
Setelah turun dari pesawat Chris buru-buru memeriksa ponselnya, dan dia sangat kecewa karna Hellen tidak akan pulang malam ini dan besok baru akan ketemunya.
Sejak kedatangan Ellson, Chris merasa sikap Hellen agak sedikit berubah karna dia yanh biasanya ingin menempel terus bersama Chris kini berani mengabaikan Chris.
Chris mendengus kesal, baru malam ini dia merasa sangat kesal dengan sikap Hellen yang ia pikir tidak lagi mempedulikan perasaannya.
Chris melanjutkan ke Villanya saja walaupun dia sudah tau di mana alamat kediaman Ellson. Sampai di Villa orangtua Chris ternyata sudah menunggunya.
"Chris kau sudah datang. Mana Hellen? " Tanya Nyonya Lee yang sedang duduk di sofa ruang keluarga bersama Tuan Lee.
"Rain masih bersama Pamannya, besok baru dia akan kembali. " Ucap Chris datar.
"Hmm sebenarnya Papa dan Mama mau bilang sesuatu ke kalian, Tina akan melakukan fashion show dan dia mengundang Papa dan Mama. Besok pagi-pagi kamu akan berangkat ke bandara tapi Hellen belum pulang, bagaimana ini. " Kata Nyonya Lee yang sedikit kebingungan.
"Nanti biar Chris yang sampaikan ke Rain, Mama dan Papa tidak usah khawatir. " Ucap Chris.
"Baiklah terima kasih Chris kalau begitu, Mama dan Papa jadi agak lega. "
Setelah perbicaraan itu Tuan Lee dan Nyonya Lee pamit untuk istirehat karna besok penerbangan mereka pagi.
Chris yang masih duduk di ruangan itu menatap layar ponselnya. Pikirannya sungguh kacau karna Hellen sama sekali tidak mengirim pesan maupun menelfon Chris.
Jerry datang membawa kue dan berkata ini adalah titipan dari Hellen tadi. Chris menatap kresek yang berisi kue itu dengan malasnya lalu menyuruh Jerry untuk menyimpannya saja di dalam kulkas di dapur.
Chris mencoba membuat panggilan telfon ke Hellen tapi nomor Hellen tidak aktif. Dia hanya mampu menghela nafas kasar. Jerry yang melihat Chris sedang tidak baik-baik saja memilih untuk mendekati Chris.
"Tuan, apa Tuan punya masalah? " Tanya Jerry kepada Chris.
"Rain, dia berubah ya? " Chris kembali bertanya kepada Jerry.
"Aku kurang pasti Tuan, kenapa tidak Tuan pergi saja ke kediaman Ellson. " Ujar Jerry.
"Aku tidak bisa Jerr, karna waktu aku telfon kemarin dia seperti menghindar dari memanggilku By, aku tidak mau nanti kalau aku kesana dia akan marah dan emosinya akan terganggu. " Ucap Chris datar dan mulai merasa sedih.
Jerry tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti perasaan Chris sekarang.
Chris tertidur di sofa ruang keluarga, Jerry sudah coba membangunkannya untuk masuk ke kamarnya tetapi Chris menolak dan menyuruh Jerry jangan menganggunya lagi.
***
Keesokan paginya, orangtua Chris langsung saja ke bandara dan meninggalkan Chris bersama Jerry di Villa. Chris tidak pergi ke mana-mana dia menunggu Hellen untuk datang sehingga ponsel Jerry tiba-tiba berdering.
"Jerry, jemput aku di depan restoran xxx sekarang. " Ucap Hellen dari seberang sana.
"Baik Nona. " Jerry mengakhir panggilan dan bertanya kepada Chris.
"Apa Tuan hendak ikut ? " Tanya Jerry.
"Tidak, aku akan tunggu di sini. Pergilah. " Ucap Chris datar dan Jerry pun segera pergi.
"Tuan kelihatan sedih sekali, hmmm kenapa Nona harus berubah begini. " Gumam Jerry dalam hati.
Jerry melajukan mobilnya di atas rata-rata karna dia tidak mau membuat Chris menunggu terlalu lama. Kini Jerry berada di depan restoran xxx dan membunyi klakson agar Hellen menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Hellen bergegas masuk ke dalam mobil Jerry.
"Jerry kita langsung saja ya ke Villa. " Ucap Hellen ngos-ngosan.
"Baik."
"Hmmm Jerry apa Chris baik-baik saja? " Tanya Hellen kepada Jerry.
"Ya, Tuan baik-baik saja. " Jawab Jerry.
Hellen hanya mengangguk dan dia pikir mungkin hanya perasaannya Chris marah padanya. Setelah perbicaraan itu Hellen tidak lagi menanyakan apa-apa kepada Jerry di sepanjang perjalanan mereka menuju ke Villa.
Sampai di Villa, Hellen bergegas masuk ke dalam Villa untuk mendapatkan Chris.
"By, aku pulang. " Ucap Hellen sewaktu melihat Chris duduk sambil membaca koran di ruang keluarga.
"Baguslah. Sudah makan? " Tanya Chris datar tapi matanya masih membaca koran dengan serius.
"Belum, kita makan sama ya. Biar aku masak. Tapi Mama dan Papa ke mana? Biasanya mereka akan duduk di sini. " Tanya Hellen yang belum sadar akan sikap Chris.
"Humm mereka sudah pergi ke Negara M untuk menghadiri fashion show Tina. " Ucap Chris jujur dan masih datar.
"Oh, kok tidak bilang dengan Hellen. " Tanya Hellen kepada Chris.
Chris melipat kembali koran yang di baca dan fokus kepada Hellen.
"Bagaimana hendak beritahu denganmu, kau saja tidak berada di Villa berapa hari ini dan mereka tidak mempunyai nomor kontak ponselmu. " Ucap Chris sambil menatap Hellen dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Hmm Tapi mereka tau kamu semalam akan pulang, mereka agak kecewa karna tidak bisa memberitahumu. " Ucap Chris datar.
"Baru kenapa tidak menelfon ku supaya aku bisa tau. " Hellen mulai ngegas.
"Telfon kau? Lebih baik buang saja ponselmu, kalau kau tidak bisa mengaktifkan ponselmu. Makanya kau tidak tau perkembangan di sini, lagian kau terlalu sibuk dengan Pamanmu. " Ucap Chris masih nada datar.
"By! Kenapa By memanggilku seperti itu! Apa aku ada melakukan kesalahan? Atau hanya karna ponselku aku kasih mati? " Ucap Hellen dengan nada tinggi.
"Kau tidak ada salah Rain, kau benar ! Aku yanh salah karna berpikir kau sudah tidak peduli denganku. Ckk sudahlah aku harus urus sesuatu di luar. " Chris masih mempertahankan nadanya agar tidak kelihatan bahwa dia kesal, lalu dia berdiri hendak pergi.
"Maksud By apa?! Oh jangan-jangan By cemburu dengan Paman Ell makanya By tiba-tiba berubah begini. " Ucap Hellen masih nada tinggi.
"Tidak, buat apa aku cemburu diakan hanya Pamanmu. " Chris nenghentikan langkahnya lalu menatap Hellen karna nada Hellen yang tinggi.
"Jadi apa?! Aku datang ke sini baru kau layani aku seperti ini, berarti kau membuang waktuku saja! Kau tidak pernah pernah perhatian dengan aku Chris! " Ucap Hellen membentak Chris karna terbawa emosi.
"Apa?! Buang waktu kau?! Oh sekarang aku ini buang waktu kau?! Baiklah terserah dengan kau saja! " Ucap Chris nada sedikit tinggi lalu pergi meninggalkan Hellen karna dia sudah malas mau beradu mulut dengab Hellen, dia takut sesuatu buruk terjadi dengan kandungan Hellen.
Jerry yang dari tadi berdiri di pintu, hanya melihat saja dan Chris berpesan kepada Jerry untuk menjaga Hellen karna dia tidak akan pulang malam ini, dia akan beristirehat di markas mereka saja.
Hellen yang melihat punggung Chris pergi begitu saja, dia tidaj mencegat Chris dan dia juga perlu menenangkan emosinya agar kandungannya tidak terganggu.
"Jerry." Panggil Hellen.
"Ya Nona? " Jawab Jerry.
__ADS_1
"Chris mau ke mana? " Tanya Hellen.
"Dia ada urusan sedikit di luar Nona. " Ucap Jerry berbohong.
"Oh, hmm kalau begitu kau hantar saja aku ke kediaman Paman, aku akan tinggal di sana. " Ucap Hellen.
"Tapi Nona, sebaiknya jangan dulu pergi takutnya Tuan kalau pulang tidak melihat Nona nanti dia akan marah. " Ucap Jerry memberi saran.
"Bilang saja ke dia aku akan tinggal dengan Pamanku untuk beberapa waktu, dan tolong jangan dulu mengangguku aku butuh ketenangan demi anak yang dalam kandunganku. " Ucap Hellen tanpa sadar Hellen mulai egois.
Jerry hanya menuruti kemauan Hellen dan menghantarnya ke Kediaman Ellson, walaupun dia berasa berat hati.
Setelah menghantar Hellen, Jerry langsung saja menuju ke markas mereka untuk melaporkan kepada Chris.
Chris yang mendengar laporan dari Jerry tentang Hellen, langsung saja melemparkan gelas kaca yang berada di meja itu. Chris sungguh kecewa dengan penyataan Hellen untuk tidak menganggunya dulu.
"Jerry, aku akan pulang hari ini ke Kota NY. " Ucap Chris kepada Jerry.
"Baik Tuan. " Jerry menghantar Chris ke bandara dan Chris tidak berkata apa-apa tentang Hellen.
***
Hellen yang tidak tahu bahwa Chris telah pulang lagi ke Kota NY masih saja menatap ponselnya dan menunggu Chris untuk menghubunginya.
"Cihh, apa-apaan ini sudah meninggalkan ku sendiri tadi dan sekarang tidak menelfonku lagi. " Ucap Hellen agak kesal.
Ellson mengetuk pintu Hellen untuk makan siang bersama. Hellen segera menyembunyikan ponselnya dan keluar dari kamar dengan wajah yang dipaksa untuk ceria.
"Hmmm kenapa tidak jadi ketemu dengan temanmu? " Tanya Ellson yang tidak tau bahwa tadinya Hellen membohonginya.
"Ia, temanku tiba-tiba ada acara bersama keluarganya jadi di batalin deh. " Ujar Hellen berbohong.
"Oh. Ya sudah tidak apa-apa sekarang makanlah dan sebentar Paman akan membawamu ke mall untuk jalan-jalan. " Ucap Ellson yang ingin menghiburkan Hellen.
"Hmm nanti-nanti sajalah Paman, Hellenagak lemas ni mau istirehat mumpung juga masih libur. " Ucap Hellen berpura-pura karna sebenarnya dia mau menunggu Chris untuk menelfonnya.
"Baiklah kalau begitu, hariini istirehar saja ya. " Ucap Ellson.
Mereka pun melanjutkan makan siang bersama. Hellen sebenarnya tidak bersemangat karna masalah dia dengan Chris belum selesai.
Setelah selesai makan Hellen pamit untuk beristirehat di kamar saja dan Ellson mengiakan. Hellen bergegas masuk ke kamarnya dan mengunci pintu agar dia tidaj ketahuan.
Hellen memeriksa ponselnya tetapi masih tidak ada panggilan masuk ataupun pesan yang masuk. Hellen mengerutu sendiri. Dia langsung saja mengirim pesan kepada Jerry untuk menanya tentang Chris.
"Jerry apa Chris tidak mencariku? " Isi pesan yang Hellen kirim kepada Jerry. Selang berapa menit kemudian Jerry membalas pesan Hellen.
"Maaf Nona, tadi saya sampaikan apa yang Nona omong kepada saya ke Tuan dan akhirnya Tuan mengambil keputusan untuk pulang ke Kota NY dan sekarang Tuan sudah berada di dalam pesawat. " Isi pesan Jerry membuat Hellen sedikit merasa bersalah dan kecewa.
Hellen tidak membalas pesan Jerry, dia hanya menatap ke layar ponselnya, pikiran menjadi kacau dan merasa sangat sedih.
"Apa aku sudah keterlaluan tadi, By.... Maaf Hellen tadi sempat terbawa emosi. " Ucap Hellen sendiri dan larut dalam kesedihannya karna menyesal dengan kata-katanya sendiri.
Bersambung....
__ADS_1