DIBERI CINTA PRIA POSESIF

DIBERI CINTA PRIA POSESIF
Bab 48 Perasaan Arga


__ADS_3

Ellson yang mencurigai Hellen. Dia ingin sekali mencari tau di mana Hellen tinggal dan dengan siapa tetapi, dia juga masih berpikir kalau Hellen pernah mengingatkannya untuk tidak masuk campur urusan pribadinya. Ellson mendengkus kesal.


Dia terpikir akan mencari tau tanpa sepengetahuan Hellen.


"Mungkin aku patut mulai dari kampus humm, siapa tau bisa ketemu. " Ucap Ellson perlahan.


Di tempat lain di Kota NY.


Hellen dan Chris yang masih berada di Villa hanya bermalas-malasan karna libur Hellen akan berakhir besok. Chris berencana untuk tidak masuk ke kantor dan meluangkan masa seharian ini untuk Hellen, karna besok Hellen akan kembali ke Negara X.


Hellen meminta untuk bertemu dengan teman-temanya karna sudah terlalu rindu tidak pernah nongkrong bersama. Chris hanya mengikuti kemauan Hellen dan menyuruh Hellen menelfon teman-temannya untuk datang bermain ke apartment.


Eva, Reza dan Arga setuju dan setelah pulang dari kampus mereka akan mampir di apartment Hellen.


Hellen sudah menyiapkan makanan yang banyak untuk teman-temannya. Dia sungguh tidak sabar dalam menunggu sehingga berjalan mondar mandir melihat ke arah jam di dinding.


"Sayang, tenanglah mereka tetap akan ke sini. " Ucap Chris.


"Ia By aku tau, tapi aku jadi tidak sabaran ingin ketemu Eva dan yang lain. " Ujar Hellen antusias.


"Setidaknya kamu tunggu sambil duduk saja Sayang. " Ucap Chris yang agak bingung dengan tingkah istrinya.


"Baiklah hehe. "


Hellen mencoba untuk menenangkan dirinya dengan memainkan ponselnya. Tepat jam 4, lonceng pintu apartment Hellen berbunyi.


"Biar By yang buka, Sayang duduk saja. " Ucap Chris seraya berjalan menuju ke arah pintu.


"Baiklah By. "


Chris membuka pintu lalu mempersilakan Eva, Reza dan Arga masuk. Arga memandang Chris dengan tatapan yang tajam dan juga benci.


Chris sadar dengan tatapan Arga tapi hanya mengabaikan saja, lagian Chris merasa percuma di ladeni karna Hellen kini sedang hamil anaknya.


Mereka pun menikmati makan malam yang di sediakan oleh Hellen dan Chris. Setelah selesai makan Hellen dan Eva bersama-sama membersihkan piring dan gelas yang mereka gunakan tadi.


"Hellen, di kampus banyak yang masih mencarimu tau, hampir setiap hari mereka bertanya keberadaanmu. " Adu Eva kepada Hellen.


"Hahaha tidak usah saja di ladenin Va, jangan buang tenaga haha. " Hellen tertawa mendengar ucapan Eva yang kesal.


"Hmm kau senang ya. "


Hellen merasa liburnya yang singkat ini membawa banyak kebahagian dan tanpa mereka tau, Arga dan Chris yang duduk di ruangan keluarga saling menatap dengan tajam.


Reza yang sadar akan sikap Arga dan Chris langsung saja memecahkan suasana yang terasa dingin itu.

__ADS_1


"Eheemmm, apa kalian berbicara menggunakan telepati hmm maaf tapi aku tidak bisa. " Ucap Reza datar sambil melihat Arga dan Chris bergantian.


"Sudahlah Arga, suami Hellen jangan di tatap begitu mengerikan kali. " Sambung Reza lagi tapi tidak di tanggap oleh Arga.


Arga dan Chris tidak menanggapi Reza, sehingga Reza memanggil nama Hellen barulah keduanya saling salah tingkah.


"Hellen, Hellen. " Panggil Reza setengah menjerit.


Hellen yang mendengar Reza memanggil nama seperti panik langsung saja bergegas ke ruang keluarga dan menjawab Reza.


"Ada apa Za? Kau buat ku panik. " Ucap Hellen sambil menatap ke arah Reza yang mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hehe." Reza terkekeh-kekeh apabila melihat wajah Arga dan Chris menjadi salah tingkah.


"Cih." Chris yang sadar, Reza sengaja memanggil Hellen langsung saja melemparkan bantal sofa ke arah Reza.


"Aduhh, ampun-ampun. " Ucap Reza.


"Reza, sebenarnya ada apa kau memanggilku seperti tadi? " Tanya Hellen yang hanya melihat kelakuan Reza yang menurutnya aneh.


"Habis kamu dan Eva lama sekali di dapur baru di sini sudah mulai dingin. " Ucap Reza sambil melihat sekilas ke arah Chris yang sudah menatapnya dengan tajam.


"Apa mau aku menurunkan suhu ACnya, kenapa tidak bilang dengan Chris saja tadi kalau dingin kan dia juga tuan rumah, tunggu aku cari dulu remotenya. " Ucap Hellen yang tidak peka dengan keadaan.


"Aaa...lemot....sudah Hellen tidak usah saja sekarang sudah hangat. " Reza merasa kesal karna tidak mengerti dengan keadaan.


Reza menatap ke arah Eva, dia mendengkus karna Hellen masih tidak berubah tentang hal ini. Eva yang mengetahui maksud Reza langsung saja tertawa dan menggandeng tangan Hellen untuk ikut duduk bersama ketiga lelaki itu.


Mereka menghabiskan waktu dengan bercerita tentang kuliah dan Chris hanya menatap Hellen dengan senyuman hangat karna raut wajah Hellen kelihatan sangat bahagia bisa bertemu dengan teman-temannya.


Chris pamit kepada teman-teman Hellen untuk beristirehat di kamarnya karna dia merasa sangat mengantuk.


Arga yang melihat Chris sudah memasuki kamarnya, langsung saja mengambil kesempatan untuk berbicara empat mata bersama Hellen. Dia mengirim pesan kepada Reza untuk membawa Eva ke dapur untuk membuat minuman hangat.


Reza yang menerima pesan dari Arga langsung saja bertindak.


"Eva aku pengen minum yang hangat-hangat. " Ucap Reza nada manja kepada Eva.


"Biar aku saja yang buat. " Ucap Hellen apabila mendengar perkataan Reza.


"Ehh tidak apa Hellen, biar aku saja karna Reza ni sedikit memilih jadi kalian juga mau minum air hangat ka? Atau teh hangat? " Ujar Eva sekalian menanyakan Arga dan Hellen jika mereka juga ingin di buatkan.


"Teh saja. " Ucap Arga dan Hellen serentak.


"Ok baik tunggu sebentar ya. " Ujar Eva seraya berdiri lalu menuju ke dapur.

__ADS_1


"Biar aku temanin. " Reza menyusuli Eva.


Kini di ruang keluarga hanya tinggal Hellen dan Arga. Hellen menggelengkan kepalanya melihat tingkah Reza.


Arga menatap Hellen dan menyakinkan dirinya agar bisa memberitahu Hellen isi hatinya.


"Hellen." Panggil Arga.


"Hmm." Jawab Hellen yang merasa agak canggung sebenarnya.


"Hellen, ada sesuatu yang penting ingin aku katakan padamu. " Ucap Arga dengan wajah serius.


"Katakanlah aku akan dengar. " Ucap Hellen datar dan berusaha membuat wajah yang keliatan biasa saja.


"Aku.....aku sebenarnya....aku suka dengan mu Hellen, sejak dari tahun pertama dulu. Aku tau sekarang kau sudah punya suami tapi aku cuma mau bilang kalau kau tidak bahagia, aku bisa mengantikan posisinya dan akan menyayangi anakmu dengan tulus. " Ungkap Arga panjang lebar.


"Huhhh, Ga.. Kau seharusnya tau kalau aku tidak bahagia seperti apa dan sekarang aku seperti apa. Maaf bagiku tidak ada yang bisa menggantikan posisi Chris di dalam hatiku biarpun aku terluka sekalipun. " Ucap Hellen.


"Aku juga tidak berharap untuk kau membalasku tapi sekurang-kurangnya jika suatu hari kau terluka kau bisa mencariku dan aku siap Hellen. " Ujar Arga lagi dengan tegas.


"Maaf, mungkin itu tidak akan terjadi. " Hellen menundukkan kepalanya lalu menghembuskan nafas panjang.


Suasana menjadi canggung sehingga Eva dan Reza datang memecahkan kecanggungan mereka.


"Ya ya... Kenapa pada diam loh. " Ucap Rezalh sambil menatap Arga dan Hellen bergantian.


"Aaa.. Tidak ada diamnya pun cuma kebetulan kalian datang kami pada diam. " Ucap Hellen menutupi kecanggungan itu dan Arga juga menganggukinya.


Mereka menghabiskan waktu dengan saling bercanda terutamanya Reza yang sering membuat cerita yang lucu sehingga mereka tidak sadar jam sudah menunjukkan jam 11 malam.


"Upss, Hellen kami harus pulang sekarang kalau tidak besok pasti tidak akan masuk kuliah hahah lagian besok ada ujian ulangan yang mewajibkan semua siswa untuk hadir. " Jelas Eva.


"Baiklah-baiklah tapi besok siang aku akan berangkat kembali ke Negara X. Nanti jangan lupa kirim pesan kepadaku juga ya. " Ucap Hellen.


"Hmm kapan-kapan datang sini lagi karna mau harap kami ke sana mungkin tunggu uang jatuh dari langit huhh " Ujar Eva lagi yang merasa sedih karna Hellen akan kembali ke Negara X lagi.


"Iya-iya jangan sedih nanti aku datang lagi. "


Mereka pun berpamitan pulang dengan Hellen sehingga sampai giliran Arga, Arga hanya menatap Hellen dengan tatapan dan sulit di artikan.


"Hellen, sampai jumpa lagi." Ucao Arga lalu langsung saja pergi.


Hellen menggelengkan kepalanya karna tidak mengerti dengan sifat Arga yang masih bersikeras walaupun tau Hellen sudah mempunyai suami.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf tidak terlalu panjang readers, karna author lagi tidak sehat jadi hanya mampu segini saja.


__ADS_2