
Hellen kembali ke kamar membawa teh hangat untuk Chris. Sebelum Hellen memasuki kamarnya, Hellen melihat sekelilingnya untuk memastikan tidak ada orang yang mencurigainya.
"Chris maaf agak lama tadi aku menunggu airnya mendidih baru aku membuatkan teh untukmu, ini minumlah awas masuk angin." Ucap Hellen seraya mengulurkan gelas yang berisi teh hangat kepada Chris.
"Terima kasih sayang." Chris meminum tehnya dengan perlahan lalu meletakkan di nakas pinggir kasur dan menatap Hellen dengan dalam.
"Sayang boleh aku tau kenapa kamu menangis tadi, apa ada yang menindasmu. " Tanya Chris kepada Hellen.
Hellen cuma menggelengkan kepalanya saja lalu langsung memeluk Chris dan berbisik.
"Jangan tinggalin aku." Ucap Hellen.
Chris membalas pelukan Hellen.
"Aku tidak akan pernah tinggalkan kamu sayang, hmm. "
"Chris tadi kakek bilang padaku untuk segera ikut kakek kembali ke negara X, lalu soal kuliah nanti kakek yang atur dan... " Hellen tidak menghabiskan ucapannya dan menatap manik mata Chris dengan dalam.
"Dan? Kakek menyuruhmu untuk tinggalkanku lalu dia akan mencarikanmu pria lain? " Tebak Chris melanjutkan ucapan Hellen.
"Umm."
Chris mengelus pipi Hellen dan mencium dahinya.
"Tidak apa sayang, itu tidak akan terjadi biarpun kamu terpaksa kembali ke negara X. " Ujar Chris.
Hellen menatap manik mata Chris dengan dalam untuk mencari tau adakah Chris ada rasa sedih dengan masalah ini. Tapi Hellen tidak dapat membaca apa pun, itu membuat Hellen menjadi curiga dan sedih.
***
Kediaman Lee, mama dan papa Chris lagi duduk di ruang keluarga. Tina datang bersama Jaqleen.
"Ma Pa, besok Tina akan kembali ke negara A hmmm tapi Jaqleen ingin tinggal karna lusa orangtuanya akan datang. " Ucap Tina.
"Ia om tante tapi Jaqleen tidak akan tinggal di sini, Jaqleen akan tinggal di hotel bersama orangtua Jaqleen. " Ucap Jaqleen.
"Lohh, kalau tinggal di sini emang kenapa? Begini nak Jaqleen kamu itu tante sudah anggap sebagai anak sendiri, jadi jangan sungkan lusa nanti tante suruh sopir jemput orangtua kamu di bandara, biar menginap di sini aja nggak apa-apa kok, betulkan pa. " Ujar Mamanya Chris.
"Benar tu, hmm Tina besok biar papa mama hantar ke bandara ya. "
"Baik pah mah, hmm ngomong ngomong abang tidak pernah pulang ya? Aku jadi curiga mungkin dia tinggal bersama kakak cantik, humm apa mama tau abang dan kakak Hellen sudah pacaran? " Ujar Tina sengaja.
"Apa?? Yang benar kamu Tina? " Tanya Mama Chris.
"Ia mah masa Tina bohong. " Ucap Tina.
"Waaa humm akhirnya Mama Papa akan ada cucu huhu. " Ucap Mamanya dengan penuh semangat.
"Baru pacaran kali tapi kalau sudah tinggal sama ya mungkin aku juga dapat ponakan hehe. " Ujar Tina sambil membayangkan ponakan imut.
__ADS_1
"Cih awas kamu ya Hellen, aku akan merampas Chris darimu sial. " Gumam Jaqleen dalam hati sambil tersenyum miring.
Keesokan harinya, Chris pulang ke mansion utama Lee. Dia ingin memberitahu orangtuanya berkaitan dengan Hellen dan masalah mereka sekarang.
"Paman Zhang, Mama dan Papa ke mana? " Tanya Chris.
"Tuan dan nyonya ada ke bandara hantar nona Tina. " Jawab Zhang kepala PRT kediaman Lee.
"Oh, hmm kalau begitu aku kembali ke kantor nanti malam aku datang lagi. " Ucap Chris.
Chris baru saja ingin menuju ke mobilnya tiba-tiba Jaqleen menarik jasnya. Chris memutarkan tubuhnya lalu melihat Jaqleen memegang jasnya.
"Kau mau apa? " Ucap Chris dingin.
"Chris sampai kapan kau mengabaikan aku? Aku ini kekasihmu waktu kuliah loh dan kita belum putus juga. " Ucap Jaqleen tanpa basa basi.
"Cih jangan mimpi, lagian aku tidak pernah menjadi kekasihmu. " Ucap Chris datar tapi masih dingin.
"Chris apa kau lupa di pentas seni waktu itu kau menembakku. " Ucap Jaqleen sambil menggenggam lengan Chris.
"Lepas! Aku tidak pernah menembakmu, waktu pentas seni itu adalah drama bodoh saja tidak usah banyak mimpi. " Ucap Chris sambil menarik kembali lengannya.
"Tapi kamu sering memperhatikan aku, kamu sebenarnya berkata jujur waktu itu kan, semua orang tau kita pasangan yang cocok. " Ucap Jaqleen nada tinggi.
"Kau ingat baik-baik waktu di pentas seni itu adalah drama bodoh dan aku tidak pernah menyukai wanita lain kecuali Rain, dan sejak awal Rain sudah memiliki hati aku! " Chris menegaskan kata katanya dan langsung saja menuju ke tempat mobilnya.
Setelah menghantar Hellen kembali ke kediaman Gramor Chris juga kembali ke mansion utama Lee. Sampai di kediaman Lee Chris langsung saja masuk dan langsung menemui mama dan papanya.
"Mama Papa.. " Panggil Chris sambil menuju ke ruang keluarga. Chris menangkap sosok Jaqleen juga berada di situ tapi dia tidak menghiraukannya.
"Chris kamu pulang, hehh Hellen tidak ikut pulang? " Ucap Mamanya sambil tersenyum megah.
"Tidak ma, Rain ada di kediaman Gramor. " Ucap Chris.
"Oh, pantasan kamu tumben sekali pulang rupanya di tinggal sendiri oleh Hellen ya? " Ujar Mamanya sambil terkekeh.
"Ia ma, hmmm sebenarnya saya pulang karna ada mau beritahu berita baik untuk mama dan papa. " Ucap Chris.
"Berita baik? " Ucap Papanya.
"Berita apa Chris, apa Hellen sudah kamu buat hamil? Kalau begitu tinggal nikahin aja dulu. " Ucap Mamanya.
"Rain belum hamil mah **menggelengkan kepala** tapi ini. " Ucap Chris sambil menghulurkan buku merah. Mama Chris mengambil buku merah kecil yang dihulurkan oleh Chris lalu matanya seketika melotot.
"Chris yang Papa tau buku merah itu buku nikah apa Papa benar? " Ucap Papanya menebak buku yang di tangan istrinya.
"Chris kamu dan Hellen kapan..." Ucap Mama Chris dengan terbata bata, lalu tiba tiba berdiri dan mencium muka Chris.
"Mama aduhh, mama tenang dulu. " Chris memegang tangan mamanya lalu menyuruh mamanya tenang dulu.
__ADS_1
"Papa, Chris sudah...sudah...dengan Hellen ini **sambil menunjukkan foto di buku nikah Chris**" Mama Chris girang.
"Benar apa yang Papa tebak tadi, Chris dan Hellen sudah sah sebagai suami istri. " Ucap Chris santai.
Jaqleen melotot dengar ucapan Chris, dia menggenggam kedua tangannya.
"Sial aku tidak percaya. " Teriak Jaqleen dalam hati.
"Nekad sekali kamu, hmm jadi kapan acara pernikahannya? " Ujar Papanya.
"Pa Ma malam ni Chris akan beritahu berita baik itu dulu, sebenarnya ada yang ingin saya beritahu tapi tunggu hanya ada Mama dan Papa saja di sini, hmmm saya harus kembali ke apartment, jumpa lagi nanti kalau ada waktu Chris bawa Rain datang, mama jangan khawatir ya. " Ucap Chris sambil mengambil kembali bukunya dan berjalan menuju ke mobilnya.
"Ok sayang kamu hati-hati nyetir ya salam untuk menantu Mama Papa ya. " Ucap Mamanya.
"Ma, anak kita sudah dewasa biarkan waktu mengajarkan dia untuk menjadi suami yang bertanggungjawab, tapi ngomong-ngomong hal apa yang ingin Chris sampaikan tadi. " Ucap Papanya.
"Ia Pa, hmmm mama juga kurang tau mungkin tadi Chris mau minta nasihat dari kita tentang rumahtangga tapi segan karna ada Jaqleen duduk di sini. " Ucap Mamanya sambil melihat Jaqleen yang cuma diam saja dari tadi.
***
"Ckk kalau tidak ada wanita itu di situ sudah tentu aku bisa minta pendapat Mama Papa mengenai masalah ini, cihh. " Gumam Chris dalam hati sambil menyetir menuju ke kediaman Gramor.
Chris parkir mobilnya jauh dari kediaman Gramor dan dia perlu berjalan kaki dan melompat pagar yang tinggi untuk masuk ke kawasan Gramor. Chris juga memanjat dinding supaya bisa naik ke koridor kamar Hellen. Chris melakukan ini hanya untuk bisa bersama Hellen dan tidak membuat Hellen sedih dan sepi.
Seminggu telah berlalu Chris masih saja harus melakukan panjat memanjat agar bisa bersama Hellen. Hingga suatu hari Chris dan Hellen ketahuan tidur bersama. Kakek Arnold kecewa dengan sikap Hellen dan makin membenci Chris.
"Aku tidak mau dengar apa-apa karna aku sudah lihat dengan mata aku sendiri! Dan keputusan aku tetap sama! Hellen kemas barangmu hari ini kita kembali ke negara X. " Ucap kakek Arnold nada tinggi.
"Kakek dengar Hellen dulu, kakek tidak boleh pisahkan Hellen dengan Chris. " Ucap Hellen.
"Diam !! Cepat kemas barang kamu Hellen, kalau suatu saat kamu hamil anak pria licik itu gugurkan saja, kakek tetap masih terima kamu!! " Ujar kakek Arnold nada marah.
Chris tidak tahu apa yang berlaku setelah mereka ketahuan tadi Chris langsung di usir oleh pengawal kakek Arnold. Chris sudah mencoba membuat panggilan ke ponsel Hellen tapi ponselnya tidak aktif.
Chris menelfon Jerry untuk siapkan satu dokumen penting dan siapkan mata mata untuk mengikuti Hellen dan kakek Gramor.
Chris menghembuskan nafas panjang karna dia tidak menduga hal ini akan begitu cepat ketahuan.
"Sayang kamu bertahanlah aku sedang berusaha agar kamu tetap jadi milikku. " Ucap Chris perlahan.
Chris kembali ke mansion utama Lee dan ketemu Mama Papanya. Chris menceritakan apa yang di alaminya dan meminta bantuan Papanya untuk membantunya. Tanpa Chris sadar Jaqleen yang berdiri di balik pintu dapur mendengar semua yang di katakan Chris dan Jaqleen senyum miring karna ini adalah saatnya untuk memainkan perannya.
Orangtua Jaqleen yang baru pulang dari berbelanja di buat terkejut karna melihat Chris yang sudah tumbuh dewasa dan gagah. Mereka langsung saja duduk di ruangan keluarga lalu saling bertanyakan kabar, Jaqleen datang dengan pura pura senyum polos lalu duduk di samping mamanya.
"Ma aku dan Chris saling cinta tapi nyonya Lee sudah memberikan Chris jodoh, mengapa mama tidak coba mendekati nyonya dan memujuknya agar kami bisa bersama. " Ucap Jaqleen berbisik kepada mamanya.
"Ia kah, kalau begitu mama akan bantu kamu. " Ucap Mama Jaqleen berbisik.
Bersambung...
__ADS_1