
Jerry yang diperintah oleh Chris untuk menjaga Hellen sehingga terpaksa bertemu dengan Kakek Arnold. Kakek Arnold membincangkan masalah di perusahaannya yang baru-baru ini mengalami kemerosotan dalam pemesan. Jumlah pesanan yang dibuat juga terlalu jauh dari target mereka. Akhirnya Kakek Arnold sudah bertekad untuk memberi peluang kepada Jerry dalam mengurus perusahaannya karna dia tau Jerry berada dari keluarga ternama dan banyak dukungan, kakek Arnold hanya mementingkan perusahaanya saat-saat seperti ini.
Hellen yang baru saja keluar dari kamarnya melihat kakek dan Jerry berbincang serius itu membuatnya penasaran dan langsung saja menuju ke arah mereka.
Kakek yang melihat Hellen datang dan duduk di sebelahnya langsung saja mengatakan.
"Mulai hari ini kamu tidak bisa menolak lagi Hellen, karna sampai kapan kamu mau menolak lagi, kakek akan memanggil pendeta untuk menikahkan kamu dan Jerry. " Ucap Kakek Arnold yang tiba-tiba.
Jerry dan Hellen saling bertatapan.
"Maaf kakek tapi aku tidak bisa menikah Hellen. " Ucap Jerry.
"Nak Jerry kamu harus bertanggungjawab dan tidak ada penolakan kalau kamu menolak aku akan menyebarkan keburukanmu terhadap Hellen dan sekarang Hellen hamil anakmu apa kau tidak mau bertanggungjawab. " Ucap kakek Arnold dengan tegas.
"Aku tidak mau! " Ucap Hellen lalu berjalan cepat kembali ke kamarnya.
"Tidak ada penolakan ! " Ucap kakek Arnold nada tinggi.
Jerry pamit untuk pulang. Dalam perjalanan pulangnya Jerry menelfon Chris dan menceritakan semuanya tanpa ada satupun yang tertinggal. Dia juga menyarankan agar Chris datang ke sini untuk berjumpa dengan kakek Arnold agar Hellen tidak merasa tertekan dari Kakek Arnold.
Setelah panggilan telfon berakhir. Jerry mendapat pesan dari anak buahnya yang mengawasi di sekitar kediaman utama Gramor. Mereka mengatakan Hellen keluar dari kawasan kediaman dan sekarang berjalan kaki di gang kecil. Jerry langsung saja memutar kembali arahnya dia menuju ke tempat Hellen. Mujur saja anak buahnya semua bisa di andalkan mereka menjaga dan mengikuti Hellen secara diam-diam.
Hellen yang merasa sangat kesal dengan sifat kakeknya memilih untuk kabur dari rumah dan berjalan dengan cepat menuju ke gang kecil. Tanpa pengetahuannya Hellen di awasi oleh anak buah Chris. Karna walaupun gang itu menyeramkan tetapi tidak ada yang berani menganggunya. Sehingga di merasa ada seseorang memanggilnya. Hellen mencari suara yang yang memanggilnya, dia akhirnya menemui seseorang yang memanggilnya itu.
"Hellen kau buat apa di sini? " Tanya Anita.
"Cuma jalan-jalan saja cari angin. " Jawab Hellen terkekeh.
"Oh. Kebetulan sekali mari masuk ini rumah makan keluargaku. " Ucap Anita sambil menariknya masuk ke dalam rumah makan yang sederhana.
"Nita tempat ini bagus sekali. " Ucap Hellen dia menjadi teringat bahwa dulu dia pernah bekerja separuh masa di rumah makan untuk membayar uang kuliahnya.
"Biasa-biasa saja Hell, umm aku buat makanan spesial ya kau tunggu di sini. " Ucap Anita lalu pergi ke bahagian dapur.
Sedang Hellen asyik melihat-lihat orang-orang yang makan di situ, dia kaget apabila melihat Jerry menuju ke tempatnya lalu meminta izin untuk duduk. Hellen mengiakannya.
"Jerry bagaimana kau tau aku di sini? " Tanya Hellen penasaran.
"Maaf Nona kalau saya lancang tapi apa Nona benaran lupa? Tuan sudah mengerahkan banyak anak buahnya untuk mengawasi Nona." Ucap Jerry.
"Oh ia aku baru ingat, ihh kalau aku ingat tadi tidak perlu aku repot-repot jalan kaki sehingga kakiku jadi pegal. " Ucap Hellen merenggek.
"Nona, maafkan saya. Tapi sebenarnya Nona mau kemana malam-malam begini? " Tanya Jerry penasaran.
"Jerry aku mau ketemu Chris, aku tidak mau di tempat kakek lagi, kakek dia hanya memikirkan perusahaannya dan mau mengambil kesempatan terhadap mu huhh aku mau ke tempat Chris saja. " Ucap Hellen.
"Saya akan menghantar Nona ke Villa lagian Nyonya juga masih ada di sana, dan kemungkinan besok Tuan akan datang ke sini. " Ujar Jerry dan membuat mata Hellen berbinar mendengar ucapannya.
Mereka tidak melanjutkan perbualan mereka setelah Anita datang membawa makanan untuk Hellen.
__ADS_1
"Ehh kapan dia sampai, aku hanya membuat satu saja, umm tunggu-tunggu aku akan membuatkan lagi ya. " Ucap Anita agak kaget melihat Jerry yang berada semeja dengan Hellen.
"Maaf tidak usah repot-repot Nona, saya sudah kenyang. " Ucap Jerry lembut.
"Ehh tidak boleh menolak, emm aku akan mengambil cemilan saja kalau begitu ya, tunggu. " Ucap Anita lalu pergi meninggalkan mereka.
Jerry yang menatap punggung Anita membuat Hellen menjadi curiga.
"Jerry kau suka dengan Nita ka? " Tanya Hellen kepada Jerry.
"Aa.....tidak..tidak..." Ucap Jerry.
"Yakin? " Goda Hellen memancing Jerry.
"Yakin Nona. " Jawab Jerry singkat.
Anita membawa banyak cemilan untuk mereka lalu duduk bersebelahan dengan Hellen. Jerry tidak berani berbicara dengan Anita karna takut Hellen akan mencurigainya lagi. Anita yang melihat Jerry seperti kaku itu membisik ke telinga Hellen.
"Hellen apa pengawal pacarmu ini masih jomblo? " Tanya Anita berbisik.
"Kau berminat ka? " Berbisik.
"Kalau ganteng begini siapa tidak mau tapi kalau sudah ada yang punya tidak jadilah. " Ucap Anita sambil terkekeh.
Mendengar kata-kata Anita, Hellen langsung saja menanya Jerry.
Uhukk uhukk Jerry terbatuk mendengar pertanyaan dari Hellen yang tiba-tiba.
"Maaf Nona tapi bisa saya tidak menjawabnya ka? " Ucap Jerry.
"Kalau begitu aku akan suruh Chris yang menanyakanmu kalau kau tidak ingin menjawab pertanyaanku.. Aaa... " Ucap Hellen sinis lalu pahanya di cubit kecil oleh Anita.
"Umm huhh ya saya masih jomblo Nona. " Jerry memilih untuk menjawab karna dia tau kalau sudah beralih kepada Chris pasti bukan hanya setakat pertanyaan ini malah dia akan mendapat khotbah yang panjang.
"Oh bagus bagus, umur berapa? " Tanya Hellen lagi seperti menginterograsi.
"28 tahun Nona. " Jawab Jerry singkat.
"Oh sama dengan Chris ya. Umm bagus bagus. Terima kasih Jerr. " Ucap Hellen dengan puas hati.
Hellen menyenggol Anita lalu tersenyum sumringah dan membuat Anita menjadi salah tingkah. Mereka pun meneruskan makan dan bercerita di sehingga jam sudah larut. Jerry yang perhatian membawa jaket tebal untuk di pakai oleh Hellen agar dia tidak masuk angin karna perjalanan ke Villa agak sedikit jauh.
Hellen kini berada di Villa dan di sambut oleh Nyonya Lee. Hellen menceritakan kenapa dia kabur dari rumah tapi Nyonya Lee malah ketawa dan menenangkan Hellen. Setelah bercerita sedikit dengan Nyonya Lee akhirnya mereka pun pergi beristirehat di kamar masing-masing.
Keesokan harinya Hellen malas untuk bangun pagi-pagi karna dia tidak ada kuliah. Nyonya Lee juga hanya membiarkan saja Hellen istirehat karna dia tau wanita hamil memang mudah lelah apalagi hamil masih kuliah. Nyonya Lee keluar untuk menguruskan sesuatu dia cuma berpesan kepada pelayan untuk membangunkan Hellen untuk makan jam 8 nanti.
Hellen memakan sarapan paginya dengan mata yang masih tertutup dia hari ini merasa sangat lelah, karna beberapa hari ini tugas yang di beri oleh dosennya sangat banyak dan jam tidurnya berkurang. Setelah selesai sarapan Hellen kembali ke kamar dan melanjutkan lagi tidurnya sehingga dia merasa ada sesuatu yang memeluknya dan membuatnya susah untuk bergerak.
Hellen membuka matanya dengan malas dia menghidu bau Chris.
__ADS_1
"By ? " Panggil Hellen.
"Shtt tidurlah dulu, by juga agak cape mari kita tidur dulu ya sayang. " Ucap Chris setengah berbisik lalu mencium pundak Hellen dari belakang.
"Um baiklah. " Hellen langsung saja melanjutkan tidurnya bersama dengan Chris.
Tanpa mereka sadar sudah jam 3 lewat. Hellen yang masih pulas tidur di kejutkan dengan perlahan oleh Chris.
"Sayang, sayang bangunlah kita makan dulu ya." Ucap Chris.
"Umm by, masih mau tidur ni. " Rengek Hellen.
"Bangun makan dulu setelah ini baru tidur lagi ya. " Pujuk Chris.
"Umm baiklah. " Hellen memaksa dirinya untuk bangun dan Chris mengandengnya sehingga ke ruang makan.
Hellen membuka matanya apabila melihat banyak makannan, dia melahap makanan yang di depannya seperti orang kelaparan.
"Makan perlahan-lahan sayang. " Ucap Chris sambil mengusap puncak kepala Hellen.
"Hehehe lapar sekali ni. " Ucap Hellen terkekeh.
"Umm makan sudah sayang tapi perlahan-lahan ya, awas kesedak. " Ucap Chris tersenyum bahagia sambil menggeleng kepalanya melihat tingkah Hellen yang menurutnya imut.
"Ok by. Oh ya Mama ke mana ya? " Tanya Hellen.
"Mama ada urusan sayang tadi sempat ketemu dengan by di jalan. " Ucap Chris sambil makan.
"Oh."
Mereka pun melanjutkan makan siang mereka yang sudah terlambat. Setelah makan Hellen langsung saja menuju ke ruang keluarga sambil menarik tangan Chris. Hellen ingin bermanja-manja dengan Chris.
"By, aku ikut ya kalau by mau kembali ke Kota NY. " Ucap Hellen membuat muka merayu.
"Kenapa sayang? Kamu tidak suka di sini? " Tanya Chris.
"Kakek senantiasa membuatku stress dan memaksaku menikah untuk keuntungannya, dia tidak tau saja Jerry itu orangnya by. " Ucap Hellen nada kesal.
"Oh kalau begitu bagaimana dengan kuliah ? " Tanya Chris.
"By.....apa by tidak mau aku ikut ke Kota NY? Apa by benaran selingkuh?! Soal kuliahkan bisa kuliah online! " Ucap Hellen mulai emosi.
"Bukan begitu maksud by sayang. By tidak selingkuh tapi by mau sayang buat keputusan jangan di saat emosi saja harus pikir baik-baik. Lagian memang by mau bawa sayang kembali ke Kota NY biarpun sayang tidak minta tapi bh tetap akan bawa sayang karna by tidak bisa jauh-jauh dari sayang lagi humm. " Chris membujuk Hellen dan menyakinkan Hellen.
"Umm tapi Hellen masih khawatir kesehatan kakek apalagi semalam aku kabur dari rumah karna jengkel dengan sifat kakek ingin mencari keuntungan untuk perusahaan saja. " Ucap Hellen nada sedih.
Chris melihat Hellen yang sedih dia langsung saja memeluk Hellen dan mengusap punggung Hellen. Chris memahami mood Hellen kini yang mudah berubah jadi apapun keputusan Hellen untuk kali ini dia akan ikuti mendukung agar emosinya tetap stabil tapi dia juga merencanakan sesuatu supaya bisa membawa Hellen secepatnya pergi dari Negara ini karna dia tahu Hellen berada dalam pengawasan Aulie dan Jaqleen.
Bersambung....
__ADS_1