
Chris membawa Hellen bertemu dengan Kakek Arnold, dia juga memberitahu bahwa mulanya dia kira Kakek Arnold yang mengurungmu karna Hellen sudah mengatakan hal yang terjadi sebenarnya.
Kakek Arnold yang berada di sebuah apartment milik Chris di jaga ketat oleh anak buah Chris, untuk tidak memberi kesempatan kepada Kakek Arnold untuk kabur.
Setelah Chris dan Hellen sampai di apartment tempat penyekapan Kakek Arnold. Hellen langsung saja merubah air mukanya menjadi datar karna memang dia tidak ingin bertemu dengan Kakek Arnold tapi Chris ingin Hellen mendengarkan apa yang ingin di katakan oleh Kakek Arnold.
"Hellen kamu datang? Kenapa dengan wajahmu nak? Apa ada yang menyakitimu? " Ucap Kakek Arnold dengan iba setelah melihat Hellen berada di dalam ruangan itu bersama Chris.
"Bukan urusanmu lagi dan tidak usah basa basi cepat katakan apa yang ingin Kakek katakan. " Kata Hellen dengan dingin.
"Hellen.....ummm **menundukkan kepala** sebenarnya Kakek juga adalah korban tapi demi martabat dan posisi Kakek, semuanya menjadi salah Ibumu Erika. " Ucap Kakek Arnold dengan lemas.
"Kau! Kau tidak layak memanggil nama Ibuku, dan Kakek bilang itu semua menjadi salah Ibuku? Hahh??!!! Sialan aku tidak pernah akan maafkan Kakek ! " Ucap Hellen membentak lalu Chris coba mengusap-usap pundaknya agar mengontrol emosinya saat ini.
"Hellen dengar Kakek nak. Kakek sangat menyayangi Ibumu seperti anak sendiri begitu juga dengan kamu. Masalah itu adalah kesilapan dan Kakek juga adalah korban, percayalah Kakek Hellen kenapa harus Kakek melakukan hal yang menjijikkan itu. " Ucap Kakek Arnold merayu Hellen.
"Tapi Kakek tetap lebih mementingkan martabat sendiri dan itu namanya EGOIS ! menyayangi Ibuku? Apa mungkin Kakek pikir aku tidak tau? Apa karna harta yang Ibu miliki melebihi harta Kakekjadi sanggup berpura-pura mengatakan sayang? Itu sangat menjijikkan! " Ucap Hellen dingin dan dia berusaha agar air matanya tidak bolos pada waktu ini.
"Hellen... " Kakek Arnold tidak bisa berkata apa-apa karna dia tidak menduga Hellen juga tau tentang harta yang di miliki Ibunya.
"Siapa yang memberitahunya ckk, apa William? Tapi aku tidak yakin William yang memberitahunya karna dia tidak pernah mengatakan hal itu malah jikalau dia tau pastu perusahaan rahasia Erika akan menjadi menjadi miliknya. " Gumam Kakek Arnold dalam hati.
"Kenapa diam? Apa benar ucapan Rain tadi? " Tanya Chris yang dari tadi hanya diam dan memperhatikan Hellen dan Kakek Arnold.
"Itu tidak benar....aku tidak tau tentang hal yang di...di ucapkan oleh Hellen. " Ucap Kakek Arnold sedikit gugup.
"Pembohong !!! " Ucap Hellen berteriak.
Hellen segera menarik tangan Chris untuk keluar dari apartment itu, setelah berada di dalam mobil Chris Hellen menangis dan berusaha untuk mengatur nafasnya dengan benar karna dia tau dia tidak boleh terlalu emosi karna kandungannya masih agak lemah.
"By apa By tidak mau menanyakan apa-apa padaku? Bagaimana aku bisa tau? " Ucap Hellen yang sudah merasa tenang.
"By tidak mau memaksa Sayang untuk menceritakan kepada By jika itu bisa mengorek luka lama Sayang. " Ucap Chris sambil mengusap kepala Hellen dan mengukir senyuman hangat.
Hellen hanya terdiam saja mendengar ucapan Chris.
***
__ADS_1
Flashback kejadian setelah Erika, Ibu Hellen meninggal dunia.
Malam itu hujan deras, Hellen hanya duduk di pojok kamarnya dan masih merasa sangat sedih karna kehilangan Ibunya dan itu membuatnya sangat terpukul, apalagi Ayah dan Kakeknya tidak datang untuk menanyakan keadaannya.
Waktu itu Hellen baru saja berumur 12 tahun, dan pada masa yang sama Chris pergi ke luar negara untuk melanjutkan kuliahnya, Chris tidak tahu bahwa Ibu Hellen mengalami kecelakaan pada hari yang sama dia berangkat ke Negara M.
3 hari telah berlalu Hellen masih saja di tinggalkan sendiri di kediaman Gramor, tidak ada satu pun pelayan yang mengurusinya. Sehingga Hellen akhirnya mengambil keputusan untuk pergi mengikut Ibunya ke alam baka.
Hellen keluar dari kediaman Gramor dengan berjalan kaki, dia merasa tubuhnya sangat lemah tapi Hellen nekat untuk membunuh diri saja daripada dia harus menanggung kesakitan atas kehilangan Ibunya yang tercinta.
Hellen tidak tau hendak menuju ke arah mana, sedang dia berpikir hendak melintasi jalan yang banyak mobil sedang melaju, Hellen benar-benar nekat ingin mengakhiri hidupnya.
Hellen hampir saja di tabrak dengan mobil mujur saja ada yang menariknya kembali ke bahu jalan.
"Hellen apa kamu sudah gila? " Ucap Lelaki yang menyelamatkannya dari aksi membunuh diri.
".... " Hellen tidak berkata apa-apa karna dia tidak mengenal lelaki itu tetapi lelaki itu mengetahui namanya.
"Hmmm ikut aku pulang saja. " Ucap Lelaki itu lalu menarik tangan Hellen agar bisa mengikutinya.
Dengan langkah yang berat Hellen mengikuti Lelaki itu masuk ke dalam mobilnya. Sepanjang perjalanan Hellen tidak mengatakan apa-apa, pandangannya mulai kosong. Lelaki itu juga tidak berbicara dia hanya menyetir mobilnya dengan kelajuan di bawah rata-rata.
"Hellen ayo kita masuk dulu. " Ucap lelaki itu sambil mengandeng tangan Hellen.
"Hmm." Hellen menganggukkan kepala dan mengikuti langkah lelaki itu.
Lelaki membawa Hellen menuju ke ruang tengah dan ada pelayan yang sudah menunggu, ketika Lelaki itu berpapasan dengan para pelayan itu mereka semua menundukka kepala memberikan tanda hormat.
Hellen mulai gelisah dan berpikir bahwa dia akan di jual oleh Lelaki yang menyelamatkannya tadi untuk mendapatkan uang.
Wajah Hellen kelihatan sekali sangat gelisah dan bisa di baca oleh Lelaki itu. Mereka duduk berhadapan, Lelaki itu mengambil kotak p3k yang di serahkan kepadanya oleh salah satu pelayannya. Dia mengobati luka di kaki Hellen dengan berhati, karna ketika dia bertemu dengan Hellen, Hellen tidak memakai sandal maupun sepatu akhirnya kakinya terluka karna berjalan kaki begitu jauh.
"Ok sekarang kau boleh bertanya aku siapa, dan kenapa bisa mengenalimu. " Ucap Lelaki itu setelah selesai mengobati kaki Hellen.
"Kau siapa? Kenapa menyelamatkanku? Apa motif mu? " Tanya Hellen dengan gementar.
"Hmm aku Ellson Wolsfort, adik kandung Erika, Ibumu. Aku baru saja pulang dari Negara X dan tadi pagi baru tiba di sini. " Ucap Ellson.
__ADS_1
"Kalau kau adik Ibuku kenapa aku tidak mengenalimu? Apa kau berpura-pura baik denganku agar bisa menjualku? " Ujar Hellen dengan penuh kecurigaan.
"Mungkin kau lupa denganku Hellen, kita pernah bertemu dan berteman akrab tapi waktu itu umur kau baru 4 tahun ya kalau tidak silap. Hummm jadi kau curiga pamanmu ini akan menjualmu? " Ucap Ellson tersenyum karna merasa lucu.
"Aku.....maaf aku sudah tidak ingat. Tapi kenapa kau tidak datang ke pemakaman Ibu kalau kau benar adik kandung Ibuku? " Tanya Hellen masih sedikit curiga.
"Kan pamanmu ini baru bilang tadi pagi baru sampai di sini. Hellen maaf paman tidak ada waktu Ibumu di makamkan, karna aku sekarang menjabat sebagai CEO di perusahaan mendiang Kakek dan Nenekmu iaitu orangtua Ibumu dan aku. Tapi kedatangan aku ke sini memang untuk mencari mu Hellen, setelah mendengar berita tentang kematian Ibumu, aku cuma bisa mengkhawatirkanmu. Apalagi ketika aku melihat kamu ingin mengakhiri hidupmu Hellen, paman sangat takut. " Ucap Ellson sendu.
"Umm bagaimana aku harus percaya padamu? " Tanya Hellen masih curiga walaupun Ellson sudah meluahkan isi hatinya dengan panjang.
"Ummm sebentar ya, paman ambil sesuatu dulu. " Ucap Ellson dan langsung saja pergi meninggalkan Hellen sendiri di ruang tengah itu.
"Hellen maaf membuat mu menunggu, ini ambillah dan lihat dalamnya. " Ucap Ellson yang baru saja kembali dan menyerahkan album foto kepada Hellen.
Hellen menerima album foto itu, dan membukanya memang benar ada foto keluarga Ibunya dan memang ada seorang lelaki berdiri di sebelah Ibunya dan Hellen tebak itu adalah Ellson karna wajahnya masih agak mirip dengan yang sekarang. Hellen mengukir senyumnya lalu menatap Ellson.
"Maaf Paman, kalau tadi Hellen berkata kasar. " Ucap Hellen polos.
"Tidak apa-apa Hellen, yang pentinga sekarang kamu sudah bisa percaya kata paman." Balas Ellson tersenyum hangat.
"Terima kasih Paman. "
"Baiklah sekarang kita makan dulu ya, biar badan tu berisi sedikit dan tidak terlihat loyo. " Ujar Ellson lalu membantu Hellen untuk berdiri.
Mereka menuju ke ruang makan dan para pelayan melayani mereka dengan lembut dan sopan. Ellson dan Hellen pun memulaikan ritual makan setelah semua telah di sediakan oleh pelayan.
Sepanjang mereka makan Ellson banyak berbagi cerita yang lucu untuk menghibur Hellen karna dia tau hati kecil Hellen pasti sangat merasa sedih dan kesepian setelah kematian Erika, Ibu Hellen.
Hellen juga tidak menduga bahwa dia akan bertemu dengan Ellson yang di kenal sebagai adik kandung daru Ibunya. Dia merasa bahagia karna Ellson sangat perhatian dan menurutnya memberinya kehangatan setelah melalui kesedihan walaupun dia masih belum bisa menerima kematian Ibunya tetapi kemunculan Ellson membuat harinya berwarna lagi.
Setelah selesai makan, salah satu pelayan menghantar Hellen untuk mengantikan pakaiannya dan membersihkan diri. Setelah masuk ke kamar yang di sediakan khusus untuknya itu, Hellen langsung saja mengitari setiap sudut kamar itu.
Sedangkan Ellson yang duduk di ruang tengah bersama beberapa anak buahnya kini memberi arahan untuk mencari tau sebab yang sebenar kematian Kakak kandungnya Erika. Setelah anak buahnya pergi, Ellson melihat foto Erika lalu air matanya lolos begitu saja.
"Kak maafkan Ell, andai waktu itu Ell bisa menjaga Kakak dengan baik, Kakak tidak perlu di jodohkan dengan William, kalau aku tau akhirnya sadis seperti ini. Kak Ell janji mulai sekarang Ell akan menjaga Hellen. " Ucap Ellson kepada foto Erika.
Ellson menyimpan kembali foto Erika dan mengusap airmatanya. Karna mulai dari sekarang dia harus memikirkan masa depan Hellen, dan dia juga memastikan tidak ada siapun yang akan berani berbuat hal jahat terhadap Hellen.
__ADS_1
Ellson juga berencana untuk membawa Hellen pulang ke kediaman utama Wolsfort di Negara X, agar lebih mudah dia memantau Hellen.
Bersambung....