DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 20 Kejutan


__ADS_3

Chris tersenyum membayangkan tingkah imut istrinya, para karyawan merasa ini pemandangan yang aneh karna selama ni tidak ada yang bisa menganggu di saat rapat tapi tadi barusan Direktur Utama menyuruh berhenti membahas karna ingin menjawab telfon dan sudah jelas itu dari pacarnya. Para karyawan saling menatap keheranan.


Hellen dan Jerry pun keluar ke toko buku, dalam perjalanan Hellen tidak berkata apa pun dia cuma memandang ke luar jendela, perasaan rindunya terhadap Chris muncul lagi dan memenuhi benak pikirannya. Dia mau telfon Chris lagi tapi dia takut kalau Chris masih ada rapat dan sibuk dengan kerjanya.


"Nona apa nona merindukan tuan? " Ucap Jerry tiba-tiba.


"Hmm rindu sangat rindu. " Ucap Hellen yang masih saja memandang ke luar.


"Kalau begitu besok ikut saya, nanti saya jemput. " Ucap Jerry.


"Ke mana Jerr? "


"Besok Nona akan tau dan besok rindu Nona terhadap tuan pasti terlunasi. " Ucap Jerry lagi.


"Ia kah baiklah aku tunggu besok. " Ucap Hellen penasaran.


***


Kediaman Gramor..


Perusahaan porselein di Kota NY sudah di ambang ke bangkrutan. William bingung harus bagaimana karena sudah seminggu lebih kepergian Hellen bersama Kakek Arnold belum ada berita baik dari Hellen. William berpikir mungkin Hellen tidak akan membantunya jadi William mengambil keputusan untuk datang ke Negara X untuk membincangkan masalah perusahaan yang di pegangnya sudah hampir bangkrut, para investor saham menarik kembali saham mereka cuma tinggal berapa orang lagi yang mampu bertahan.


Sementara William pergi ke negara X, Aulie mengantikan ayahnya menjalankan perusahaan Porselein itu. Sesampai di bandara negara X, William langsung saja menuju ke kediaman utama Gramor.


"Ayah, Hellen? " Panggil William setelah memasuki kediaman utama Gramor.


"Oh Will kenapa kau datang? " Ucap Kakek Arnold.


"Ayah aku datang karna perusahaan ku di ambang ke bangkrutan, apa ayah yang mengarahkan para investor untuk menarik kembali sahamnya? " Ucap William tanpa basa basi.


"Karna kamu gagal mendidik Hellen dan melanggar omonganku, jadi terima saja kenyataannya kalau kamu bangkrut. " Ucap Kakek Arnold tegas.


"Oh jadi sekarang ayah tidak mau membantuku, ok baik tapi Hellen juga harus tahu perlakuan buruk ayah terhadap ibu kandung Hellen! " Ucap William sinis.


"Kamu coba mengancam ayah! Jangan pikir kamu bisa lakukan sesuka hatimu! " Ucap Kakek Arnold dengan nada tinggi.


"Heii orangtau aku masih punya bukti cihh. " Ujar William menyeringgai.


"Sial kamu anak durhaka! Pergi kamu! Pengawal cepat usir anak durhaka ini! " Tegas Kakek Arnold.


"Ingat ayah kalau kamu mau aku tidak membocorkan ini kamu cepat urus perusahaanku kembali! " Ucap William mengancam Kakek Arnold.


Setelah William berhasil di bawa keluar dari dalam kediamannya, Kakek Arnold tiba-tiba merasa sakit dadanya. Penyakit asmanya kambuh, mujur asisten pribadinya senantiasa berada di sisinya.


Kakek Arnold terpaksa menuruti kemauan William karna takut rahasia yang di jaganya selama hampir 12 tahun ini bakal di bocorkan oleh anaknya sendiri.


"Huhh kalau aku tidak gegabah waktu itu mungkin itu semua takkan terjadi. " Ucap Kakek Arnold nada perlahan.


William terpaksa bermalam di hotel dan berencana untuk pulang besok, tapi tanpa sengaja sewaktu William berjalan hendak menuju ke restoran dia bertemu dengan Hellen dan seorang pria yang kelihatan cukup dewasa di banding dengan Hellen.


"Ayah? " Ucap Hellen kaget.


"Hellen, kamu di sini? " Ujar William.

__ADS_1


"Ia, Hellen tadi dari toko buku di sebelah itu. " Ucap Hellen sambil menunjuk toko buku di sebelah restoran itu.


"Oh, kamu apa kabar nak? " Ucap William.


"Hellen baik-baik saja, bagaimana dengan ayah kenapa bisa di sini? " Ucap Hellen penasaran.


"Ayah baru sampai tadi siang, dan ayah baru saja hendak makan. "


"Umm kita makan di rumah bersama kakek aja bagaimana? "


"Hellen, ayah baru di usir dari rumah kakekmu tidak ingin melihat ayah, makanya ayah terpaksa makan di luar dan tinggal di hotel. "


"Hmm kalau ayah tidak keberatan, Hellen akan temani ayah makan kebetulan Hellen juga lapar. "


"Umm baiklah, tapi apa kamu tidak ingin mengenalkan pria ini kepada ayah. "


"Oh...ummm Ayah kenalkan ini Jerry pemegang saham muda di perusahaan induk. "


"Selamat kenalan nak Jerry saya William ayah Hellen, saya harap kamu bisa jaga anak saya baik-baik. "


"Cepat sekali Hellen berpindah haluan atau ada sesuatu di antara mereka karna dari pertama aku lihat pria ini ikut di belakang Hellen bukan berdampingan dengan Hellen, hmm. " Gumam William dalam hati.


"Selamat berkenalan Tuan William, baiklah. " Ucap Jerry.


"Mari ayah kita makan di dalam. "


Mereka bertiga pun makan malam bersama. Jerry sempat mengirim pesan kepada Chris bahwa ayah Hellen berada di sini dan anak berangkat pulang ke Kota NY besok.


Setelah makan malam selesai, ayah Hellen pamit untuk pulang ke hotel karna besok awal pagi harus pulang ke Kota NY. Hellen seketika merasa kelembutan tulus dari ayahnya yang selama ini sering memperlakukannya dengan dingin.


"Dok kenapa asma kakek bisa kambuh? " Tanya Hellen kepada doktor pribadi kakek Arnold.


"Kakek Arnold cuma kecapean dan mungkin ada sedikit beban pikiran makanya dia drop, tapi jangan risau sekarang kakek sudah stabil. " Ujar doktor pribadi kakeknya.


"Hmm."


***


Keesokan harinya wajah Hellen tampak sedikit murung, karna masih memikirkan keadaan kakeknya.


"Dok aku izin saja hari ini, karna aku ingin menjaga kakek. " Ucap Hellen kepada doktor pribadi kakeknya.


"Tidak perlu, semalam kakek mu sudah pesan agar kamu jangan bolos kuliah supaya nilai kamu baik, kesihatan kakek mu biar saya yang perhatikan, jangan khawatir bersiaplah untuk ke kampus. " Ucap doktor pribadi kakeknya.


"Hmm baik. "


Sesampai di kampus Hellen di sambut dengan temannya Anita. Mereka menuju ke kelas barengan. Hellen coba sebaik mungkin agar suasana hatinya ceria, dia takut kalau terlalu memikirkan kesihatan kakek akan terjadi sesuatu dengan janin dalam kandungannya.


Kuliah mereka hari ini cepat berakhir karna cuma ada 2 materi yang di belajar. Seperti yang Jerry kata kemarin, Jerry datang menjemput Hellen dan membawa Hellen ke tempat yang agak jauh dari kota. Hellen juga tidak ingin banyak bertanya karna dia masih memikirkan kakeknya.


Mereka tiba di sebuah villa mewah. Hellen memasuki villa itu dan melihat villa itu Hellen tiba-tiba tersenyum karna dia mengingat kenangannya di Villa Chris di pinggir Kota. Dalam keasyikan melamun, tiba-tiba Hellen merasa seseorang memeluknya dari belakang. Hellen tersentak kaget lalu melepaskan pelukan itu dan membalikkan badannya, betapa tercengangnya Hellen melihat sosok pria yang di rindunya selama ini berada di hadapannya.


"Chris? Apa sekarang aku mimpi? " Ujar Hellen tidak percaya, karna akhir-akhir ini Hellen selalu memimpikan Chris datang menemuinya.

__ADS_1


"Tidak sayang kamu tidak mimpi. " Ucap Chris seraya mengelus pipi kanan Hellen.


Hellen menatap Chris dengan dalam dan merasa hangatnya tangan Chris yang berada di pipinya, tanpa sadar air mata Hellen jatuh.


Chris yang melihat air mata Hellen jatuh langsung saja memeluk Hellen dengan erat, dia mencium pucuk kepala Hellen dengan berkali-kali.


Tidak ada kata yang bisa Hellen ucapkan begitu juga dengan Chris. Setelah lewat 5 menit berpelukan. Akhirnya Chris melepaskan pelukannya dan memegang pundak Hellen.


"Sayang jangan menangis lagi, aku tidak mau sesuatu terjadi denganmu dan anakku. " Ucap Chris.


"Hmm."


"Baiklah sekarang kita periksa kandungan kamj dulu ya, aku sudah menyediakan doktor kandungan pribadi untuk kamu sayang, agar kesihatan kamu dan kandunganmu bisa di pantau tanpa pengetahuan kakek. " Ucap Chris.


"Terima kasih by. " Jawab Hellen singkat lalu mengikut suaminya ke kamar khas untuk periksa kandungannya.


Setelah habis pemeriksaan, kandungan Hellen baru berusia 1bulan. Walaubagaimanapun perut Hellen tetap masih kelihatan rata.


"Sayang jaga baik-baik tubuhmu dan emosimu ya. " Pesan Chris kepada Hellen.


"Baik by. " Ucap Hellen dengan senyum berbinar apabila mengetahui usia kandungannya.


"Tapi ini kah yang by maksudkan kejutan kemarin? " Tanya Hellen.


"Ia sayang, apa kamu terkejut dengan kejutan ini haha. " Ucap Chris sambil tertawa.


"Sangat by kaya mimpi, hehe by kenapa wajah by kelihatan pucat dan by makin kurus ya? " Tanya Hellen keheranan.


"Hmm ini semua gara-gara suami sayang ini mengidam dan muntah terus kalau makan, maunya makan jajan terus. " Ucap Chris sambil mengelus perut Hellen.


"Hehh By yang sabar ya, tidak lama dong kata orang-orang palingan itu akan berhenti ketika sudah menginjak bulan ke 5 atau 6." Ucap Hellen rasa bersalah.


"Hmm tidak apa sayang, yang penting sayang sehat, bagus juga kalau aku yang mengidam jadi kakek tidak akan curiga. " Ucap Chris.


"Umm memang ada benarnya juga tapi by yang kasian. " Ucap Hellen sambil mengusap rahang Chris.


"Tidak apa sayang, jangan khawatir. Oh ya keadaan kakek bagaimana? " Tanya Chris.


Mereka pun mengisi waktu dengan saling berbagi cerita. Hellen juga menceritakan tentang Jerry yang sepertinya terpaksa untuk bersalaman dengannya sehingga telapak tangannya menjadi dingin. Mendengarkan hal itu Chris langsung menatap tajam Jerry lalu mengambil tangan Hellen. Chris menyemprot sanitizer di kedua tangan Hellen lalu mengelapnya dengan tisu.


Hellen yang melihat tingkah Chris cemburu dengan Jerry merasa lucu. Wajah datar Jerry yang berdiri tidak jauh dari mereka pasti lagi mengutuk Chris.


"Ckk, posesif sekali padahal Nona sudah jadi istrinya, huhh siap-siap dapat perintah yang makin banyak. " Gerutu Jerry dalam hati.


Chris berpesan kepada Hellen jangan sembarang menerima apa pun yang di beri oleh orang lain kecuali olehnya lewat Jerry. Dia juga berpesan agar jangan bersalaman dengan Jerry ataupun dengan pria lain. Chris mengancam Hellen kalau sampai itu terjadi dia akan membersihkan tangan Hellen 100kali dalam sehari.


Hellen mendengar ocehan Chris merasa sangat lucu dan bahagia. Sehingga tepat jam 6 Hellen terpaksa pulang ke kediamannya.


"Sayang aku ikut menghantarmu ya. " Ucap Chris.


"Tapi kalau kakek lihat bagaimana? "


"Santai saja tidak akan ketahuan. "

__ADS_1


" Hmm baiklah, kita pergi sekarang. "


Bersambung...


__ADS_2