
Jerry berusaha menghindar dari kakek Arnold agar tidak akan terjadinya pemaksaan. Melihat kakek Arnold yang begitu serius tentang Hellen membuatnya merasa merinding karena ketakutan. Jerry menyusun kembali jadwalnya menjadi sepadat mungkin agar bisa menjadi alasan untuk menolak pertemuan bersama kakek Arnold. Jerry masih mengingat kata-kata Chris yang sungguh menyeramkan apabila terjadi sesuatu kepada Hellen, dia tidak ingin mendapat hukuman dari seorang tuan yang posesif. Karna tuannya akan menjadi lebih serius apabila berkaitan dengan Hellen. Hanya dengan memikir Chris bulu kuduk Jerry merinding ketakutan. Jerry mencari kesempatan untuk membicarakan masalah ini dengan Nyonya Lee dan meminta tunjuk jalan keluar dari masalah ini. Tetapi Nyonya Lee tidak merespon dengan baik dia malah tertawa karna Jerry menjadi kambing hitamnya Chris. Nyonya Lee tidak menahan dengan lelucon yang dikatakan oleh kakek Arnold kepada Jerry.
Hellen memberitahu Chris bahwa Kakek sudah mengetahui tentang kehamilannya, Chris langsung merasa panik tetapi Hellen yang bermada santai mengucapkan bahwa kakek salahfaham untuk saat ini karna kakek Arnold mengira anak yang di dalam kandungannya itu adalah milik Jerry. Mendengar hal itu Chris menjadi agak cemburu dengan Jerry dan langsung saja menelfon Jerry dan memberi hukuman kepadanya. Chris menyuruh Jerry mandi setiap 30menit dalam sehari. Tapi Nyonya Lee malah mengejek Chris karna hanya bisa mengandalkan Jerry dan ini juga bukan salahnya tapi salah Chris karna membiarkan Jerry menjadi kambing hitam. Nyonya Lee memberi nasihat yang menusuk ke dalam hati Chris agar tidak sembarangan cemburu.
Chris mengalah jika sudah harus berhadapan dengan mamanya sendiri karna dia tau mamanya selalu benar dalam melontarkan kata-kata. Chris memutuskan untuk tidak menghukum Jerry tapi Jerry harus mempercepatkan gerakan di dalam perusahaan porselein agar dia dan Hellen bisa kembali bersama. Jerry melaporkan bahwa sudah 70% pemegang saham yang berada di tangannya kini dia hanya tinggal menyuruh mereka menarik kembali sahamnya dan tanamkan di perusahaan porselein yang baru.
***
Kediaman Gramor di Kota NY masih sedang ribut tentang Chris yang menanam saham yang kecil dan banyak juga pemegang saham yang mengundurkan diri karna terdapat sebuah perusahaan porselein yang baru menarik banyak perhatian dan Pt Geho menjadi sumber utama mereka hal ini menyebabkan perusahaan Will kembali lagi di ambang kebangkrutan. Akhirnya William kembali ke Negara X untuk membincangkan pesaing baru.
William datang ke kediaman utama Gramor di Negara X tapi kedatangannya tidak sambut dengan baik oleh ayah kandungnya karna dalam hal ini dia tidak bisa membantu lagi karna perusahaan utama saja mengalami masalah dengan penghasilan dan para investor saham. William tidak menerima karna Kakek Arnold menolak untuk membincangkan hal tersebut . Kemurkaan William akhirnya menyentuh tentang rahasia terbesar kakek Arnold dia ingin membocorkan kepada Hellen tapi tidak di sangka William dipukuli oleh pengawal Kakek Arnold dan di kurung di dalam sebuah gudang di belakang kediamannya.
"Pastikan dia tidak ke mana-mana jangan sampai rahasia ini diketahui Hellen. Mengerti. " Ucap Kakek Arnold kepada bawahannya.
Aulie yang baru saja ingin masuk ke dalam kediaman utama Gramor sempat terhenti karna melihat William sudah berada di depan gerbang. Aulie menunggu sehingga 2 jam tapi William belum juga keluar dari kediaman utama itu.
"Apa Ayah bersenang-senang dengan kakek. " Ucap Aulie.
Tanpa berpikir panjang Aulie memasuki kediaman tersebut tetapi tiada siapa berada di ruang keluarga, Aulie menanyakan keberadaan William tapi mereka berkata bahwa dia telah pulang 1jam yang lalu. Aulie mulai merasa bingung karna dia menunggu ayahnya di luar tadi dan mana mungkin ayahnya sudah pulang.
"Hei anak sialan apa kau buat di sini? " Tanya Kakek Arnold kepada Aulie.
"Kakek... Aku ke sini untuk... Untuk.. " Ucap Aulie terbata-bata.
"Kau tidak ada hak untuk memijak rumahku pergi dari sini! " Tegas kakeknya.
__ADS_1
Aulie langsung saja pergi tanpa pamit dan dia merasa marah karna kakeknya masih belum menerimanya tapi yang menjadi pertanyaannya sekarang ayahnya sudah memghilang setelah masuk ke dalam kediaman utamanya. Aulie mulia curiga dia memikirkan sebuah rencana agar bisa mengali lebib dalam tentang ayahnya dengan kakek. Dia harus bertemu dengan Hellen agar bisa menjalankan rencananya dengan mulus. Tetapi Aulie tidak tahu harus mencari Hellen di mana. Dia menelfon para bawahannya untuk mencari keberadaan Hellen.
Setelah mengetahui keberadaan Hellen, Aulie segera menuju ke tempat Hellen. Hellen kini berada di kampusnya dan baru saja hendak keluar menuju ke gerbang Hellen di tarik oleh seseorang.
"Aulie ! " Ucap Hellen nada tinggi.
"Ish jangan bising nanti orang kira aku orang jahat. " Ucap Aulie.
"Kau mau apa? " Tanya Hellen nada tinggi.
"Tidak bisakah kau bicara dengan nada yang baik, aku tidak melakukan apapun tidak usahlah begitu. " Ujar Aulie.
"Cih cepat katakan apa? " Hellen mulai tenang dan menggunakan nada datar.
"Kita bicara disitu saja di sini panas. " Ucap Aulie sambil menunjuk cafe yang berdekatan.
"Hellen apa kau sanggup lihat keluarga kita hancur? Dan soal ayah menghilang pasti ada kaitannya dengan kakek. " Ucap Aulie membujuk Hellen.
"Itu bukan keluargaku dan bukan urusanku, jika kakek sudah membuat keputusan aku tidak akan membantah. " Ujar Hellen dengan datarnya.
Mendengar kata-kata Hellen, amarah Aulie hampir meledak tapi dia berusaha menahannya demi rencananya berjalan mulus. Begitu Hellen mengakhir perbualan mereka dia langsung saja keluar dari cafe itu lalu tiba-tiba ada yang berusaha menariknya untuk masuk ke mobil asing tapi Hellen tetap melawan dan mujur saja penjaga Hellen banyak langsung menyerang sekaligus orang yang ingin mencelakakan Hellen. Hellen dibuat agak kaget kerna kedatangan banyak orang dan dua pria dengan tubuh besar sedang melindunginya depan dan belakang.
"Nyonya muda cepat, ikut kami. Jangan risau kami bawahannya Tuan. " Ucap seorang pria itu.
"Bagaimana kau bisa tau Tuan mu siapa? " Ucap Hellen ketakutan.
__ADS_1
"Tuan Jerry tidak bisa ke sini sekarang Nyonya muda makanya kami harus membawa Nyonya muda ke tempat yang aman supaya Nona bisa tenang dan kandungan Nyonya muda tidak terganggu. " Ucap salah satu pria itu menyakinkan.
Mendengar ucapan pria itu, Hellen menjadi percaya dan yakin bahwa mereka adalah bawahan suaminya Chris, karna hanya bawahan Chris yang tahu mengenai kehamilannya. Hellen mengikuti kedua pria tersebut dan meninggal tempat kejadian itu. Mereka membawa Hellen ke villa Chris dan bertemu dengan Nyonya Besar Lee. Mereka juga telah melaporkan kejadian ini kepada Nyonya Lee dan Nyonya Lee yang mengarahkan untuk menangkap semua orang yang coba membuat penculikan terhadap Hellen.
Sampai di Villa Hellen di sambut oleh Nyonya Lee dengan wajah khawatir akan dirinya.
"Sayang apa kamu baik-baik saja, ada yang terluka. " Tanya Nyonya Lee panik.
"Ma, cuma tergores sedikit di tangan tidak ada luka yang besar. " Ucap Hellen sambil mengusap tangan Nyonya Lee.
"Sayang mama sangat khawatir mendengar kamu yang hampir di culik, cihh mama akan membuat perhitungan dengan para bajingan itu. Mana tanganmu yang tergores itu. " Nyonya Lee melihat tangan Hellen lalu mengambil kotak p3k untuk mengobati goresan ditangan Hellen.
"Ma tapi ini cuma luka goresan saja. Tidak perlu diobati ma. " Ucap Hellen merasa canggung karna Nyonya Lee mengobati lukanya yang hanya goresan saja.
Nyonya Lee mengabaikan perkataan Hellen dia masih saja mengobati luka goresan di tangan Hellen dengan berhati-hati. Setelah mengobati luka Hellen, Nyonya Lee menyuruh Hellen untuk beristirehat dan nanti agak sore baru pulang ke kediamannya dan akan di antar oleh sopir dan pengawal pribadi keluarga Lee. Kejadian hari ini membuat Nyonya Lee mengarahkan lebih banyak anak buahnya untuk mengawasi Hellen dengan ketat dan harus ada seseorang yang berada di samping Hellen. Nyonya Lee pergi berjumpa dengan bajingan yang ingin menculik menantunya dan menyiksa mereka dengan menyuruh anak buahnya memukul mereka sehingga mereka mau memberitahu siapa yang mengarahkan mereka untuk menculik Hellen. Walaupun sampai saat ini mereka tidak membuka mulut dan memberitahu siapa dalang di balik semua ini.
"Cari tau dengan siapa yang Hellen ketemu hari ini dan cari tau juga bajingan ini berasal dari mana. " Ucap Nyonya Lee dengan tegas memberi arahan dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu bersama pengawal kepercayaannya.
***
"Ckk Hellen kau beruntung hari ini karna aku tidak tau begitu banyak pengawal yang berada di sekitarmu, sial aku harus cari cara lain untuk membalas dendamku terhadapmu. " Ujar Aulie setelah melihat kejadian di depan matanya iaitu Hellen diselamatkan oleh beberapa orang pria yang bertubuh besar dan melawan orang suruhannya.
Aulie berlalu pergi dan meninggalkan tempat itu lalu tanpa dia sadar seseorang telah mengawasinya dan mengetahui ini adalah perbuatannya.
"Menggunakan cara licik begini kau memang perempuan yang menjijikkan, aku akan membalasnya demi Hellen. Kau tunggu saja hari burukmu Aulie. " Ucap Henry melihat punggung Aulie yang sudah berlalu pergi.
__ADS_1
Henry sebenarnya sudah duduk dalam cafe tersebut lebih dahulu daripada Hellen dan Aulie, dia berpikir memang ini takdirnya bisa melihat Hellen biarpun cuma secara diam-diam. Henry ingin sekali menggunakan kesempatan ini untuk membantu Hellen membalaskan perbuatan Aulie terhadapnya. Dia sudah memikirkan cara agar bisa bertemu Hellen dan menyusun rencana agar Hellen masih bisa mempercayainya dan kembali kepadanya. Henry juga pergi meninggalkan cafe itu dengan hati yang senang karna dia yakin bahwa setelah menyelesaikan hal ini pasti Hellen masih ingin kembali bersamanya.
Bersambung....