DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 77 Sebuah Berita


__ADS_3

Ellson ingin mencari celah agar dia bisa melepaskan diri dari tempat itu tapi hari semakin gelap dan sekelilingannya mulai kelihatan menyeramkan. Dua orang yang menjaganyq itu berada agak jauh dari tempatnya.


"Ihh mana banyak nyamuk lagi, bisa mati di gigit nyamuk aku malam ni. Argghh aku tidak mau mqti konyol sialan pria itu!!" Gerutu Ellson dalam hati.


Dia mencoba memejamkan matanya saja karena pikirnya percuma saja melarikan diri saat ini, hari sudah mulai gelap Ellson memejamkan matanya tapi bukan tanda dia sedang tidur tapi dia sedang memikirkan sesuatu untuk hari besok cara untuk melepaskan diri.


***


Kembali ke mansion Lee..


Hellen yang merasa tidak enak hati mulai mondar mandir di dalam kamarnya, dia menunggu Chris pulang dari rapat perusahaan yang penting dan mewajibkannya untuk datang.


Hellen melihat ke arah jam, dia merasa khawatir dengan Chris karena firasatnya seperti akan berlaku sesuatu tapi dia sendiri pun tidak tau hal apakah itu. Hellen hanya mampu berdoa agar Chris baik-baik saja.


Sehingga tempat jam 7 Chris sampai di mansion dan langsung menuju ke kamarnya. Setelah membuka pintu kamar, Chris mendapatkan wajah khawatir Hellen. Hellen langsung saja dengan cepat menuju ke arahnya lalu memeluk dirinya.


"Heii, apa istri dan anakku sangat merindukanku. Hmmm maaf sayang agak telat, tadi rapatnya di perpanjangkan 2 jam lagi karena pembahasan tentang penurunan di beberapa cabang perusahaan. " Chris menjelaskan kepada Hellen dan Hellen hanya mengganggukkan kepala tanpa ingin menjawab. Yaa tentu hal itu membuat Chris berasa heran.


Chris membawa Hellen yang masih dalam pelukannya berjalan ke arah ranjang mereka. Setelah sampai dekat ranjang mereka Chris mendudukkan Hellen lalu menatap wajah Hellen yang masih saja kelihatan khawatir dengannya.


"Sayang kamu kenapa? Apa ada yang sakit? Cepat katakan pada By. " Chris mulai merasa panik.


"By, entahlah tapi firasatku mengatakan ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi tetapi tidak tau lagi apa. By, kalau boleh By jangan pergi-pergi dulu ya, aku takut. " Ujar Hellen dengan jujur.


Setelah mendengar perkataan Hellen, Chris langsung saja memeluk Hellen lalu mengusap perlahan punggungnya agar Hellen merasa tenang akan kekhawatirannya.


"Baiklah beberapa hari ini By tidak akan pergi dari mansion, sampai sayang tenang. Hmm tenanglah sayang By ada di sini jangan takut, kita doa yang banyak ya agar di jauhkan dari segala musibah. " Ucap Chris dengan lirih sambil mencium puncak kepala Hellen.

__ADS_1


Setelah merasa Hellen sudah tenang, Chris membawa Hellen turun untuk makan malam bersamanya..


Keesokan harinya Chris benar tidak ke kantor, dia mengenakan baju kaos biasa dan celana pendek saja. Pakaian Chris sungguh santai sehingga membuat mereka yang berada di sekitar mansion itu merasa aneh karena jarang sekali Chris memakai pakaian santai biasanya dia akan memakai kemeja dan celana untuk ke kantornya biarpun pada hari libur karena mereka tahu Chris seorang pekerja keras dan tidak ingin mengambil cuti untuk membuang masanya.


Tapi sejak kedatangan Hellen, mereka melihat banyak sekali perubahan pada diri Chris, dan yang paling ketara adalah dulu wajahnya sangat cuek dengan orang sekitarnya tetapi sekarang di mana dia berada, Chris akan mengangguk dan tersenyum tipis.


Chris berjalan ke arah ruang kerjanya untuk menyelesaikan kerjaannya. Jerry pula berada di kantor menggantikan posisinya untuk rapat bersama karyawan.


Hellen merasa sedikit tenang karena Chris mendengarkan ucapannya walaupun firasat tentang hal buruk yang akan berlaku itu belum juga hilang.


Dalam ruang kerja Chris, tiba-tiba ponsel Chris berbunyi, Chris langsung saja menjawab karena dia melihat nama Jerry yang terpampang di layar.


....


Panggilan tamat~


Hellen berada di ruang tengah bersama Nyonya Lee, Hellen yang sedang asyik mendengar celoteh Nyonya Lee membuat Chris merasa sedikit khawatir untuk menyampaikan berita yang ia dapat dari Jerry tadi.


Chris menghampir Hellen dan Mamanya dengan wajah sayu.


"Sayang." Chris memanggil Hellen dengan lirih tapi tetap di dengar oleh Hellen.


"By, ada apa? Kenapa wajah By seperti itu? " Tanya Hellen kepada Chris apabila Chris berada tepat di sisinya. Hellen mengerutkan dahinya karena Chris menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"By, ada apa? " Hellen menggoyangkan pundak Chris perlahan apabila Chris mulai berlutut di depannya.


"Sayang, ada berita yang harus aku sampai padamu tapi berjanjilah jangan panik dan tetap kuat. " Ucap Chris dengan lembut.

__ADS_1


Deg...deg...deg...


Degup jantung Hellen tiba-tiba menjadi cepat dan firasat yang di rasakannya semakin membuat dadanya merasa sesak. Hellen diam dan mengangguk kepalanya walaupun tangannya ada sedikit gementar.


"Tuan William dan Paman Ellson, mengalami kecelakaan dan salah satu dari mereka meninggal di tempat, dan itu adalah Paman Ellson dan Tuan William pula mengalami koma. "


Walaupun Ellson banyak berbuat jahat padanya dan pernah ingin membunuhnya tetapi Chris masih saja menghormati Ellson dengan memanggilnya Paman karena Chris tau Ellson pernah membangkitkan semangat Hellen yang hampir saja putus asa dengan hidupnya.


Air mata Hellen keluar tapi tidak ada suara isakan yang di dengar, tubuh Hellen menjadi kaku setelah mendengar berita yang di sampaikan oleh Chris, wajah Hellen mulai memucat karena dadanya terasa sangat sesak.


Chris menarik Hellen ke dalam pelukannya lalu mengusap punggungnya dengan lembut.


"Menangislah Sayang jangan di tahan, itu akan membuatmu sakit. " Ucap Chris dengar perlahan.


Hisk...hiskk...hiskk..


Kini ruangan tengah mansion di penuhi oleh isakan Hellen, orang tua Chris dan para pembantu di mansion tersebut merasa iba dengan Hellen. Mereka berpikir hidup Hellen terlalu banyak musibahnya.


Chris kembali menenangkan Hellen, hingga tangisan Hellen mulai mereda. Barulah dia bersuara lagi.


"Besok kita akan ke kota kecil itu lagi, di sana Tuan William berada dan jasad Paman Ellson, sekarang kamu istirehat jangan terlalu di pikirkan ingat dengan kehamilan kamu yang sudah semakin besar ya. Dan tetap kuat banyakkan berdoa untuk Tuan William dan Paman Ellson. " Ucapan Chris mendapat anggukan dari Hellen.


Kini Hellen sedang berada di dalam kamarnya bersama mama mertuanya yang setia menemaninya saat Chris masih sibuk. Chris bukan tidak peduli dengan Hellen untuk saat ini tapi dia sedang memberi arahan dengan anak buahnya untuk mengurusi semua tentang Tuan Willian dan Ellson dan juga berkomunikasi dengan para dokter di rumah sakit yang merawat Ayah Hellen dan di mana jasad Ellson berada.


Bersambung....


Cuma tinggal berapa bab lagi yahh guyss yahh.. Tetap semangat dan terus mendukung authornya.. Maaf juga authornya sekarang lagi urus sesuatu yang sangat2 penting jadi jarang ketemu dengan hp, makanya up nya kayak hilang2 gitu..

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favorit ya readerss kesayangan !!


__ADS_2