
Chris tersenyum apabila melihat wajah Hellen yang berubah menjadi seperti warna kulit tomat yang merah.
"Sayang ayolah. " Ucap Chris.
"Tapi betul ya tidak buat aneh-aneh karna doktor kemarin pesan kita bisa belum melakukan hubungan badan karna itu agak bahaya. " Ucap Hellen memperingatkan Chris
"Ya tidaklah sayang, buka saja mau elus-elus saja. " Ucap Chris seraya memujuk Hellen.
Chris sebenarnya tiba-tiba pengen untuk melihat dan mengelus tubuh Hellen yang putih mulus itu. Chris meminta agar Hellen membuka semua pakaiannya agar dia bisa mengelus kulit Hellen dengan puas.
"Ayolah sayang, janji tidak buat aneh-aneh. " Chris memujuk Hellen.
"Ok ok tunggu aku buka semua dulu, jangan ingkar janji eh. " Ujar Hellen.
"Ia ia. " Chris menganggukkan kepalanya sambil menatap Hellen.
Mata Chris berbinar menatap tubuh seksi istrinya. Hellen merebahkan badannya di samping Chris. Chris masih saja menatap Hellen dengan dalam.
Tiba-tiba Chris naik ke atas tubuh Hellen lalu merebahkan tubuhnya di atas perut Hellen, sambil tangannya mengelus-elus pundak Hellen.
"Sayang wangi sekali, by suka. " Ucap Chris.
"Ia, kalau begitu tidur sudah, kan tadi bilang mau elus-elus supaya bisa tidur lagi. " Ucap Hellen sambil mengusap pucuk kepala Chris yang berada di atas perutnya.
"Baik sayang terima kasih. "
Chris mengusap-usap dada Hellen hingga tanpa sadar dia tertidur di atas perut Hellen. Hellen hanya membiarkan saja dan dia juga ikut terlelap.
***
Kediaman Utama keluarga Lee. Jaqleen dan orangtuanya masih berada di sana, Jaqleen juga berusaha dengan melayani kedua orangtua Chris agar tersentuh dengan sikapnya yang lembut.
"Ma, kenapa Chris hari ni tidak pulangkan hari ini akhir pekan. " Tanya Papa Chris.
"Hmm kurang tau juga, sejak kepergian Hellen dia jarang sekali mau pulang kecuali waktu dia sakit hari itu. " Ujar mamanya.
"Sakit? Chris sakit apa? Papa ko tidak tau. " Ucap papa Chris.
"Kemarin itu masuk angin, ya di rawat oleh nak Jaqleen 2 hari di rumah setelah agak membaik langsung pergi. "
"Oh begitu ya, hmm tapi Jaqleen anak yang baik juga ya, walaupun tau Chris sudah punya istri masih aja mau merawatnya. " Ujar Papa Chris polos.
Jaqleen yang tersipu malu duduk bersama di ruang keluarga, karna Tuan Lee memujinya. Hal ini membuatnya senang dan berpikir kalau Chris dan Hellen bakal berpisah, kalau dia sering mengambil hati Nyonya dan Tuan Lee. Senyum miring terukir di bibir Jaqleen karna mempunyai ide baru untuk mendapatkan Chris.
Sedang mereka asyik berbagi cerita di ruang keluarga tiba-tiba pengawal kediaman Lee datang dan mengatakan kalau ada tamu bernama William Gramor. Papanya Chris mengarahkan pengawalnya untuk persilakan masuk dan bawa ke ruang keluarga.
"Selamat pagi, Tuan Gerry Lee dan Nyonya Calista. " Ucap William apabila sampai di ruang keluarga.
"Selamat pagi Tuan William mari ke sini duduk." Ucap Gerry Lee.
**Gerry Lee adalah nama asli Papa Chris dan Calista adalah nama asli Mama Chris**
__ADS_1
"Maaf ya Tuan Nyonya mungkin kedatangan saya menganggu akhir pekan keluarga Tuan dan Nyonya. " Ucap William formal.
"Tidak usah terlalu formal Will, panggil saja seperti dulu-dulu. " Ucap Gerry.
"Benar tu lagian Tuan Will sudah lama ya tidak ketemu." Ucap Nyonya Lee.
"Maaf maaf, mungkin agak gugup karna terlalu lama tidak bertemu haha. " Ujar William.
Sedang asyik bercerita tentang masa lalu akhirnya William memberitahu alasan kedatangannya yang sebenar.
"Hmm begini Gerry, Nyonya Lee kedatangan saya ini mau bertemu dengan Chris, saya mau minta bantuannya untuk menjadi investor saham di perusahaan saya, dan saya bisa jamin untuk keuntungannya bisa lumayan. " Ucap William tanpa basa basi.
"Oh, baiklah tapi nanti biar Chris yang putuskan karna kalau urusan jadi investor tu semua di bawah kendalinya, kalau Chris pulang biar saya bincang dengan dia. " Ucap Gerry.
"Baiklah Gerry, terima kasih ya. "
Mereka pun melanjutkan perbicaraan mereka sehingga jam menunjukkan sudah jam 5 sore, akhirnya William pamit untuk pulang ke kediamannya.
William sangat berharap untuk bisa mendapatkan saham dari perusahaan Pt. Geho. Walaupun dia sudah mendapatkan kembali investor yang di tarik oleh kakek Arnold tapi dia tetap ingin lebih lagi supaya perusahaan porseleinnya bisa maju dan mendapat nama melalui kerjasama Pt. Geho.
William juga sempat berpikir tentang wanita muda yang duduk di ruang keluarga tadi. Dia berpikir mungkin itu tunangannya Chris tapi dengan melihat raut wajahnya seakan mempunyai benci yang besar terhadap dirinnya.
Hal itu membuat William mengambil tindakan untuk mengabaikan saja, yang penting rencana berjalan dengan lancar.
***
"By, bangunlah ini sudah jam 5, apa by tidak lapar? " Ucap Hellen membanguni Chris yang lagi tidur pulas di atas perutnya.
"Hmm." Mendengar Chris akan pulang tiba-tiba hati kecil Hellen merasa sedih.
"Jangan sedih, akhir pekan minggu depan by datang lagi. " Chris bisa rasa kalau Hellen merasa sedih bahwa dia akan pulang.
"Ok baik by tapi by janji ya. " Ucap Hellen dengan bahagia.
"Ia, janji sayang. "
Dalam setengah jam Chris masih saja memeluk Hellen hingga dia merasa puas. Chris bangun dan membantu Hellen untuk memakai kembali pakaiannya dan mereka pun keluar berdampingan menuju ke dapur Villa.
Jerry telah menyiapkan makanan dari siang tadi, Jerry juga membeli banyak makanan ringan yang berasa coklat. Karna dia tau Chris akan mencari coklat apabila hendak makan.
Setelah habis makan bersama, Hellen dan Chris menuju ke ruang keluarga untuk menghabiskan sisa-sisa waktu mereka.
"By nanti aku ikut menghantar by ke bandara boleh? " Ujar Hellen dengan senyuman.
"Sayang kalau by memang boleh sangat tapi kita masih berhati-hati dengan mata-mata kakek, lagian sayang lagi hamil by tidak mau terjadi sesuatu dengan sayang. " Ucap Chris sambil mengusap kedua tangan Hellen.
"Hmm susah ya. " Ujar Hellen dan wajahnya berubah menjadi cemberut.
"Baiklah tapi harus pakai masker, kaca mata dan topi. " Ucap Chris yang tidak tega melihat istrinya sedih dengan keadaan mereka.
"Benar boleh by? "
__ADS_1
"Ia boleh sayang ehh tapi jangan lupa pakai dengan jaket ya, awas masuk angin. " Ucap Chris lalu mencium puncak kepala Hellen.
Sebelum berangkat ke bandara untuk menghantar Chris. Hellen membersihkan dirinya dengan ritual mandi bersama Chris.
Setelah pulang dari bandara, Hellen menangis sesungguhnya di dalam mobil yang di setir oleh Jerry. Hellen sudah menahan air matanya agar jangan lolos di depan Chris, karna dia tau suaminya itu pasti akan khawatir jika melihat dirinya menangis seperti sekarang.
Jerry tidak mengatakan apa pun karna dia tau apa yang di rasakan Hellen, dan tidak di ragukan lagi pasti Chris juga sedang menangis di dalam pesawat pribadinya.
"Memang cinta sejati itu kalau dipisahkan akan merasa terluka bersama, seiring waktu berlalu luka itu masih tetap mereka bawa bersama, karna cinta sejatilah menjadi alasannya. "
Hellen meminta Jerry membawa ke pantai agar bisa menenangkan hatinya yang sedih dan terluka karna keadaan dia bersama Chris. Jerry yang hanya mengikuti perintah langsung saja menuju ke pantai yang berdekatan.
"Jerry apa kami ditakdirkan bersama? " Tanya Hellen kepada Jerry yang berdiri di belakangnya sambil melihat ke arah pantai.
"Nona takdir itu tergantung dari kita percaya atau tidak, jika Nona meragukan takdir maka terjadilah seperti apa yang kita ragukan tapi jika Nona percaya dengan takdir bahwa Nona dan Tuan bisa bersama selamanya maka takdir itu akan mengabulkan impian Nona dan Tuan. " Ujar Jerry panjang.
"Benarkah, apa tidak salah untuk mempercayai takdir ini? " Ucap Hellen.
"Maaf Nona kalau saya lancang tapi Nona harus tegas dan percaya bahwa takdir Nona adalah Tuan biarpun banyak likunya tapi akhirnya akan bersama selamanya. " Ucap Jerry lagi.
"Terima kasih Jerry, mendengar ucapanmu sungguh membuat hati aku jadi tenang, mulai sekarang aku tidak akan pernah meragukan takdirku bersama Chris. " Ucap Hellen dengan bangga dan bibirnya terukir senyuman.
Hellen merasa sangat tenang dan meminta Jerry untuk menghantarnya pulang ke kediaman kakeknya. Sampai di gerbang ternyata kakeknya menunggu dia kembali.
"Hellen, Jerry mari masuk dulu. " Ucap kakeknya.
"Baiklah kakek. " Ucap Jerry. Dan Hellen hanya mengangguk saja.
Mereka pun menuju ke ruang keluarga dan duduk bersama di ruang keluarga.
"Hmm bagaimana hari ini Jerry? Kakek lihat kamu dan cucu saya sudah semakin akrab, hmm tidak ada kabar gembira untuk saya ka? " Ujar kakeknya dengan penuh makna dan harapan.
"Kabar gembira maksud kakek apa? " Tanya Hellen mulai curiga.
"Masa kamu tidak tau kabar gembira yang kakek maksudkan, hmm apa Jerry sudah jadian ya sama Hellen? Kalau belum jangan kasih lama nanti terlepas loh nak Jerry, karna cucu saya ini banyak yang incar. " Ucap kakek Arnold tanpa basa basi.
"Uhukk..uhukk..uhukk."
Hellen dan Jerry bersamaan batuk karna mendengar ucapan kakeknya yang penuh harapan. Hellen seketika terdiam dan menatap Jerry, begitu juga dengan Jerry mereka seolah-olah berinteraksi lewat telepati.
"Lah jangan tatap-tatapan saja. " Ujar kakeknya memecahkan suasana.
"Kakek, Hellen tau kakek sayang dengan Hellen tapi kalau soal ini Hellen harap sekali kakek jangan masuk campur. " Ucap Hellen dan dia langsung saja pamit lalu menuju kamarnya.
"Jerry jangan di ambil hati, Hellen memang begitu nanti kakek yang bicara dengannya, lagian mana mungkin Hellen tidak punya perasaan denganmu padahal kamu setiap hari yang menghantar jemput dia. " Ucap kakeknya menyakinkan Jerry.
"Ahah ia baiklah, kalau begitu saya pamit dulu karna masih banyak pekerjaan yang saya harus kerjakan, terima kasih. " Ucap Jerry dan langsung saja bergegas menuju ke mobilnya dan melaju keluar dari perkarangan kediaman utama Gramor.
"Ini kakeknya Nona menyusahkan sekali, mungkin aku harus cepat capai titik terakhir rencana ini kalau tidak lama-lama bisa jadi gila aku berurusan dengan orang tua ini, cih ini belum lagi tuan tau kalau tau emosinya bakal meledak, satu kantor bisa hancur dia buat, Jerry jangan cari sial lagi lebih baik jangan dulu hantar jemput dengan Nona huhh. " Gerutu Jerry sendiri dalam mobilnya.
Bersambung...
__ADS_1
Maaf readers lambat update... Nantikan kelanjutannya ya!!!