
Setelah Tina merasa agak tenang dia keluar dari kamarnya dan menuju ke arah Chris. Chris menatap Tina dengan rasa curiga dan dia tau ada yang di sembunyikan oleh Tina. Tina yang sadar akan tatapan curiga Chris akhirnya membuka suaranya dan membincangkan masalah dia tidak menyetujui kalau Hellen yang menjadi istri Chris dengan alasan dia sudah menganggap Hellen sebagai kakak kandungnya dan tidak cocok bersama dengan Chris karna Chris juga adalah abang kandungnya.
Mendengar semua ucapan yang di sampaikan oleh Tina, rasa curiga Chris semakin besar karna ini sungguh di luar dugaannya padahal dulu Tina yang mendukung 100% hubungannya bersama Hellen. Tapi kini menolaknya dengan ancaman bahwa dia akan pergi untuk selamanya karna Chris lebih memilih Hellen daripada dia yang asli adik kandungnya.
"Ckk apa yang di sembunyikan oleh Tina. " Gumam Chris.
"Kalau abang tidak pisah dengan Hellen aku yang akan pergi dan abang akan kehilangan aku untuk selamanya. " Ucap Tina tegas dan kelihatan serius.
"Tina kau harus tenang, aku tidak akan menanggapi ucapanmu. Pulanglah dan istirehat dan baru kita lanjutkan setelah kau rasa tenang. " Ucap Chris datar.
"Siapa bilang aku tidak tenang hahh? Apa abang tau apa yang aku lalui ini ? Kalau abang tetap tidak pisah dengan Hellen makan aku akan membunuh diriku. " Ucap Tina lalu pergi dari ruang Chris.
Chris membulatkan matanya apabila mendengar kata-kata Tina yang terakhir, dia melihat punggung Tina yang keluar dari ruangannya, Chris juga tidak mampu berkata apa-apa. Chris menelfon bawahannya untuk mengawasi pergerakan Tina. Dia menarik nafas yang panjang lalu menatap ke arah kursi yang tadi diduduki oleh Tina.
"Tina apa kau juga meragukan abangmu? Apa masalahmu yang sebenar? " Ucap Chris sendirian.
Tina pulang dengan kekesalan terhadap diri sendiri karna ini kali pertamanya membentak Chris dan memarahinya dengan serius. Tina merasa sangat depresi. Sesampai di rumahnya Tina tidak melihat sosok kedua orangtuanya, dia langsung saja mengabaikannya dan menuju ke kamarnya. Dalam kamar, Tina menangis sepuas-puasnya karna dia tau dirinya kini dipermainkan oleh Jaqleen, dia tidak bisa berbuat apa-apa melainkan mengikuti perintah yang diberi oleh Jaqleen.
Jaqleen menelfon Tina untuk meminta laporan apa yang sudah dia kerjakan hari ini di kantor Chris. Tina menjelaskan semuanya dengan terperinci dan terdapat rekaman suara yang dia kirim kepada Jaqleen sebagai bukti perbicaraannya dengan Chris. Jaqleen mendengar rekaman tersebut lalu mengepalkan tangan kirinya, dia terus menekan Tina untuk berbuat sesuatu agar Chris menyetujui untuk berpisah dengan Hellen.
Chris meminta laporan tentang kegiata Tina beberapa hari ini sebelum pulang ke Kota NY. Setelah anak buahnya mengirim laporan tentang kegiatan Tina, Chris membaca dengan teliti sehingga manik matanya menatap laporan kegiatan Tina kemarin. Chris sudah mengetahui bahwa sebelum Tina pulang ke sini dia sempat bertemu dengan Jaqleen di cafe dan di hotel. Chris coba menebak apa yang dilakukan Jaqleen terhadap Tina. Dia segera menyuruh anak buahnya untuk merentas cctv cafe dan hotel yang Tina pergi bersama Jaqleen.
"Apa Tina mendukung Jaqleen? Atau ada sesuatu seperti ancaman? " Ucap Chris menebak sebelum mendapat rekaman cctvnya.
Anak buah Chris melaporkan bahwa rekaman cctv di cafe dan hotel sudah di hapus oleh seseorang. Chris menjadi semakin curiga karna ini bukanlah hal yang biasa tapi ada sesuatu di balik semuanya.
__ADS_1
Chris tidak melanjutkan pencariannya dia pulang ke mansion utama lebih cepat untuk bertemu dengan Tina. Sampai di mansion Chris langsung saja menuju ke kamar Tina dan mengetuknya berulang kali tapi tidak ada jawaban dari Tina. Chris akhirnya menyerah saja untuk membujuk Tina hari ini karna dia juga sangat lelah, dia langsung ke kamarnya dan istirehat. Keesokan harinya Chris bertemu Tina di ruang makan, Tina hanya mengabaikannya dengan muka kesal tapi dia tidak ingin berbicara apa-apa dulu dia hanya memperhatikan gerak gerik Tina.
Tina langsung saja berdiri dan berlalu pergi setelah habis makan sarapannya. Tina tidak mengucapkan apapun dan langsung saja keluar. Chris memperhatikan pungung Tina dan menelfon anak buahnya untuk membuntuti Tina secara diam-diam. Chris meneruskan sarapannya dan tiba-tiba anak buahnya mengirimkan pesan bahwa mereka berhasil merentas ponsel Jaqleen dan Tina. Anak buah Chris juga mengirim percakapan Tina dan Jaqleen.
Betapa terkejutnya Chris mendapati bahwa Tina di racuni oleh Jaqleen sehingga terjadi pergulatan antara pria dan wanita. Jaqleen juga mengancam akan menyebarkan videonya jika tidak menuruti kemauannya. Rahang Chris mengeras matanya memerah karna dia merasa gagal menjadi abang yang seharusnya menjaga dan melindungi adiknya.
Chris menelfon perentasnya dan menyuruh merentas semua gadjet yang di gunakan Jaqleen termasuk punya orangtua Jaqleen dan menghapus semua data dan video juga masukkan virus ke dalamnya. Kini Chris tinggal memikirkan cara untuk menyelesaikan masalahnya dengan Tina. Chris memutuskan akan mengikuti omongannya Tina tapi sebelum itu Chris menelfon Hellen agar jika ada berita yang tiba-tiba datang dan sangat mengejutkan abaikan saja. Chris sudah memberitahu Hellen dengan terperinci, sehingga Hellen menjadi marah karna perbuatan Jaqleen sudah keterlaluan tapi Chris menenangkan Hellen dan bersumpah akan membantu Tina menyelesaikan masalahnya.
Setelah Chris sudah memberitahu Hellen dia merasa agak lega karna Hellen tidak lagi terkejut malah mendukungnya untuk selesaikan dengan cepat. Chris mengirim pesan kepada Tina bahwa ingin bertemu dengannya dan berjanji tidak akan membuat Tina kecewa.
Tina langsung saja ke kantor Chris dan menemuinya. Chris memeluk Tina dengan erat.
"Aku akan membalasnya untukmu. " Ucap Chris sangat perlahan. Chris melepaskan pelukannya dan membawa Tina duduk di sofa ruangannya. Chris tidak memberitahu Tina bahwa dia sudah tau kebenarannya, karna Chris tau Tina sedang dalam panggilan bersama Jaqleen.
"Jadi apa jawaban abang? Apa abang memilihku? " Tanya Tina tanpa basa basi.
"Apa aku bisa percaya kata-kata abang? " Ucap Tina datar. Sebenarnya Tina benar-benar merasa bersalah jika itu terjadi karna dia begitu menyayangi Chris dan Hellen.
"Tina abang akan pisah dengan Hellen, sekarang abang akan menelfonnya dan mengatakannya kalau hanya cara ini yang bisa membuatmu bahagia. " Ucap Chris dengan lembut.
"Cepatlah aku ingin dengar. " Tina mulai mengeluarkan keringat dingin setelah mendengar ucapan Chris yang sangat serius.
Chris membuat panggilan telfon kepada Hellen. Chris mula-mulanya berat untuk mengatakan kata pisah tapi demi Tina, Chris terpaksa mengatakan perkataan tersebut. Terdengar dari seberang sana Hellen sudah tidak bersuara yang kedengaran hanya bunyi tangisan. Mata Tina mulai memerah karna mendengar tangisan Hellen. Chris mematikan ponsel sepihak karna tidak sanggup mendengar tangisan Hellen. Tina melihat Chris menatap ponsel yang digenggamnya dengan kuat. Chris mengangkat wajahnya dan mengukir senyum paksa menatap Tina, mata Chris sudah memerah dan terdapat airmata yang ditahan untuk jatuh.
"Tina apa sekarang kau percaya abang? " Ucap Chris serak karna menahan tangisannya.
__ADS_1
"Baik terima kasih sudah mendengarkanku dan memilihku. Dan aku masih punya satu permintaan, kalau abang berani melakukan permintaanku, aku akan percaya abang 100%." Ucap Tina yang sedang menahan emosinya yang sedih.
"Baiklah abang akan mendengar permintaanmu tapi kamu juga harus janji jangan melakukan hal bodoh dan jangan mengatakan hal yang tidak pantas untuk dikatakan lagi, abang sangat menyayangiku Tina. " Ucapan Chris membuat Tina terpukul besar.
"Baiklah aku janji. Untuk permintaanku aku ingin abang dan Jaqleen menikah. " Ucap Tina suara serak.
"Apa? Tapi Tina, dia sudah mengatakan di pers bahwa dia tidak ada hubungan denganku? "
"Abang nanti kalau di tanya oleh media jawab saja aku jatuh cinta kepadanya setelah berita palsu ini beredar. " Ujar Tina.
"Hmm." Chris hanya mengangguk lalu menghela nafas. Dia menyetujui Tina.
Tina menatap Chris yang mulai melamun menatap ponselnya lagi, mata Chris kembali berair. Tina yang tidak tahan melihat abangnya larut dalam kesedihan yang dibuat olehnya akhirnya pamit untuk pulang.
Sampai di dalam mobilnya Tina kembali bicara dengan Jaqleen dan Jaqleen sangat puas juga gembira dengan keputusan Chris. Kini Jaqleen tau kelemahan Chris adalah Tina karna dia sanggup kehilangan Hellen daripada Tina. Setelah perbicaraan mereka di ponsel di tamatkan oleh Jaqleen. Tina menangis sambil memukul stir mobilnya dia marah dengan dirinya sendiri. Dia sudah menghancurkan kebahagian orang yang dia sangat sayang.
"Bodoh bodoh bodoh! Aku memang bodoh. **iskk iskk iskk** kak Hellen maafkan Tina, Tina terpaksa. Abang maafkan Tina maafkan Tina. Lebih baik aku mati saja aku tidak sanggup melihat kekecewaan dan kesedihan kalian." Ucap Tina sambil menangis sendiri di dalam mobilnya.
Tina melajukan mobilnya dan menabrak tiang listrik yang besar. Mujur anak buah Chris yang mengawasi Tina cepat bertindak dan melaporkan kepada Chris. Chris tidak menyangka Tina akan bertindak begini, akhirnya Chris menjadi sangat murka terhadap Jaqleen.
Jaqleen yang mendapat berita tentang kecelakaan Tina membuatnya geram. Tapi ingin mengambil kesempatan untuk mengunjungi Tina agar Chris melihatnya tulus bersama Tina. Jaqleen memesan tiket penerbangan untuk ke Kota NY. Dia tidak sabar untuk memainkan peran calon istri yang perhatian kepada adik ipar.
Chris tidak mengabarkan Hellen dan Orangtuanya dan menutup berita tentang Tina, dia melakukan itu karna dia juga merasa bersalah dalam kejadian ini. Chris menunggu Tina di luar ruang UGD, dia tidak tenang. Setelah doktor yang menangani Tina keluar dan mengatakan cuma cedera ringan Chris berasa lega. Chris menjenguk Tina setelah di pindahkan ke ruang inap.
Chris berada di ruangan Tina sudah 1 jam tapi Tina belum sadar. Chris masih tetap menunggu biarpun anak buahnya menyuruhnya untuk istirehat tapi dia tetap menolak. Hampir 2 jam akhirnya Tina sadar dan mendapat sosok Chris yang berdiri di sampingnya sambil mengenggam tangan. Chris menatap Tina dengan tatapan yang sulit diartikan juga terdapat rasa bersalah di wajah Chris.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like dan favorite ya readers author yang tersayang terkasih !!