
Sehingga keesokan harinya Hellen yang masih tidak ingin keluar dari kamarnya membuat Ellson sedikit cemas. Ellson memaksa Hellen untuk keluar jika tidak Ellson akan mendobrakkan pintu kamarnya. Hellen yang berasa rimas oun terpaksa membuka pintu kamarnya.
"Hellen apa kamu sakit? Kalau sakit bilang di Paman supaya Paman bisa telfon doktor suruh ke sini. " Ucap Ellson nada cemas.
"Aku tidak sakit cuma lagi tidak mood. Paman aku ingin kembalinke tempatku, sebentar Jerry akan menjemputku, aku masih banyak tugas yang harus di selesaikan. " Ucap Hellen dengan datar.
"Hellen kamu kenapa nak? Apa Paman membuat mu marah? Hmmm. " Tanya Ellson mulai bingung karna melihat raut wajah Hellen seperti marah.
"Tidak, aku cuma mau mengerjakan tugasku di tempat ku sendiri. " Kata Hellen lagi.
"Baiklah, kalau begitu tapi nanti main-main ke sini ya. Paman akan selalu tunggu Hellen di sini. " Ucap Ellson lagi.
Hellen cuma mengangguk dan dia tiba-tiba menjadi serba salah dengan Ellson tapi dia masih lebih merasa serba salah dengan Chris karna Chris merupakan suaminya dan seharusnya tidak ia lawan ataupun bentak.
Jerry telah datang dan menunggu Hellen di depan pintu utama kediaman Ellson. Ellson yang melihat kedatangan Jerry langsung saja bergegas mendekati Jerry.
"Sebenarnya kau siapanya Hellen? " Tanya Ellson penasaran.
"Saya asisten pribadi Nona. " Jawab Jerry.
"Oh, berarti kau kenal pacarnya Hellen? " Tanya Ellson lagi.
"Ya." Jawab Jerry pendek karna malas meladeni Ellson.
"Bisa beri aku nomornya? " Tanya Ellson lagi tapi tidak sempat Jerry hendak menjawab Hellen sudah datang.
"Jerry ayo pergi. Paman Ell kalau ada waktu lagi aku akan ke sini. " Ucap Hellen lalu menyalami tangan Ellson.
"Baiklah Hellen. " Jawab Ellson.
Jerry dan Hellen langsung saja pergi meninggalkan kediaman Ellson.
"Ckk, sedikit lagi kalau tidak aku bisa dapat nomor pacar Hellen dan memaksanya untuk meninggalkan Hellen. Huhhh tunggu saja aku pasti akan dapat kau nanti. " Ucap Ellson sambil melihat ke arah mobil yang Hellen naiki sudah meninggalkan kawasan kediamannya.
Sebenarnya Hellen meminta Jerry untuk menghantarnya ke bandara tapi Jerry tetap bersikeras akan mengikuti Hellen sehingga sampai ke tempat tujuan.
Jerry dan Hellen menaiki pesawat biasa dan mengambil VIP class agar Hellen tidak merasa tidak selesa. Perjalanan memakan waktu 8 jam dan selama perjalanan Hellen tertidur dengan pulas karna semalaman dia tidak tidur karna memikirkan Chris.
Kedatangan mereka ke Kota NY tidak di ketahui oleh Chris. Karna Hellen ingin membuat kejutan untuk Chris agar Chris tidak lagi marah kepadanya. Hellen tidak mau Chris marah padanya karna dia takut Chris akan melakukan sesuatu di luar dari pemikirannya.
Hellen sudah sangat mengenal Chris, dia bisa melakukan apa saja agar hatinya tenang seperti sewaktu mereka masih kecil dulu. Hellen yang terluka karna di gigit oleh anjing liar, Chris sanggup berlawan dengan anjing liar tersebut biarpun dia mendapar luka yang parah tetapi anjinh tersebut mati di tangannya. Chris melakukan itu karna melihat Hellen yang sudah tidak berdaya melawan anjing liar itu. Dan akhirnya dia mengendong Hellen bawa ke rumah sakit tetapi lukanya dia tidak obati.
Sehingga Hellen sadar, Hellen memarahi Chris karna darahnya terus saja bercucuran. Sejak dari saat itu Hellen merasa sikap posesif Chris sangat mengerikan, Hellen takut dia akan mengincar Ellson karna sikap posesifnya.
Tetapi tujuan sebenar Hellen adalah datang untuk meminta maaf pada Chris karna dia sudah bersikap keterlaluan dan tidak memikirkan perasaan Chris.
****
Chris yang semalaman berada di kantornya dan menghabiskan waktunya dengan memeriksa dokumen-dokumen penting, Sekretaris Chris tidak berani berkata apa-apa karna dari awal pagu Chris telah menyemprot para karyawannya dan Sekretarisnya dengan emosinya.
Walaupun hati Chris masih belum puas, dia tetap tidak meninggalkan kantor dan lebih memilih duduk di ruangannya.
Sehingga sore hari jam 5 tepat. Sekretaris Chris masuk ke ruangan dengan membawakan Chris kopi dan sedikit cemilan untuk di makan.
__ADS_1
"Maaf, Tuan tadi Jerry telfon mengatakan Tuan berada di mana? Karna dia telah mengirim pesan tapi tidak ada balasan sekalipun. " Ucap Britney Sekretaris Chris.
"Hmm, kau telfon dia lagi, bilang aku sibuk jangan ganggu aku. Pergilah sekalian pulang saja ini sudah jam pulang kerja. " Ucap Chris yang masih sibuk melihat dokumennya.
Sekretaris Chris pun pamit dan meninggalkan Chris sendirian di ruangannya. Setengah jam kemudian ada yang mengetuk pintu ruangan Chris. Chris menyuruh masuk saja dan dia juga masih melanjutkan memeriksa dokumen di depan matanya itu.
"Kan aku sudah bilang pulang saja apa kau tidak mengerti? " Tanya Chris tanpa melihat siapa yang berada di depannya.
"Tuan." Ucap Jerry.
Chris lantas mengangkat kepalanya dan melihat Jerry yang berdiri agak canggung di depannya.
"Maaf menganggu Tuan, tapi Nona sekarang...sesuatu terjadi pada Nona dan aku sudah membawanya ke apartmentnya. " Ucap Jerry berbohong dan perasaannya sungguh takut saat ini.
"Kenapa kau bawa dia ke apartmen kenapa tidak ke rumah sakit bodoh. " Ucao Chris seraya mengambil jasnya dan berjalan menuju ke Jerry.
"Ini permintaan Nona Tuan, Maaf. " Sambung Jerry lagi.
"Ihh sudahlah ayo cepat kita pulang ke apartmen. " Ucap Chris dengan panik.
Mereka pun bergegas keluar dari kantor dan menuju ke mobil Chris. Jerry melajukan mobilnya hingga sampai ke apartment Hellen dan buru-buru masuk ke dalam apartment.
"Rain, Rain. " Panggil Chris panik lalu menuju ke kamar dan melihat Hellen yang terbaring.
Chris mendekati Hellen perlahan-lahan, dadanya terasa sesak melihat Hellen terbaring di ranjang begitu.
Tiba-tiba.....
"Kamu.. " Chris kehilangan kata-katanya dan langkah kakinya terhenti.
Hellen bangun dan mendekati Chris lalu menarik Chris menuju ke ranjang mereka.
Hellen dengan senyum sumringah karna bisa mengerjai Chris. Wajah Chris keliatan syok.
"By." Panggil Hellen dengan lembut lalu mengusap rahang Chris.
"Jadi ini tipuan saja ya? " Tanya Chris serius.
"Hmmm. Tapi By jangan marah, aku salah aku salah aku minta maaf ya By, janji tidaj buat lagi. " Ucap Hellen dan menunjukkan wajah manjanya.
"Hmm baiklah, jadi buat apa ke sini? " Tanya Chris lagi masih serius dan datar.
"Mau nyenengin By, umm By aku tau aku sudah egois kemarin, By mau ya maafkan aku. Aku minta maaf dengan tulus hati ya By. " Ucap Hellen nada merayu Chris.
Chris yang agak tergoda melihat wajah merayu Hellen langsung saja berdehem.
"Ehemm, ya. Tapikan Paman Ell lebih penting dariku kenapa harus meminta maaf? " Tanya Chris lagi dengan wajah yang susah di artikan.
"Memang benar Paman Ell penting tapi By juga tak kalah penting bagi aku, By ayolah jangan marah lagi. " Ucap Hellen masih merayu Chris.
"Aku tidak marah cuma kesal saja. " Ucap Chris.
Cupp~
__ADS_1
Hellen tanpa berpikir panjang mencium bibir Chris. Lalu menatap wajah Chris yang sedang dalam mode serius. Chris hanya terdiam karna dia tidak menyangka Hellen akan mengambil inisiatif segitu.
"By kalau serius jadi pengen di lahap. " Ucap Hellen dengan nada menggoda.
"Istriku sudah nakal ya sekarang, kalau begitu puaskan aku dulu baru aku akan memaafkanmu. " Ucap Chris lalu menyeringgai karna dia tau Hellen tidak akan sanggup untuk memulakannya duluan.
Hellen mendekatkan bibirnya ke telinga Chris.
"Kalau itu bisa menenangkan hati By, aku akan lakukan. " Ucap Hellen lalu langsung saja mencium bibir Chris, Hellen ******* dengan rakus seperti sudah lama tidak mencicipi bibir Chris yang baginya menggoda.
Chris agak kaget karna Hellen berani melakukan ini demi hatinya tenang. Chris tidak mau menjadi lelaki yang egois. Dia membalas ciuman Hellen dengan penuh berghairah. Tangannya sudah menyelinap masuk ke dalam baju kaos yang di kenakan oleh Hellen dan mencari gundukkan yang sering menjadi sasaran untuk ia mainkan.
Hellen yang sudah semakin berghairah akhirnya Chris memenuhi kemauan mereka berdua dan terjadilah peraduan di antara mereka lebih dari satu kali.
Chris memberhentikan aksinya ketika melihat Hellen sudah mulai lemas, dia menyuruh Hellen untuk beristirehat saja dan makanannya akan di pesan oleh Jerry.
Hellen melelapkan matanya untuk mengumpulkan kembali sedikit tenaganya. Chris sudah berada di kamar mandi untuk bersihkan dirinya.
Tanpa sadar Hellen tertidur pulas. Chris membangunkan Hellen agar membersihkan dirinya supaya bisa makan bersama. Dengan mata yang masih melas Hellen bangun lalu masuk ke kamar mandi untuk mandi air hangat agar tubuhnya bisa berasa segar.
Setelah selesai membersihkan diri Hellen keluar dan menujunke ruang makan, dan Chris telah menunggunya di situ sambil serius menatap layar ponselnya.
"Lagi liat apa tu? " Tanya Hellen penasaran dan membuat Chris menatapnya.
"Ini laporan dari wakil perusahaan cabang. " Ucap Chris sambil menunjukkan kepada Hellen.
"Oh.. Hmm By masih kesal? " Hellen mengangguk dan bertanya kembali.
"Sudah Sayang, kesalnya sudah di buat tenggelam oleh suara ayu Sayang tadi. " Ucap Chris sambil menaikan alisnya.
"Hahah By ada-ada saja. Ummm terima kasih ya By. " Ucap Hellen lalu mengucup pipi Chris.
"Umm sama-sama Sayang. Ayo kita makan ya nanti kita lanjut ngobrol lagi. "
Setelah selesai makan, Chris menggandeng tangan Hellen dan membawanya duduk di sofa ruangan keluarga.
"Sayang, apa Pamanmu tau kamu kesini? " Tanya Chris.
"Tidak, kalau dia tau pasti dia melarangku. Hmmm aku tidak suka Paman mencampuri urusan pribadiku. " Ujar Hellen.
"Emang kenapa? "
"Paman melarangku pacaran dan tadi Jerry memberitahu ku Paman meminta nomor By. " Ucap Hellen lagi dengan nada tidak suka.
"Oh hmm. " Chris hanya mengangguk dan tebakannya benar, Ellson juga merupakan orang yang payah.
"Tapi By jangan khawatir aku tidak akan pernah tinggalkan By. " Ucap Hellen memberi semangat Chris.
Mereka pun bercerita dan bercanda sehingga rasa kantuk menerpa mereka berdua.
Bersambung...
Nantikan kelanjutannya besok ya readers kesayangan author !!!
__ADS_1