedih.
"Baiklah! Aku akan lepaskan dia dan setelah ini terserah kau saja. " Lanjut Chris lagi lalu membaringkan kembali tubuhnya ke ranjang karna kepalanya makin berasa sakit.
Hellen tidak menjawab Chris tapi dia merasa ada yang ganjal di hatinya setelah mendengar ayat terakhir dari ucapan Chris. Hellen menghela nafas panjang lalu mendekati Chris yang sudah tertidur.
"Tidak tau apa dia akan mengingat kata-katanya barusan. Aku tidak mengharap banyak yang penting Paman bebas karna ini sudah lebih dari cukup. By maaf jika karna aku By sampai jadi begini. " Ucap Hellen dengan perlahan sambil membuka sepatu dan kaos kaki Chris.
Walapun Chris membentaknya barusan tapi Hellen tidak menyimpannya di hati. Dan sebenarnya Hellen tidak menyalahkan maupun memarahi Chris tentang Chris yang menuduh Ellson mempunyai kelainan jiwa itu tetapi dia juga tidak mau kehilangan satu-satunya keluarga dari mendiang Ibunya. Jadi dia merasa harus membuat pilihan yang sulit ini.
Bersambung....
Jangan lupa like, komen dan Favorit yahh!!
Maafkan author karna tidak up kemaren. Karna 3 minggu ke depan ni author sibuk sekali dengan persiapan pelayanan koor di gereja dan pelayanan yang lain.. mohon pengertian readers kesayangan yahh!!
__ADS_1