
Sopir pribadi Chris telah sampai. Jaqleen ingin saja memarahi sopir Chris karna dia sudah menunggu begitu lama tapi dia tidak mau merusakkan suasana hatinya yang bahagia.
Sopir pribadi Chris membawa Jaqleen jauh dari Kota NY tapi Jaqleen tidak ada merasa curiga sama sekali. Tiba di sebuah gudang lama baru Jaqleen merasa ada yang aneh.
"Hei pak, kita bukan seharusnya ke restoran xxx ? Kenapa kita berada di sini, apa pak tidak takut Chris akan murka, saya ini nyonya muda kamu loh. " Ucap Jaqleen dengan membangga.
"Maaf Nona Jaqleen. " Sopir tersebut tiba-tiba menyemprot obat tidur di muka Jaqleen.
Anak buah Chris membawa Jaqleen masuk ke gudang dan mengikat Jaqleen di kursi. Jaqleen tidak menyadarkan diri selama setengah jam sehingga dia merasa wajahnya di siram air dia bangun dan agak kaget.
"Siapa kalian hahh?! " Nada tinggi, mata Jaqleen masih buram karna di siram air tadi. Dia merasa ketakutan.
Tidak ada yang bersuara untuk menjawab pertanyaan Jaqleen.
"Apa yang kalian ingin lakukan? Apa kalian tidak tahu aku siapa?! Aku nyonya muda Lee istri dari Chris Lee, kalian semua memang cari sial. " Ancam Jaqleen dengan percaya diri.
Para anak buah Chris saling bertatapan dan tiba-tiba menyeringgai. Wajah mereka sangat mengerikan dan tidak ada satupun yang menjawab ucapan Jaqleen.
Jaqleen mencoba untuk melonggar ikatan tangannya di belakang kursi tapi ikatannya terlalu kuat. Jaqleen berteriak meminta tolong tapi semakin kuat dia berteriak para lelaki yang berada di hadapannya semakin kuat tertawa.
Jaqleen mulai gementaran, tiba-tiba ada seorang pria yang masuk dan para anak buah itu menjauh. Jaqleen merasa ada seseorang akan menyelamatkannya.
Jaqleen melihat wajah Chris yang menuju ke arahnya, dia mulai merasa lega dan tenang.
"Chris, Chris aku tau kau akan mencariku, cepat lepaskan aku mereka masih di sini. " Ucap Jaqleen yang melihat Chris menuju ke arahnya.
Wajah datar Chris berubah menjadi wajah yang menyeringgai setelah melihat Jaqleen begitu ketakutan. Chris berhenti tepar di hadapan Jaqleen dan salah satu anak buahnya membawakan kursi untuk dia duduk.
Kini Jaqleen baru sadar dia termasuk dalam jebakan Chris.
"Jaqleen, kau takut ya? " Tanya Chris menyeringgai.
"Sial apa semua ini rencanamu? Chris tega sekali kau melakukan ini padaku, bukankah kau mencintaiku. " Ujar Jaqleen.
"Aku sudah pernah bilang, jangan kau ganggu Rain. Tapi kau degil kau tetap buat rencanamu dan membuat Rain sakit hati. Jaqleen kau tau apa yang aku paling benci? " Ucap Chris.
"Apa, kau mau bilang kau benci padaku? "
"Benar memang aku benci padamu tapi yang aku paling benci adalah orang yang menyakitkan hati wanitaku. Aku tidak suka melihat Rain menangis karna sakit hati oleh itu aku akan hancurkan siapa saja yang menyakiti hatinya. " Ucap Chris panjang.
Ucapan Chris membuat Jaqleen agak gementaran tapi dia masih bersikeras tidak mau kalah dengan Hellen.
"Chris aku yang mencintaimu, aku selalu setia menjadi pengikutmu dan aku sudah menjadi model terkenal di Negara M. Aku sanggup tinggalkan pekerjaanku demi mendapatkanmu. Tolong Chris pertimbangkan aku untuk nerada di sisimu, kalau kau setuju aku bersumpah tidak akan membuat Rain sakit hati." Ucap Jaqleen sambil menangis meminta simpati dari Chris.
Chris mengabaikan ucapan Jaqleen dia membuka foto dalam ponselnya dan menunjukkan kepada Jaqleen.
__ADS_1
"Chris kau mengancamku dengan kedua orangtua ku? Kau jangan berani sentuh mereka. " Ucap Jaqleen gementar setelah melihat ayah dan ibunya di ikat di sebuah kamar.
"Aku bisa lepaskan mereka tapi kau harus mengatakan di media semua berita itu palsu. " Tawar Chris.
"Baiklah aku akan melakukannya tapi kau jangan sentuh kedua orangtuaku. " Ujar Jaqleen.
"Tidak sangka dia guna cara yang menjijikkan dengan melibatkan ayah dan ibu. Cih aki harus pastikan mereka selamat lalu menghantar mereka pulang ke Negara M dan aku akan balas dendam untuk Hellen. " Gumam Jaqleen dalam hati.
Chris memberi Jaqleen waktu sampai besok pagi, Chris menyuruh anak buahnya menghantar Jaqleen ke sebuah hotel. Ikatan Jaqleen di lepas.
"Kalau kau berpikir untuk kabur kau akan tau akibatnya, besok kau akan adakan pers untuk menyelesaikan masalah ini tapi kalau hasilnya tidak baik aku jamin kau tidak akan pernah bertemu dengan kedua orangtua mu. " Ucap Chris nada serius.
"Baiklah tapi setelah aku melakukannya besok kau harus melepaskan orangtua ku. " Ujar Jaqleen dingin.
"Baik tapi tunggu setelah aku melihat pengakuan kau. " Chris berlalu pergi dan meninggalkan Jaqleen bersama anak buahnya.
Jaqleen terpaksa mengikuti semua arahan Chris dan dia harus menebalkan mukanya untuk berhadapan dengan para wartawan di konferensi pers.
Chris kembali ke apartment dan coba menghubungi Hellen lagi. Chris sangat berharap malam ini Hellen akan berbicaranya dengannya. Sedang Chris menunggu Hellen untuk menjawab panggilannya akhirnya Hellen menjawab panggilannya.
"Halo sayang. " Ucap Chris.
"Umm ia? " Jawab Hellen agak perlahan.
"Sayang, by minta maaf ya tentang berita itu. By sudah menyelesaikan masalahnya besok akan ada pengumuman dari Jaqleen tentang berita palsu itu kemarin. " Jelas Chris menyakinkan istrinya.
"Sayang kamu jangan begini tolong percayakan by. By tidak tenang kerja di sini kalau sayang masih cuekin by. " Ucap Chris merayu.
"Maaf Chris jangan memaksaku lagi. " Hellen mematikan ponselnya lalu menangis.
"Maaf by maaf bukan aku mau menyiksa batin mu tapi aku mau tau seberapa sayangnya by terhadap diriku. " Ucap Hellen perlahan.
Chris menatap ponselnya lalu membanting ponsel ke arah sofa. Dia bingung dia harus buat apa lagi untuk menyakinkan Hellen, dia berpikir kalau bisa dia ingin saja terbang ke tempat Hellen dan memujuknya tetapi dia belum bisa karna sekretarisnya lagi sibuk dengan perusahaan Amsterd dan Jerry masih menguruskan perusahaan Gramor.
Tidak ada yang Chris bisa percaya selain sekretaris dan asisten pribadinya selaku wakil direktur itu. Chris cuma bisa menunggu setelah teman-teman dekat Hellen pergi ke tempatnya dan menjelaskan masalah itu sekalian bisa menghibur Hellen.
Nyonya Lee tidak bisa berbuat apa-apa semuanya tergantung Hellen. Jika terlalu memaksa takutnya sesuatu terjadi dengan kehamilan Hellen. Mereka hanya mampu menunggu Hellen sendiri yang berpikir secara jernih.
***
Teman-teman Hellen sudah berada di bandara Negara X, mereka di jemput oleh sopir pribadi Nyonya Lee. Mereka di hantar ke Villa untuk bertemu dengan Hellen.
Mengenai kedatangan teman-temannya Hellen sama sekali tidak tau. Nyonya Lee juga tidak mengatakan apa. Sehingga apabila teman-temannya berada di depan pintu utama Villa Hellen menjadi agak kaget dan merasa sangat bahagia. Ia sudah terlalu rindu dengan teman-temannya.
"Eva aku sungguh merindukan mu.. " Ucap Hellen seray memeluk Eva dengan eratnya.
__ADS_1
"Bo'ong lu, cih pergi tidak kasih kabar mujur ada suamimu yang beritahu kami kalo tidak kami mati karna khawatir hahah. " Ujar Reza melihat Hellen yang lagi memeluk pacanya Eva.
"Za, jangan gitu dong nanti Hellen rasa bersalah lo. " Ucap Eva sambil mengusap punggung Hellen.
"Ihh padahal dia yang khawatir setengah mati, ngaku aja Va. " Balas Reza sinis ingin mengoda Hellen dan Eva.
"Ihh."
"Sudah, mari masuk dulu. Ayo, Arga cepat jangan melamun di situ. " Ucap Hellen dengan senang hatinya.
"Ia."
Arga hanya menatap perubahan Hellen, karna dia masih ingat kata-kata Chris bahwa Hellen sedang hamil. Memang benar kalau di lihat dari perubahan Hellen kini agak pucat seperti orang sakit tapi mungkin itu adalah perubahan hormonnya.
Sampai di ruang keluarga Nyonya Lee sudah menunggu teman-temannya Hellen lalu menyambut mereka dengan senang dan ramah.
Mereka semua mengobrol di ruang keluarga, Hellen benar-benar merasa bahagia dengan kedatangan teman-temannya dan Nyonya Lee yang selalu ada menghiburnya. Tiba-tiba timbullah rasa bersalah Hellen terhadap Chris. Wajahnya langsung memperlihatkan kesedihannya.
"Hellen kau kenapa? Apa perut mu sakit? " Tanya Eva cemas begitu juga dengan Nyonya Lee langsung saja mendekati Hellen.
"Sayang kenapa? Apa ada yang sakit? " Tanya Nyonya Lee mulai panik.
Mereka menatap Hellen dengan dalam.
"Ma, aku cuma rasa bersalah dengan Chris. Semalam aku marah dengannya tapi setelah mendengar cerita dari kalian semua, aku sebenarnya harus percaya dengan Chris agar di sana dia tidak mengkhawatirkanku. " Ucap Hellen sambil mulai terisak-isak.
"Kalau kamu rasa bersalah tuh katakan pada Chris ya agar dia tidak mengkhawatirkanmu. " Ucap Nyonya Lee lalu menunjuk ke belakang Hellen.
Tanpa Hellen sadar Chris sudah berada di dalam Villa dari mulai dia mengajak teman-temannya untuk masuk ke villa. Chris sebenarnya mengikuti teman-teman Hellen menaiki pesawat pribadinya. Awalnya dia hanya rencana untuk melihat Hellen agar bisa memastikan keadaan Hellen dengan matanya sendiri.
Hellen membalikkan tubuhnya, dia seketika tercengang apabila melihat Chris yang berdiri tidak jauh darinya. Melihat Chris dengan wajah yang penuh kekhawatiran membuat Hellen tidak bisa lagi untuk menahan semuanya dalam benak dan hatinya. Dia menangis semaunya.
Chris menuju ke tempat duduk Hellen lalu segera memegang sisi wajah Hellen, dia tersenyum lalu mengusap air mata Hellen yanv sudah membasahi pipi. Chris tidak mengatakan apapun selain mengusap lembut pipi Hellen. Chris mencium dahi Hellen agar Hellen bisa lebih tenang.
"By maaf.. Maaf kalau aku melihat dengan benar foto-foto itu pasti aku tidak akan mencurigai by. Maaf.. By. " Ucap Hellen sambil terisak-isak.
"Sayang kamu jangan minta maaf kalau by bisa langsung kemari terbang ke sini pasti by tidak akan curiga semua ini salahku. " Ujar Chris menenangkan Hellen.
Reza yang mendengar perkataan Chris langsung saja mengoceh dengan mada perlahan.
"Cih waktu kita curiga dengan dia, apa dia bilang kita semua bodoh karna percaya tapi dengan Hellen semuanya salah dia. " Ucap Reza kepada Arga dan Eva.
Mereka bertiga saling bertatapan karna ucapan Reza ada benarnya, mereka hanya mampu menggelengkan kepala.
"Nasib jadi teman Hellen. " Ucap mereka serentak lalu mereka tertawa perlahan.
__ADS_1
Bersambung...
Readers maaf kalo updatenya lama, ini pengaruh dari reviewnya bab yang lambat di luluskan.. Teruskan membaca yaa readers kesayangan author!!